Menjadi Pramugari Lebih Rentan Terkena Penyakit Ini

pramugari-doktersehat
Photo Source: Twitter/lionairgroup

DokterSehat.Com– Kasus jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 menyisakan banyak kisah pilu, khususnya bagi para keluarga korban yang ditinggalkan. Selain para penumpang, banyak kisah menyedihkan dari para pramugari yang juga harus kehilangan nyawa akibat tragedi ini. Dalam realitanya, menjadi pramugari memang memiliki risiko besar untuk mengalami kecelakaan pesawat yang bisa memberikan dampak yang sangat fatal. Tak disangka, selain risiko kecelakaan, menjadi pramugari ternyata juga rentan untuk terkena masalah kesehatan.

Menjadi pramugari sebenarnya adalah impian bagi banyak orang. Bagaimana tidak, memiliki profesi ini memberikan kesempatan besar bagi seseorang untuk mengunjungi banyak tempat sekaligus bisa selalu tampil modis. Hanya saja, menjadi pramugari bisa membuat seseorang merasa lelah, terpapar jet lag, hingga mengalami gangguan jam biologis tubuh akibat sering mengalami perbedaan zona waktu, apalagi jika pramugari ini bekerja di penerbangan jarak jauh antar negara atau antar benua.

Masalahnya adalah kondisi jet lag atau mengalami perbedaan zona waktu ini bisa mengacaukan ritme sirkadian tubuh. Jika sampai hal ini terjadi, maka sistem kekebalan tubuh bisa mengalami gangguan. Bahkan, dalam banyak kasus, hal ini akan menyebabkan gangguan metabolisme sel-sel yang akhirnya berkembang menjadi sel kanker.

Selain itu, lingkungan kerja pramugari yang berada di pesawat dengan ketinggian juga membuat mereka sering terpapar radiasi. Hal ini ternyata bisa menyebabkan kerusakan DNA dan akhirnya meningkatkan risiko terkena kanker. Beberapa jenis kanker yang bisa saja menyerang para pramugari adalah kanker kulit non melanoma dan kanker payudara. Selain itu, mereka juga lebih rentan untuk terkena kanker rahim, kanker tiroid, dan beberapa jenis kanker yang menyerang saluran pencernaan.

Hanya saja, bukan berarti setiap pramugari akan mudah terkena berbagai penyakit mengerikan ini. Asalkan para pramugari ini mampu menjaga gaya hidup tetap sehat seperti menerapkan pola makan dengan kadar gizi yang ideal, selalu mendapatkan waktu beristirahat yang cukup, rajin melakukan aktivitas fisik, dan mengelola stres dengan baik, maka risiko untuk terkena gangguan kesehatan pun bisa diturunkan dengan signifikan.