Terbit: 18 Februari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Banyak orang yang sedang kehilangan konsentrasi atau ide memilih untuk pergi keluar dan merokok. Kebiasaan ini dianggap mampu membuat pikiran menjadi lebih segar. Hanya saja, mengingat rokok dikenal luas buruk bagi kesehatan, termasuk kesehatan otak, bagaimana bisa rokok justru bisa membantu memunculkan ide-ide baru?

Mengapa Rokok Dianggap Bisa Membantu Memunculkan Ide?

Kaitan antara rokok dengan fungsi otak

Pakar kesehatan menyebut dari ratusan zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok, ada empat yang paling berbahaya. Zat pertama adalah nikotin yang bisa merusak pembuluh darah. Zat berikutnya adalah tar yang bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker. Zat ketiga adalah karbon monoksida yang bisa berperan sebagai racun di dalam tubuh dan mengganggu sirkulasi darah. Zat terakhir adalah residu rokok yang bisa menyebabkan peradangan pada berbagai bagian tubuh layaknya paru-paru atau jantung.

Gangguan pada sirkulasi darah bisa berimbas pada menurunnya asupan oksigen dan nutrisi ke otak. Seharusnya hal ini akan mengganggu fungsi kognitif otak. Hanya saja, banyak perokok yang justru membutuhkannya untuk menyegarkan pikiran. Menurut pakar kesehatan, hal ini disebabkan oleh adanya fenomena yang disebut sebagai masking effect.

Efek ini disebabkan oleh kemampuan nikotin dalam mempengaruhi kondisi keseimbangan kimia di dalam otak. Sebagai contoh, akan muncul hormon dopamine dan norepinephrine yang bisa membuat otak mengeluarkan sensasi bahagia atau rileks saat merokok. Selain itu, akan muncul anti nikotin yang bisa membuat otak justru merasa depresi, kehilangan mood, dan cemas atau kurang tenang jika tidak merokok. Karena alasan inilah para perokok seperti membutuhkan rokok demi menenangkan atau menyegarkan pikiran. Padahal, dalam jangka panjang rokok bisa merusak kesehatan dan fungsi otak dengan signifikan.

Dampak buruk jangka panjang rokok bagi otak

Pakar kesehatan menyebut masking effect ini bisa sangat berbahaya karena akan membuat seseorang kecanduan merokok. Jika sampai kegiatan ini terus dilakukan dalam jangka panjang, maka lambat laun otak akan mengalami masalah kesehatan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Berikut adalah dampak kesehatan yang akan dialami otak jika terus merokok.

  1. Kecanduan

Nikotin ternyata bisa masuk ke dalam reseptor otak yang akhirnya membuat kita mengalami sensasi senang atau bahagia. Otak pun seperti kecanduan sensasi senang dan bahagia ini sehingga jika kita tidak merokok atau berusaha untuk berhenti merokok, akan muncul perasaan gelisah, cemas, dan gangguan emosi lainnya.

  1. Meningkatkan risiko demensia

Penelitian telah membuktikan bahwa para perokok berat dalam jangka panjang cenderung mengalami penyusutan otak dengan cepat. Hal ini tentu akan berpengaruh besar bagi kondisi kemampuan kognitif. Bahkan, pakar kesehatan menyebut kebiasaan ini akan meningkatkan risiko terkena demensia dan alzheimer hingga 79 persen!

Para perokok juga cenderung lebih rentan terkena insomnia, kondisi yang bisa membuat tubuh kekurangan waktu istirahat dan akhirnya memicu kerusakan otak.

  1. Menurunkan suplai oksigen menuju otak

Merokok bisa mengganggu sirkulasi darah sehingga asupan oksigen menuju otak bisa menurun. Jika hal ini terjadi dalam jangka panjang, maka risikonya adalah akan membuat IQ, kemampuan menganalisa dan menyelesaikan masalah pun menurun dengan drastis.

  1. Merusak konsentrasi

Meski sering dianggap mampu memunculkan ide atau membantu berkonsentrasi, sebenarnya kita akan kesulitan untuk berkonsentrasi setelah merokok. Hal ini disebabkan oleh menurunnya suplai oksigen menuju otak dengan signifikan. Kita justru akan disibukkan oleh aktivitas merokok demi menenangkan pikiran, bukannya produktif untuk melakukan banyak hal.

  1. Meningkatkan risiko stroke

Nikotin mampu membuat darah menjadi kental sekaligus merusak pembuluh darah. Pengendapan plak juga akan semakin menumpuk. Hal ini bisa membuat risiko stroke meningkat dua kali lipat.

Melihat fakta ini, kita memang sebaiknya menghindari rokok demi mencegah gangguan kesehatan otak.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi