Risiko Kehamilan Kembar pada Ibu dan Janinnya

risiko-melahirkan-bayi-kembar-doktersehat

DokterSehat.Com – Bagi beberapa orang, memiliki anak kembar adalah keinginan terbesar setelah menikah. Sayangnya, tidak semua pasangan memiliki kesempatam untuk memiliki bayi kembar. Kalau dari pihak pria dan wanita tidak ada riwayat bayi kembar, janin yang nantinya dikandung akan cenderung tunggal.

Oh ya, meski memiliki bayi kembar terlihat menyenangkan, kondisi ini sebenarnya penuh risiko dan bahaya untuk ibu dan janinnya. Karena ada dua janin di dalam rahim, kemungkinan terjadi gangguan kesehatan akan menjadi besar.

Risiko kehamilan kembar pada ibu

Kehamilan biasa saja memberikan cukup banyak risiko pada wanita. Oleh karena itu, mereka yang sudah mengetahui kondisi kehamilan di rahimnya harus memperhatikan beberapa hal di bawah ini.

  1. Preeklampsia

Preeklampsia bisa terjadi pada wanita yang hamil tunggal dan tidak bisa menjaga gaya hidupnya. Kondisi ini memicu tekanan darah menjadi lebih tinggi dari biasanya. Selain itu, di dalam urine dari wanita juga terdapat banyak sekali protein. Salah satu tanda dari preeklampsia adalah sering merasakan pusing tidak tertahankan dan kenaikan berat badan secara berlebihan.

Kalau kondisi preeklampsia ini tidak segera diatasi, akan muncul gangguan pada ibu dan juga janinnya. Kemungkinan terjadi kematian pada keduanya juga sangat besar. Kondisi preeklampsia pada wanita akan hilang sendiri saat mereka sudah melakukan persalinan. Oh ya, kondisi preeklampsia ini akan semakin besar kalau wanita mengandung bayi kembar.

  1. Diabetes gestasional

Diabetes gestasional sebenarnya cukup langka terjadi pada wanita. Wanita dengan kehamilan tunggal hanya berpotensi mengalami kondisi ini sebanyak 5% saja. Namun, kalau mereka sampai memiliki bayi kembar di dalam rahimnya, kemungkinannya akan meningkat sehingga bisa berdampak pada keduanya.

Oh ya, meski kondisi diabetes ini cukup berbahaya, ada beberapa cara untuk mengatasinya. Wanita hanya perlu mengganti gaya hidupnya menjadi lebih baik dan selalu memperhatikan apa yang sudah dimakan. Kalau wanita bisa melakukan ini saat hamil hingga akhirnya melakukan persalinan, gula darah akan membaik menjadi normal dan diabetes hilang perlahan-lahan.

  1. Perdarahan lebih banyak

Wanita dengan kehamilan kembar akan lebih rentan mengalami perdarahan selama kehamilan hingga persalinan. Perdarahan pertama terjadi pada saat implantasi janin ke rahim. Karena bebannya lebih besar, kemungkinan terjadi perdarahan akan besar. Selanjutnya saat berhubungan seks, kemungkinan terjadi perdarahan juga besar.

Saat melakukan persalinan normal, kemungkinan terjadi kerusakan organ pada vulva dan juga memar di serviks akan besar. Perdarahan ini akan berlanjut saat nifas dengan jumlah yang cukup banyak. Wanita yang mengalami perdarahan cukup banyak berisiko mengalami anemia hingga gangguan lainnya seperti infeksi.

  1. Mual di pagi hari lebih kuat

Mual di pagi hari akan lebih kuat dari sebelumnya. Sebagian besar wanita yang hamil muda akan mengalami morning sickness yang cukup kuat. Kondisi ini menyebabkan mereka selalu merasa tidak nyaman saat pagi hari. Apa saja yang dimakan tidak bisa masuk dengan sempurna dan akhirnya tubuh selalu lemas.

Pada wanita yang memiliki kehamilan kembar, kondisi ini jauh lebih kuat dan menyebabkan wanita kian lemas. Kondisi ini biasanya akan membaik seiring dengan berjalannya waktu sehingga pada tiga bulan pertama, perjuangan wanita menjadi lebih susah dari sebelumnya.

  1. Kemungkinan terjadi pembedahan Caesar akan besar

Memiliki lebih dari satu janin yang terus membesar di dalam rahim akan memberikan tekanan yang kuat di perut hingga area vagina. Pada kondisi tertentu bisa muncul sakit yang cukup kuat. Persalinan dengan Caesar juga kadang berisiko pada ibunya karena bisa menyebabkan kerusakan organ.

Kalau wanita tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan dengan normal, pembedahan Caesar harus dilakukan. Dengan pembedahan ini wanita tidak harus berkutat dengan rasa sakit saat persalinan. Selain itu, nyawa dari anak dan ibu juga bisa dipertahankan dengan baik.

  1. Kemungkinan terjadi depresi pasca persalinan akan besar

Persalinan bayi kembar lebih berpotensi sebabkan gangguan pada wanita. Postpartum depression akan lebih mudah terjadi. Kondisi ini harus diperhatikan dengan baik oleh wanita dan pria agar tidak menjadi parah dan menyebabkan gangguan pada ibu dan bayi yang akhirnya susah mendapatkan ASI dan perawatan maksimal.

Risiko kehamilan kembar pada janin

Tidak hanya wanita hamil saja, janin yang sedang dikandungnya juga memiliki beberapa risiko selama kehamilan hingga akhirnya terjadi persalinan. Berikut beberapa risiko yang akan didapatkan.

  • Vanishing twin syndrome. Sindrom ini menyebabkan salah satu janin yang ada di dalam rahim keguguran begitu saja. Akhirnya hanya ada satu yang bisa bertahan hingga persalinan.
  • Gangguan pertumbuhan di dalam rahim. Kalau salah satu janin tumbuh dengan signifikan, janin yang lain akan sebaliknya. Kondisi ini hanya terjadi pada 10% kehamilan kembar.
  • Kemungkinan terjadi persalinan dengan berat badan cukup rendah akan tinggi. Semakin banyak bayi kembar yang ada di rahim, beratnya akan semakin rendah.
  • Kemungkinan terjadi persalinan secara prematur akan tinggi. Setidaknya dari berbagai kejadian persalinan kembar, hanya sekitar 40% saja yang bisa melahirkan tepat waktu. Selebihnya akan terjadi persalinan prematur.
  • Pasca persalinan, bayi akan membutuhkan perawatan yang lebih intensif. Kalau bayi dilahirkan secara prematur, kematangan organ dan juga gangguan lain harus diperhatikan. Jangan samakan dengan bayi normal karena kondisi seperti cerebral palsy pun bisa terjadi.

Inilah beberapa risiko kehamilan kembar yang akan dialami oleh ibu dan juga janin yang sedang dikandungnya. Nah, menurut Anda apa risiko terbesar yang paling mudah mengenai wanita yang sedang hamil kembar? Semoga informasi di atas bisa membantu kita semua untuk memahami risiko kehamilan kembar.