Terbit: 24 Februari 2018 | Diperbarui: 27 September 2019
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Munculnya rasa sakit pada gigi pada umumnya disebabkan oleh kerusakan yang terjadi pada gusi, rahang atau gigi. Sakit gigi bisa menimpa siapa saja, dari orang dewasa maupun anak-anak. Pada umumnya, rasa sakit ini akan diikuti dengan adanya pembengkakan pada gusi di sekitar gigi yang sakit. Penderitanya pun bisa mengalami demam atau sakit kepala.

Sakit Gigi Bisa Pengaruhi Tidur Anak?

Menurut Centers for Disease Control (CDC), kerusakan gigi adalah salah satu penyakit menular kronis yang paling umum terjadi pada anak-anak di Amerika. Data menunjukkan, bahwa separuh anak-anak Amerika mengalami masalah terkait dengan gigi pada usia 11 tahun. Sementara pada usia 19 tahun, kerusakan gigi permanen memengaruhi sekitar 68 % remaja.

CDC menemukan, anak-anak yang hidup dengan keluarga yang berpenghasilan rendah, masalah gigi bisa terjadi dua kali lipat lebih tingggi. Ini terjadi karena seorang anak biasanya tidak mendapatkan pengobatan dengan tepat dan cepat.

Terganggunya Kualitas Tidur dan Intelektual

Sebuah penelitian yang diterbitkan di British Dental Journal menunjukkan bahwa, 85% anak usia sekolah mengalami sakit gigi dan membuatnya harus pergi ke dokter gigi. Sebanyak 14% anak usia 14 tahun mengalami gangguan dalam mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Tak hanya itu, penelitian itu mengungkapkan, sekitar 73% anak-anak menjadi susah makan karena sakit gigi, 31% anak lainnya mengalami kesulitan tidur, 30% mengaku waktu bermainnya terganggu dan 11% anak bolos sekolah karena mengalami sakit gigi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Pada akhirnya, anak yang mengalami sakit gigi, menjadi sulit dalam menerima pelajaran yang diberikan. Tentunya, hal ini akan memengaruhi nilai dan performa anak di sekolah.

Baca Juga: Cegah Sakit Gigi dengan Cara Sederhana Berikut Ini

Pemberian Obat

Obat sirup untuk sakit gigi anak yang biasa digunakan adalah parasetamol sirup dan ibuprofen sirup, sementara untuk anak yang berusia di atas 10 tahun, Anda bisa menggunakan obat tablet. Sebelum menggunakannya perhatikan label mengenai kontraindikasi dan efek samping.

Selain obat yang diminum, tersedia obat sakit gigi anak yang bisa diterapkan langsung pada gigi yang sakit, dengan cara mengoleskannya dengan menggunakan kapas atau cotton bud. Obat ini berupa cairan yang berbentuk gel yang mengandung benzocaine. Zat ini berguna untuk meredakan rasa sakit untuk sementara waktu.

Satu hal yang harus menjadi perhatian adalah, jangan pernah memberikan obat aspirin pada anak atau remaja karena obat ini meningkatkan risiko terjadinya sindrom Reye. Sindrom Reye adalah kondisi serius yang jarang terjadi yang ditandai dengan timbulnya pembengkakan di otak dan hati. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memberikan aspirin pada anak.

Penanganan yang Aman

Meski orang tua boleh memberikan obat pereda nyeri pada anak, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum memberikan obat. Cara aman yang disarankan untuk menangani sakit gigi, yaitu:

  • Kompres pipi dengan air dingin jika sakit gigi ditimbulkan akibat trauma pada gigi
  • Oleskan minyak cengkeh pada kapas kecil dan tempelkan di gigi yang mengalami sakit. Cara ini efektif untuk memberikan efek mati rasa
  • Berkumurlah dengan air hangat dibarengi dengan membersihkan plak atau sisa makanan yang terselip di antara gigi

Jika beberapa perawatan di atas belum bisa meredakan sakit gigi pada anak, segera periksakan dirinya ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter gigi mampu memberikan peringatan dini ketika gigi mengalami masalah. Tindakan sedini mungkin akan menghindarkan anak dari masalah yang lebih parah di masa mendatang.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi