Terbit: 1 Maret 2018 | Diperbarui: 28 Februari 2018
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Gejala tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa sulit dikenali, namun dalam kasus ekstrem, bisa menyebabkan nyeri dada dan sakit kepala parah. Namun Anda bisa menurunkan risiko hipertensi Anda dengan meminum tiga cangkir teh bunga.

Rutin Minum Teh Bunga Ini Berkhasiat Turunkan Hipertensi

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, seperti mengutip dari depkes.go.id, hipertensi telah memengaruhi lebih dari 25 persen orang Indonesia, tertinggi di Kepulauan Bangka Belitung (30,9 persen), sedangkan terendah di Papua sebesar (16,8 persen).

Begitu pun di Inggris, hipertensi telah menyerang lebih dari 25 persen orang dewasa, menurut National Health Service (NHS).

Menderita hipertensi terlalu tinggi bisa memberi tekanan ekstra pada pembuluh darah dan organ vital. Ini meningkatkan risiko komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk serangan jantung, stroke dan demensia vaskular.

Tapi, seperti mengutip Ekspress, sebuah studi mengklaim bahwa meminum tiga cangkir teh kembang sepatu setiap hari bisa menurunkan tekanan darah Anda.

Sementara menurut ilmuwan Amerika Serikat, tekanan darah sistolik dan diastolik juga bisa diturunkan dengan meminum teh kembang sepatu.

teh-kembang-sepatu-doktersehat

Source: Women Tribe

Minuman teh kembang sepatu diujicoba pada sekelompok 65 orang dewasa sebanyak tiga cangkir setiap hari selama enam minggu.

Hasilnya, hipertensi berkurang pada mereka yang minum teh kembang sepatu. Efeknya paling besar pada mereka dengan tekanan darah sistolik yang lebih tinggi.

Teh kembang sepatu diketahui mengandung antioksidan, termasuk fenol dan antosianin, yang dimungkinkan bisa bermanfaat untuk hipertensi.

Seorang penderita atau berisiko hipertensi perlu memerhatikan makanan, karena ada beberapa makanan yang bisa menurunkan tekanan darah.

Teh bunga sepatu juga bisa membantu mendukung kolesterol sehat, dan bahkan bisa melawan leukemia.

Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda memiliki tekanan darah tinggi adalah dengan memeriksanya ke dokter.

Semua orang dewasa berusia di atas 40 tahun harus memeriksakan tekanan darah mereka setidaknya setiap lima tahun sekali.

Anda juga dapat mengetahui apakah Anda menderita hipertensi pada dokter umum setempat atau di beberapa apotek terdekat.

Cara lain untuk menurunkan risiko tekanan darah tinggi, bisa juga dengan mengurangi jumlah garam di dalam makanan yang Anda konsumsi, dan diimbangi dengan olahraga secara teratur.

Mengurangi minum kopi, juga bisa menurunkan tekanan darah Anda, karena minum lebih dari empat cangkir kopi sehari bisa meningkatkan tekanan darah tinggi.

Tidur nyenyak juga bisa membantu menurunkan hipertensi, karena bila Anda kurang tidur dalam jangka panjang bisa memengaruhi kenaikan tekanan darah Anda.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi