Jenis-Jenis Rokok yang Rendah Nikotin dan Tar

bahaya-nikotin-dan-tar-doktersehat

DokterSehat.Com – Banyak para pecandu rokok yang telah sadar akan bahayanya merokok tetapi sulit untuk berhenti merokok. Jika begitu maka pilihan rokok rendah nikotin dan tar bisa menjadi solusi sementara hingga benar-benar bisa berhenti merokok.

Baca terus untuk mengetahui jenis-jenis rokok, batas kandungan nikotin dan tar pada rokok, dan daftar rokok dengan nikotin dan tar rendah. Dengan begitu, Anda bisa beralih pada rokok rendah nikotin dan tar secara bertahap.

Jenis-jenis rokok

Sebelum mengetahui daftar rokok yang rendah nikotin dan tar, Anda perlu tahu beberapa jenis rokok terlebih dahulu. Di bawah ini adalah beberapa jenis rokok yang sangat dikenal dan digemari perokok:

1. Rokok putih

Rokok putih adalah rokok yang hanya berisi daun tembakau yang dicacah dan diberi aroma tertentu.

2. Rokok kretek

Rokok kretek adalah rokok yang berisikan daun tembakau dan cengkeh. Disebut rokok kretek karena mengeluarkan bunyi “kretek..kretek..” ketika telah dibakar.

3. Cerutu

Cerutu adalah rokok yang merupakan gulungan daun tembakau. Jadi, cerutu tidak berisi cacahan daun tembakau melainkan daun tembakau utuh yang telah dikeringkan.

4. Rokok elektrik

Rokok elektrik adalah rokok yang menggunakan larutan nikotin dan campuran zat lain untuk kemudian dipanaskan.

5. Shisha

Shisha atau hookah adalah rokok khas Timur Tengah yang hampir mirip dengan rokok elektrik karena sama-sama menggunakan larutan yang kemudian dipanaskan.

Baca Juga: Mana yang Lebih Berbahaya, Rokok Biasa, Vape, Atau Shisha?

Batas kandungan nikotin dan tar pada rokok

Kandungan nikotin dan tar yang ada di dalam rokok telah memiliki peraturan yang harus dipatuhi oleh para produsen. Beberapa negara memiliki peraturan terkait batas kandungan nikotin dan tar pada rokok.

Uni Eropa memiliki sebuah peraturan yang menegaskan bahwa batas kandungan nikotin dari setiap batang rokok adalah 1 mg dan batas kandungan tar adalah 10 mg/ batang. Peraturan ini semakin tegas jika para produsen harus melaporkan jumlah kandungan yang ada di dalam produk rokok per batang.

Selaras dengan uni eropa, negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura juga memiliki aturan yang ketat dalam batas jumlah kandungan nikotin dan tar pada rokok. Pemerintah Malaysia mengatur batas maksimal kandungan asap rokok adalah  1,5 mg nikotin dan 20 mg tar.

Baca Juga: 16 Bahaya Nikotin pada Tubuh, Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi!

Pemerintah Singapura juga menerapkan aturan batas kandungan nikotin dan tar ini. Batas maksimal nikotin dan tar per batang rokok secara berturut-turut adalah 1 mg dan 10 mg. Aturan tersebut cukup tegas dan harus dipatuhi oleh setiap produsen rokok.

Di dalam negeri, Indonesia lebih dulu memiliki peraturan serupa yaitu tertuang pada PP Pengamanan Rokok bagi Kesehatan (PP 81/1999) yang menetapkan bahwa setiap batang rokok tidak boleh melebihi 1,5 mg nikotin dan 20 mg tar.

Meskipun telah memiliki peraturan mengenai batas maksimal kandungan nikotin dan rokok tetapi penerapan dan pengawasan terhadap aturan ini masih lemah. Hal ini membuat adanya produk rokok dengan kadar nikotin dan tar lebih dari batas maksimal yang telah ditetapkan beredar di masyarakat.

Daftar rokok rendah nikotin dan tar

Anda telah mengetahui batas maksimal jumlah kandungan nikotin dan tar untuk setiap batang rokok. Batas tersebut bisa menjadi acuan dalam menentukan daftar rokok yang rendah nikotin dan tar.

Berikut ini adalah daftar rokok rendah nikotin dan tar yang disajikan secara berurutan:

1. Rokok elektrik

Rokok elektrik atau vape diklaim memiliki kandungan nikotin yang rendah yaitu 0 mg. Meskipun ada juga rokok elektrik yang memiliki kandungan nikotin sebanyak 6 mg, 11 mg, 16 mg, dan 30 mg per satu ml cairan.

2. Rokok herbal

Rokok herbal yang terbuat dari bahan-bahan herbal mengandung nikotin yang juga rendah, yaitu sebesar 0,3 mg per batang rokok. Akan tetapi, sayangnya kandungan nikotin yang rendah tidak serasi dengan kandungan tar yang malah lebih dari batas maksimal yaitu 40 mg/batang rokok.

3. Shisha atau hookah

Rokok yang satu ini sangat populer di Timur Tengah yaitu shisha atau hookah. Sekilas, shisha mirip dengan vape atau rokok elektrik tetapi shisha memiliki peralatan yang lebih kompleks dan tambahan cairan.

Kandungan nikotin dalam cairan shisha adalah 0,8 mg/ml, sedangkan kandungan tar di dalam 70 L asap shisha adalah 319 mg. Jumlah kandungan nikotin pada shisha memang terbilang rendah tetapi tidak pada kandungan tar.

Selain itu, shisha sebenarnya lebih berbahaya daripada rokok karena perokok shisha bisa menghirup lebih banyak asap dari perokok batangan, yaitu hingga 50 sampai 80 L asap setiap kali. Angka ini sepuluh kali lipat daripada perokok batang yang hanya menghirup 0,5 sampai 0,8 L asap.

4. Rokok mild

Jenis rokok rendah nikotin dan tar urutan berikutnya adalah rokok mild atau rokok putih. Rokok ini juga disebut rokok light karena menyiratkan rendahnya kandungan nikotin dan tar yang bisa mengurangi bahaya rokok terhadap kesehatan.

Kandungan nikotin dan tar pada rokok mild ini berbeda-beda tergantung merk rokok. Rata-rata, rokok mild yang ada di pasaran mengandung 0,8-1,1 mg nikotin dan 10-18 mg tar. Jumlah kandungan nikotin dan tar pada setiap batang rokok mild memang lebih rendah dari batas maksimal yang telah ditetapkan di Indonesia.

Baca Juga: 7 Cara Berhenti Merokok untuk Wanita yang Ingin Segera Hamil

5. Rokok kretek

Jumlah kandungan rokok kretek cukup bervariasi. Ada rokok kretek yang memiliki kandungan nikotin dan tar yang rendah yaitu 0,1-0,85 mg nikotin dan 0,98-19,93 mg tar per batang rokok.

Akan tetapi, ada pula rokok kretek yang mengandung lebih dari batas maksimal dan cukup tinggi. Ada rokok kretek yang mengandung nikotin hingga 4,04 mg/ batang dan tar sebanyak 57,26 mg/ batang.

Secara rata-rata, rokok kretek yang merupakan rokok khas Indonesia memiliki rata-rata jumlah kandungan nikotin. Pada sigaret kretek tangan, rata-rata kandungan nikotin adalah 2,11 mg/ batang dan kandungan tar sebesar 41,09 mg/ batang.

Pada sigaret kretek mesin, kandungan nikotin dan tar memang lebih rendah. Rata-rata kandungan pada rokok sigaret kretek mesin adalah 1,38 mg nikotin dan 23,7 mg tar untuk setiap batang rokok.

6. Cerutu

Cerutu mengandung nikotin dan tar yang paling tinggi. Bayangkan, kandungan nikotin pada cerutu adalah 10 kali lipat dan kandungan tar sebanyak 2 kali lipat dari rokok filer. Cerutu yang paling terkenal adalah cerutu kuba dan harganya cukup mahal.

Tulisan ini tidak menghimbau Anda untuk memilih rokok tertentu tetapi menyajikan daftar rokok rendah nikotin dan tar yang bisa mengurangi bahaya nikotin dan tar terhadap kesehatan.

Setelah Anda berpindah pada rokok yang lebih rendah kandungan nikotin dan tarnya maka akan lebih baik jika Anda sering mengunyah permen karet. Ini bisa membantu Anda untuk segera berhenti merokok.

 

Sumber:

  1. Badan POM: InfoPOM Vol 18 no 2. Iswandi, Diyan FM, Ana P. 2017. Kadar Nikotin dan Tar pada Produk Rokok Indonesia. http://perpustakaan.pom.go.id/slims/repository/0217.pdf [diakses pada 8 Januari 2019]
  2. UniBraw: Dani dkk. Studi Kadar Nikotin dan Tar Sembilan Merk Rokok Kretek Filter yang Beredar di Wilayah Kabupaten Nganjuk. http://www.jtp.ub.ac.id/index.php/jtp/article/viewFile/178/554 [diakses pada 8 Januari 2019]
  3. USU: Usulan Penelitian {Bab 2 – Tinjauan Pustaka). http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/26613/Chapter%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y [diakses pada 8 Januari 2019]
  4. Neliti: Kumboyono, Junaiti S, Wiwin W. Pengalaman Perokok Rendah Tar dan Nikotin di Kota Malang. https://media.neliti.com/media/publications/111533-ID-pengalaman-perokok-rendah-tar-dan-nikoti.pdf [diakses pada 8 Januari 2019]
  5. WIMA (Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya): Penelitian – Tinjauan Pustaka. http://repository.wima.ac.id/3641/1/Bab%201.pdf [diakses pada 8 Januari 2019]
  6. USNews: Lisa Esposito. 2016. Cigars, Cigarettes and Cigarillos: How Each Affects Health. https://health.usnews.com/wellness/articles/2016-11-09/cigars-cigarettes-and-cigarillos-how-each-affects-health [diakses pada 8 Januari 2019]
  7. Unila: Penelitian (Tinjauan Pustaka). http://digilib.unila.ac.id/6591/14/BAB%202.pdf [diakses pada 8 Januari 2019]
  8. UIN: Siti Sarah A. 2017. Gambaran Persepsi Tentang Rokok Elektrik Pada Para Pengguna Rokok Elektrik di Komunitas Vaporizer Kota Tangerang. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/35973/1/Siti%20Sarah%20Alawiyah-FKIK.pdf [diakses pada 8 Januari 2019]