DokterSehat.Com– Salah satu gangguan kesehatan kulit yang sering terjadi pada bayi yang menyusu ASI adalah munculnya ruam di pipi atau ruam susu. Banyak orang tua beranggapan bahwa ruam susu disebabkan oleh ASI, namun faktanya ruam ini bukan disebabkan oleh ASI. Lalu apa penyebab sebenarnya dari ruam susu?

doktersehat-anak-bayi-ibu-sehat-senyum

Dalam istilah medis, ruam susu dikenal dengan istilah dermatitis atopik, yaitu kondisi kulit kronis yang menyebabkan ruam, gatal, kulit kering dan pecah-pecah. Ruam susu umumnya muncul di sekitar mulut dan pipi, namun jika dibiarkan ruam susu dapat menyebar ke leher dan punggung atau daerah yang tidak terkena ASI.

Penyebab ruam susu belum dapat diketahui dengan pasti. Umumnya ruam susu dialami oleh bayi dengan riwayat alergi pada orang tuanya. Ruam bisa muncul pada bayi yang mendapat ASI sesudah ibunya mengonsumsi makanan alergen seperti telur, dagung ayam atau kacang-kacangan. Selain itu ruam susu juga dapat muncul akibat terpapar polusi udara, suhu panas, kuman-kuman kecil yang ada di udara atau benda di dalam kamar.

Ruam susu umumnya gatal dan menyebabkan bayi sering menggaruk daerah yang terkena ruam. Untuk sementara, kenakan sarung tangan bayi pada jemari bayi Anda agar tidak digaruk dan lecet.

Mengingat ruam susu adalah salah satu jenis alergi, maka cara untuk menghindarinya adalah dengan menghindari segala hal yang bisa memicu alergi. Ada berbagai hal yang bisa memicu alergi mulai dari makanan, debu, kutu, atau polusi udara, kosmetik bayi, dan deterjen pakaian.

Beberapa cara untuk menghindari ruam susu antara lain dengan melakukan perawatan bayi seperti membersihkan pipi bayi saat sebelum dan setelah menyusu, serta mengoleskan pelembab pada kulit pipi yang beruam. Mandikan bayi dengan sabun khusus bayi yang memiliki pH netral dan tidak mengandung pewangi. Gunakan air hangat suam-suam kuku saat mandi selama makasimal 10 menit untuk menghindari kulit bayi menjadi kering.

Selain itu ruam susu juga dapat dicegah dengan memakaiakan pakaian berbahan katun lembut pada anak. Jika perlu, gunakan deterjen khusus pakaian bayi yang tidak mengandung pewangi atau pelembut pakaian.

Sebaiknya ibu juga perlu memerhatikan konsumsi makanan selama menyusui. Jika muncul ruam susu setelah makan protein tertentu, maka sebaiknya hindari makanan tersebut selama beberapa waktu untuk menghindari munculnya alergi.