Terbit: 3 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Desa Kodinhi yang berada di distrik Malapur, Kerala, India, bukanlah desa yang biasa. Hal ini disebabkan oleh banyaknya jumlah warga yang memiliki kembaran di desa tersebut. Papan penunjuk gerbang masuk ke desa ini bahkan bertuliskan “Selamat Datang di Desa Kembar Pemberian Tuhan, Kodinhi.”

Terlalu Banyak Anak Kembar, Desa Ini Dijuluki Desa Kembar

Menurut survei yang dilakukan tahun 2008 lalu, setidaknya terdapat 400 pasangan kembar dari total 2.000 keluarga yang tinggal disana. Jumlah pasangan kembar ini diperkirakan meningkat mengingat 45 dari 1.000 kelahiran di Kodinhi adalah anak kembar.

Penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2016 silam yang dilakukan oleh para ahli dari Centre for Cellular and Molecular Biology, Hyberabad, Kerala University of Fisheries and Ocean Studies, dan London University ternyata juga masih belum bisa menemukan fakta tentang bagaimana bisa ada sebuah wilayah dengan persentase warga kembar yang sangat banyak.

Sebagian peneliti menduga jika hal ini disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Namun, ada peneliti lain yang menyebut kondisi udara atau air yang digunakan warga di daerah tersebut menjadi faktor pemicunya.

Salah satu pasangan anak kembar dari desa Kodinhi yang menarik perhatian para peneliti adalah Semera dan Femeena. Keduanya adalah siswa kelas 8 di sekolah yang ada di wilayah setempat. Mereka bercerita bahwa di kelasnya saja ada 8 pasang anak kembar. Bahkan, terdapat total 24 pasang anak kembar di sekolah tempat mereka belajar.

Tak hanya di India, beberapa tempat lain yang memiliki persentase kelahiran anak kembar cukup tinggi adalah Hung Loc Comunee di kawasan Hung Hiepfrom yang ada di Vietnam, Igbo-Ora di Nigeria, serta Candido Godoi di Brasil.

Pasti menarik ya memiliki banyak tetangga atau teman yang juga kembar. Namun, satu hal yang mungkin dialami penduduk Desa Kodinhi adalah kebingungan atau salah memanggil karena begitu banyak orang kembar.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi