Terbit: 7 Agustus 2020
Ditulis oleh: dr. Eta Auria Latiefa | Ditinjau oleh: Tim Dokter

COVID-19 menular melalui droplet (percikan) yang dikeluarkan oleh orang terinfeksi saat berbicara, bersin, atau batuk. Kita juga disarankan untuk menjaga kebersihan tangan dan benda yang sering disentuh. Lalu, bagaimana degan risiko penularan COVID-19 melalui make up?

Risiko Penularan COVID-19 Melalui Make Up dan Pencegahannya

Penularan COVID-19 Melalui Make Up

Droplet (percikan) yang membawa virus COVID-19 dapat saja mengenai berbagai benda dan permukaan. Tanpa disadari, alat make up juga dapat terkena droplet yang terkontaminasi virus tersebut.

Apabila Anda menggunakan alat make up lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, maka virus dapat masuk ke dalam tubuh. Terlebih lagi, alat make up banyak yang diaplikasikan pada daerah sekitar mata, hidung, mulut, seperti maskara, eyeliner, eye shadow, lipstick, dll.

Jadi, meskipun bukan media penularan utama, alat make up memiliki potensi dalam penularan COVID-19.

Berapa Lama COVID-19 Dapat Bertahan di Alat Make Up?

Hingga artikel ini terbit, belum banyak penelitian yang menyatakan berapa lama virus SARS-CoV-2 ini mampu bertahan di permukaan benda, termasuk alat make up.

Berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine pada April 2020, virus corona dapat bertahan di permukaan plastik hingga 72 jam. Sebagai contoh pada alat make up, virus dapat bertahan pada tabung plastik krim atau skincare, botol foundation, wadah riasan compact, dll.

Alat make up yang berisiko menjadi media penularan

Produk make up memiliki potensi sebagai media penularan COVID-19, khususnya make up yang diaplikasikan pada daerah mata dan bibir. Beberapa contohnya seperti maskara, eyeshadow, eyeliner yang penggunaannya dekat sekali dengan area mata dan berisiko menginfeksi permukaan mata melalui selaput lendir konjungtiva.

Oleh karena itu, saat menggunakan alat make up tersebut harus hati-hati sehingga tidak akan mengenai selaput mukosa. Selain itu, produk make up seperti lipstick, lipbalm, lipliner juga berisiko karena diaplikasikan pada bibir yang merupakan jalur masuk saluran napas.

Walaupun di dalam produk make up biasanya mengandung pengawet yang dapat mencegah kontaminasi bakteri dan jamur, namun bahan pengawet tersebut tidak dapat mencegah kontaminasi virus.

Tips Mencegah Penularan COVID-19 Melalui Alat Make Up

Dilansir dari infografis Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), ada beberapa tips yang dapat Anda terapkan guna mencegah penularan COVID-19 melalui alat make up:

  • Usahakan Tidak Membawa Make Up ke Luar Rumah

Kebanyakan perempuan terbiasa untuk membawa alat make up di dalam kotak riasan atau tas yang dibawa sehari-hari. Namun, dalam situasi pandemi COVID-19, ada baiknya alat make up tidak perlu dibawa keluar rumah dengan tujuan untuk mengurangi kontaminasi karena kita tidak tahu bisa tertular dari mana dan dari siapa saja di luar sana.

  • Ganti Produk Make Up Secara Berkala

Selain memperhatikan masa expired date, produk make up yang Anda pakai sehari-hari perlu diganti secara berkala guna mencegah penularan COVID-19. Sebagai contoh, maskara dan eye liner perlu diganti tiap 3 bulan, eye shadow tiap 6 bulan, foundation cair/pelembap dapat diganti tiap 6-12 bulan.

Perlu diperhatikan, jika Anda termasuk orang yang membutuhkan make up untuk dibawa setiap hari, maka penggantian produk berkala sebaiknya lebih cepat dari rekomendasi di atas, yaitu sekitar 3-6 minggu.

  • Buang Make Up Apabila Anda Terinfeksi COVID-19

Jika Anda dinyatakan terinfeksi COVID-19 atau mencurigai alat make up terkontaminasi oleh orang yang terinfeksi COVID-19, sebaiknya hentikan penggunaan dan buang alat make up tersebut.

  • Lakukan Desinfeksi Kemasan Produk Make Up Setiap Hari

Desinfeksi permukaan produk make up menjadi hal penting yang perlu dilakukan. Anda dapat menggunakan cairan antibakteri yang terdapat dalam produk tisu basah, semprotan, atau produk lainnya.

  • Bersihkan Permukaan Atas dan Samping Lipstick/Lipbalm

Pastikan untuk lebih sering membersihkan bagian atas dan samping lipstick/lipbalm sebelum dan setelah digunakan. Anda bisa membersihkannya menggunakan tisu basah.

  • Cuci Brush dan Sponge Setelah Dipakai

American Academy of Dermatology merekomendasikan untuk membersihkan brush dan sponge setiap 7-10 hari guna membasmi bakteri yang bisa saja bertumpuk pada alat make up tersebut. Pada situasi pandemi COVID-19 ini, ada baiknya bila Anda membersihkan brush dan sponge setiap hari setelah digunakan. Gunakan air hangat dan sabun, lalu keringkan.

Terakhir, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau memakai hand sanitizer sebelum Anda mengaplikasikan make up ke wajah. Dan jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di manapun Anda berada. Gunakan masker, hindari kerumunan, serta jaga jarak 1-2 meter dengan orang lain.

 

Informasi kesehatan ini disponsori:
logo-cimsa-ugm-doktersehat

 

 

 

  • American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-secrets/routine/clean-your-makeup-brushes. (Diakses pada 30 Juli 2020)
  • Infografis Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia. Apakah Virus Corona Dapat Hidup pada Make up? (Diakses pada 8 Juni 2020).
  • The New England of Journal Medicine. https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMc2004973. (Diakses pada 30 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi