Terbit: 22 Januari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Roti panggang atau yang lebih dikenal masyarakat Indonesia dengan sebutan roti bakar termasuk dalam jajanan yang digemari oleh banyak orang. Rasanya lezat, cara pengolahannya yang cepat, dan bisa dibeli dengan mudah di berbagai tempat membuat banyak orang menyukainya. Hanya saja, ada yang menyebut roti panggang bisa menyebabkan datangnya masalah kesehatan jika terlalu sering dikonsumsi. Salah satu masalah kesehatan tersebut adalah kanker.

Roti Bakar Disebut Bisa Sebabkan Kanker, Mitos atau Fakta?

Benarkah roti bakar bisa sebabkan kanker?

Pakar kesehatan menyebut roti bakar memang bisa sebabkan kanker, hanya saja, bukan berarti kita harus menghindarinya. Terdapat beberapa kriteria khusus yang membuat makanan ini bisa memicu kanker. Hal ini berarti, jika kita mengolah roti bakar dengan tepat, kita tetap bisa menikmatinya tanpa perlu khawatir akan terkena penyakit mengerikan ini.

European Food Safety Authority menyebut makanan yang bisa menyebabkan kanker adalah yang mengandung acrylamide. Sebagai informasi, kandungan ini bisa dengan mudah ditemukan di dalam kopi instan atau makanan olahan seperti sosis atau nugget yang diolah dalam suhu tinggi. Hanya saja, jika kita mengolah roti bakar dengan tidak tepat, tepatnya hingga warnanya kecokelatan atau bahkan sedikit hangus, maka kita juga bisa mendapatkan acrylamide yang bisa memicu datangnya kanker.

Berdasarkan alasan inilah pakar kesehatan menyarankan kita untuk berhati-hati saat mengolah roti bakar. Pastikan bahwa roti bakar hanya akan mengalami perubahan warna menjadi kuning keemasan saja. Biasanya, roti bakar dengan warna kuning keemasan juga sudah cukup renyah dan memiliki rasa yang nikmat, sementara roti bakar yang sudah kecokelatan atau hangus bisa jadi memiliki rasa yang kurang lezat.

Selain lamanya proses pemanggangan, kita juga harus memperhatikan penggunaan mentega atau butter pada roti panggang ini. Jika kita menggunakannya dalam jumlah yang banyak, warnanya memang akan terlihat lebih menarik, namun kadar kolesterol atau lemak jahatnya juga akan meningkat sehingga jika dikonsumsi terlalu sering akan bisa membahayakan kesehatan organ kardiovaskular.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Pakar kesehatan pun menyarankan kita untuk tidak menambahkan mentega dalam jumlah banyak. Jika perlu, kita juga bisa menambahkan unsalted butter yang dianggap jauh lebih aman.

Proses pemanggangan menurunkan nilai gizi roti?

Kita tentu sering mendengar kabar yang menyebut proses pengolahan bahan makanan akan menurunkan nilai gizinya. Hal ini ternyata juga berlaku pada saat kita membuat roti bakar. Sebagai contoh, jika kita memanggang roti gandum yang memiliki kandungan asam folat sebanyak 5 persen dari kebutuhan harian kita, maka kandungan ini akan menurun hingga menjadi 4 persen saja. Hanya saja, kadar vitamin B nya cenderung tidak mengalami perubahan. Hal ini berarti, meski terjadi perubahan nilai gizi, perubahannya tidak begitu besar.

Berbagai manfaat roti bakar bagi kesehatan

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa manfaat kesehatan dari makan roti bakar yang diolah dengan tepat. Rasanya yang lezat juga dianggap cocok untuk dijadikan makanan harian.

Berikut adalah beberapa manfaat dari makan roti bakar.

  1. Baik bagi penderita diabetes

Jurnal European Journal of Clinical Nutrition yang dipublikasikan pada Mei 2018 lalu menyebut roti bakar cenderung memiliki nilai indeks glikemik yang rendah sehingga aman untuk dikonsumsi penderita diabetes. Hanya saja, pakar kesehatan lebih menyarankan roti gandum, bukannya roti putih, dan tidak menambahkan mentega atau topping yang tidak sehat saat mengolahnya.

  1. Bisa mengatasi diare

Makan roti panggang ternyata bisa membantu mengatasi diare. Hanya saja, roti bakar juga harus dikombinasikan dengan makanan lain seperti apel, pisang, dan nasi demi mendapatkan manfaat ini.

  1. Mengatasi mual

Pakar kesehatan juga menyebut roti panggang sebagai makanan yang efektif mengatasi masalah mual-mual atau flu perut.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi