Terbit: 23 Maret 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Rontgen dada adalah salah satu metode umum yang digunakan untuk mendiagnosis sejumlah permasalahan yang ada di dalam area dada tersebut. Ketahui lebih lanjut mengenai prosedur pemeriksaan penunjang yang satu ini!

Rontgen Dada: Tujuan, Prosedur, Efek Samping, Biaya

Apa Itu Rontgen Dada?

Rontgen dada adalah suatu metode pemeriksaan penunjang berupa pencitraan yang dilakukan dengan menggunakan alat rontgen dada yakni sinar-X. Metode ini nantinya akan menghasilkan citra bagian dalam dada yaitu:

  • Jantung
  • Paru-paru
  • Tulang
  • Pembuluh darah

Metode ini tidak bersifat invasif. Artinya, tidak ada tindakan pembedahan yang dilakukan dalam pelaksanaannya. Oleh karena tingkat kompleksitasnya yang tidak tinggi, rontgen dada (thoraks) umum digunakan sebagai prosedur pemeriksaan penunjang tahap awal.

Tujuan Rontgen Dada

Tujuan melakukan rontgen dada adalah untuk mencari tahu perihal kondisi organ, tulang, hingga pembuluh darah yang ada di area dada. Dengan metode ini, dokter akan terbantu dalam mendiagnosis kondisi medis pasien.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai tujuan thoraks yang perlu Anda ketahui dan pahami!

1. Memeriksa Kondisi Paru-Paru

Tujuan yang pertama adalah untuk memeriksa kondisi paru-paru pasien apakah terdapat masalah kesehatan pada organ pernapasan tersebut.

Beberapa masalah paru-paru yang biasanya membutuhkan thoraks sebagai diagnosis tahap awal antara lain:

  • Infeksi
  • Pneumonia
  • Emfisema
  • Cystic fibrosis
  • Kanker paru-paru

2. Memeriksa Kelainan Paru-Paru yang Disebabkan Penyakit Jantung

Selain itu, pemeriksaan ini  juga berfungsi untuk mengidentifikasi adanya masalah pada organ paru-paru yang disebabkan oleh penyakit gagal jantung kongestif.

Penyakit paru-paru yang dimaksud yakni edema paru di mana telah terjadi penumpukan cairan pada organ pernapasan tersebut.

3. Memeriksa Ukuran dan Bentuk Jantung

Tujuan atau indikasi rontgen dada selanjutnya adalah untuk melihat ukuran dan bentuk dari organ jantung pasien.

Pemeriksaan ini dapat memperlihatkan kondisi jantung dari segi ukuran maupun bentuk. Apabila ditemukan adanya perubahan bentuk dan ukuran, maka hal ini mengindikasikan jantung sedang mengalami masalah seperti:

  • Gangguan katup jantung
  • Penumpukan cairan di sekitar jantung (efusi perikardial)
  • Gagal jantung

4. Memeriksa Kondisi Pembuluh Darah

Rontgen dada juga sanggup menghasilkan citra yang jelas dari pembuluh darah arteri dan pembuluh darah pulmonal yang letaknya berdekatan dengan organ jantung.

Hal ini tentunya dapat membantu dokter dalam mencari tahu apakah ada masalah pada pembuluh darah yang berpotensi mengganggu fungsi jantung.

5. Memeriksa Kondisi Tulang

Salah satu kondisi yang umum menggunakan pemeriksaan ini sebagai deteksi awal adalah kerusakan pada tulang, entah itu akibat benturan maupun kondisi terkait lainnya.

Oleh sebab itu, pada pasien yang baru saja mengalami insiden berkaitan dengan tulang dada, dokter akan melakukan tindakan rontgen sebagai langkah awal untuk mengetahui tingkat kerusakan yang dialami.

6. Memeriksa Kandungan Kalsium

Metode pemeriksaan penunjang yang satu ini juga dapat mendeteksi kandungan kalsium yang ada di dalam organ jantung maupun pembuluh darah.

Apabila ditemukan adanya kandungan kalsium baik pada jantung atau pembuluh darah, maka dokter bisa segera menentukan langkah pengobatan selanjutnya karena kondisi ini jika tidak segera ditangani dapat berujung pada komplikasi berupa:

  • Gangguan katup jantung
  • Penyakit pembuluh darah koroner
  • Masalah otot jantung

7. Memeriksa Kondisi Alat Bantu Hidup (Defribillator, Kateter, dsb.)

Pada kasus di mana pasien dipasangi alat penunjang hidup seperit defribillator, kateter, dan semacamnya, rontgen dada bertujuan untuk memantau apakah alat tersebut telah terpasang dengan baik dan tetap berada pada posisinya setelah beberapa waktu pemakaian.

Selain itu, metode ini juga bisa dijadikan bahan analisis dokter apakah alat-alat tersebut telah menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

8. Memantau Kondisi Pasca Operasi

Selang beberapa waktu pasca operasi, dokter biasanya akan meminta pasien untuk kembali menjalani prosedur pemeriksaan penunjang  ini.

Tujuannya tak lain untuk memantau apakah organ sudah berfungsi dengan baik atau justru ada masalah lain yang ditimbulkan sebagai efek samping dari tindakan operasi tersebut.

Pada Kondisi Apa Harus Melakukan Rontgen Dada?

Anda akan disarankan untuk  melakukan rontgen apabila mengalami sejumlah gejala atau kondisi berikut ini:

  • Nyeri dada
  • Demam
  • Batuk kronis berkepanjangan
  • Sesak napas

Peringatan dan Perhatian Rontgen Dada

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukan metode pemeriksaan penunjang yang satu ini. Berikut penjelasannya!

1. Pra Rontgen Dada

Sebelum melakukan rontgen dada, biasanya dokter akan pastikan jika memang tindakan ini adalah yang paling tepat untuk mendiagnosis kondisi medis yang tengah Anda alami.

Pada umumnya, tidak ada persiapan khusus yang harus dilakukan sebelum menjalani rontgen. Akan tetapi, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Hindari menggunakan aksesoris tubuh (perhiasan, jam tangan, dsb.) secara berlebihan guna mempermudah proses pemeriksaan.
  • Gunakan pakaian yang mudah untuk dilepaskan karena nantinya Anda harus menggunakan pakaian khusus yang disediakan oleh pihak rumah sakit.
  • Sampaikan pada dokter jika di dalam tubuh Anda juga tertanam alat seperti kateter, defibrilator, dan sebagainya.

2. Prosedur Rontgen Dada

Prosedur penerapan thoraks pada umumnya adalah sebagai berikut:

  • Pasien akan diminta berdiri (bisa juga duduk atau berbaring) dengan posisi tubuh bagian depan menghadap alat rontgen dada.
  • Radiografer mungkin akan meminta pasien untuk menahan napas selama beberapa detik selama proses pemindaian gambar berlangsung.
  • Proses pemindaian selesai, pasien akan diminta untuk menunggu hasilnya.

3. Pasca Rontgen Dada

Pasca rontgen selesai dilakukan—biasanya membutuhkan waktu 20 menit—tidak ada prosedur lainnya yang dibutuhkan. Dokter mungkin akan langsung memperbolehkan pasien untuk pulang dan diminta untuk kembali datang beberapa hari kemudian untuk memberitahukan hasil tes.

Hasil Rontgen Dada

Hasil rontgen akan keluar dalam waktu beberapa hari, namun dalam kondisi gawat darurat, hasilnya bisa saja keluar lebih cepat sehingga dokter bisa langsung melakukan analisis dan menentukan langkah medis selanjutnya yang harus ditempuh.

Hasil pemeriksaan mengarah pada sejumlah kemungkinan, yakni antara kondisi bagian dalam dada pasien normal dan tidak ada masalah mayor atau sebaliknya, terdapat masalah pada bagian dalam dada sehingga harus segera ditangani lebih lanjut.

Efek Samping Rontgen Dada

Prosedur ini menyebabkan efek samping berupa paparan radiasi. Akan tetapi, tingkat paparan radiasi tersebut tergolong sangat kecil sehingga tidak berdampak signifikan terhadap tubuh pasien.

Kendati demikian, metode ini tidak disarankan untuk diterapkan pada anak-anak dan ibu hamil mengingat kedua golongan tersebut memiliki tubuh yang sensitif.

Biaya Rontgen Dada

Biaya rontgen bervariasi, tergantung dari seberapa banyak gambar yang dibutuhkan untuk pemeriksaan. Selain itu, faktor fasilitas rumah sakit (alat, tenaga medis, dll) juga turut memengaruhi besaran biaya yang harus dikeluarkan oleh pasien yang hendak menjalani prosedur ini. Akan tetapi, umumnya kisaran biaya rontgen ini berada di angka Rp65.000,00 – Rp200.000,00.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

  1. Anonim. Chest X-Rays. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/chest-x-rays/about/pac-20393494 (Diakses pada 23 Maret 2020)
  2. Krans, B. 2017. Chest X-Rays. https://www.healthline.com/health/chest-x-ray#procedure (Diakses pada 23 Maret 2020)
  3. RSUD Kota Tangerang. Pusat Tanya Jawab. https://rsud.tangerangkota.go.id/qa/read?code=NZUIKW%252F17%252F03%252F2020 (Diakses pada 23 Maret 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi