Ingin Menjadi Pramugari? Waspada Risiko Terkena Kanker

pesawat_doktersehat_1
Photo Source: Flickr/Roger Schultz

DokterSehat.Com– Salah satu profesi yang diidam-idamkan oleh banyak orang adalah menjadi seorang pramugari. Profesi ini dianggap bisa memberikan kesejahteraan sekaligus membuat kita bisa pergi ke berbagai tempat dengan cuma-cuma. Hanya saja, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Harvard University justru menghasilkan fakta mengejutkan tentang risiko kesehatan yang bisa didapatkan oleh para pramugari.

Dilansir dari Fox News, Irina Mordukovich yang memimpin penelitian ini menyebutkan bahwa menjadi staf penerbangan bisa meningkatkan risiko kanker dengan signifikan. Hal ini disebabkan oleh tingginya kemungkinan terkena zat karsinogenik, termasuk radiasi pengoin kosmik yang bisa muncul pada ketinggian tertentu.

“Radiasi ini mampu merusak DNA tubuh dan bisa menyebabkan kanker payudara serta kanker kulit non-melanoma,” ucap Irina.

Fakta mengejutkan ini didapatkan setelah Irina dan rekan-rekannya melakukan penelitian dengan melibatkan 5.300 pramugari dari berbagai maskapai secara online. Dalam penelitian yang berjudul Harvard Flight Attendant Health Study ini, disebutkan bahwa kasus kanker yang terjadi pada para pramugari cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang-orang dengan profesi lainnya.

Hal yang sama juga terjadi pada para pramugara. Risiko untuk terkena kanker melanoma bisa meningkat hingga 50 persen dan kanker kulit non-melanoma meningkat hingga 10 persen.

Menurut Irina, menjadi pramugari yang kerap mengalami jet lag dan perubahan zona waktu bisa memicu gangguan ritme sirkadian tubuh. Hal ini bisa memberikan pengaruh buruk bagi sistem kekebalan tubuh dan metabolisme sel. Hal inilah yang kemudian memicu kemunculan kanker.

Mereka yang berprofesi sebagai pilot atau para penumpang yang sering bepergian dengan menggunakan pesawat terbang juga memiliki risiko kesehatan yang sama. Karena alasan inilah ada baiknya staf penerbangan dan para penumpang rajin memakai tabir surya yang bisa menurunkan risiko terkena kanker kulit dengan signifikan.