10 Jenis Pekerjaan yang Berisiko Sebabkan Gangguan Paru-Paru

gangguan-paru-paru-doktersehat

DokterSehat.Com – Salah satu organ vital yang ada pada tubuh adalah paru-paru, selain jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh.  Organ ini digunakan dalam proses pernapasan seperti  menyerap oksigen sebelum akhirnya dibawa oleh darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Kalau paru-paru mengalami gangguan, fungsi organ lain juga ikut terganggu.

Pekerjaan yang memicu gangguan paru-paru

Paru-paru sangat penting untuk tubuh, kita diharuskan untuk menjaganya dan tidak melakukan aktivitas merugikan seperti merokok. Selain merokok, kesehatan paru-paru juga bisa menurunkan kalau kita tidak menjaga diri saat bekerja di lingkungan berikut ini.

  1. Bekerja di kawasan pertanian

Kawasan pertanian cukup berbahaya untuk kesehatan paru-paru karena banyak bahan kimia digunakan untuk membasmi hama. Semprotan hama ini bisa saja terhirup oleh hidung dan akhirnya masuk ke dalam paru-paru dan mengendap di dalam paru-paru dalam jangka waktu lama.

Kalau Anda tidak ingin mengalami gangguan pada paru-paru gunakan masker. Memakai masker saat bekerja di sawah atau lingkungan pertanian lainnya akan mencegah masuknya partikel kecil dari bahan kimia yang digunakan. Gunakan juga kacamata untuk melindungi mata dari zat kimia.

  1. Bekerja di pertambangan

Debu yang dihasilkan area tambang bisa menyebabkan seseorang mengalami pneumokoniosis. Penyakit ini bisa muncul karena ada debu organik, debu anorganik, dan debu batu bara yang mampu membuat paru-paru jadi menghitam. Itulah kenapa bekerja di tambang memiliki gaji cukup tinggi, karena risikonya juga tidak sedikit.

Kalau Anda bekerja di tambang atau tinggal di sekitarnya, selalu gunakan masker terbaik yang mampu menyaring udara kotor. Masker yang digunakan bukan masker biasa yang terbuat dari kain. Namun, masker yang sama saat digunakan oleh pemadam kebakaran atau mereka yang berada di wilayah tercemar.

  1. Bekerja di kawasan konstruksi

Berada di kawasan konstruksi bisa meningkatkan beberapa gangguan penyakit paru-paru seperti kanker paru-paru, mesothelioma, dan asbestosis. Gangguan ini sangat berbahaya pada organ karena bisa menyebabkan kondisi yang kronis dan menyebabkan kematian jika tidak segera ditolong.

Mengingat kawasan konstruksi penuh dengan risiko kesehatan dan juga kecelakaan, beberapa aturan diterapkan. Misal selalu menggunakan helm saat masuk ke zona konstruksi dan juga menggunakan masker atau sejenisnya kalau dibutuhkan untuk menghindari masalah dengan paru-paru.

  1. Bekerja di pabrik tekstil

Katun yang sedang diolah menjadi benang, kain, dan pakaian akan mengeluarkan partikel cokelat yang berbahaya. Apabila partikel ini sampai dihirup oleh seseorang dalam jangka waktu lama, byssinosis atau penyakit paru-paru cokelat akan terjadi.

Penyakit ini akan menyumbat saluran pernapasan sehingga penderita akan susah bernapas. Kemungkinan besar akan terjadi cacat pada paru-paru dan sangat berisiko sebabkan masalah yang lebih besar. Kalau Anda bekerja di lingkungan tekstil, masker adalah hal yang penting dan tidak bisa diabaikan.

  1. Bekerja di lingkungan otomotif

Bekerja di bengkel atau sejenisnya membuat Anda dekat sekali dengan oli, asap, dan sejenisnya. Partikel itu kalau sampai masuk dan terhirup akan sangat berbahaya untuk paru-paru. Oleh karena itu selalu gunakan masker saat uji coba motor, apalagi kalau motor sampai mengeluarkan asap yang banyak.

Saat melakukan perbaikan pada kendaraan jenis apa pun, ada baiknya untuk selalu menggunakan masker. Selalu bersihkan tangan setelahnya agar bersih dan tidak ada bekas oli atau bahan lainnya yang berbahaya.

  1. Tukang bersih rumah

Bekerja sebagai tukang bersih-bersih rumah ternyata tidak mudah. Ada banyak hal yang cukup berisiko dan mengganggu kesehatan dari paru-paru itu sendiri. Rumah memiliki cukup banyak debu dan juga partikel zat kimia berbahaya lainnya. Misal rumah sering menggunakan obat nyamuk semprot.

Sekilas bekerja di rumah tidak memberikan risiko apa pun. Namun, banyak hal berbahaya yang harus diwaspadai. Terlebih kalau Anda termasuk orang yang memiliki alergi dengan debu dan memiliki asma. Penyakit itu akan mudah kambuh dan memicu masalah yang lebih besar.

  1. Pekerja di rumah sakit

Rumah sakit memang tempat untuk membantu mereka yang sedang sakit. Namun, di sana juga tersimpan banyak sekali patogen dari mereka yang sakit dan bisa menularkan penyakit itu. Ambil contoh saja mereka yang sakit TBC atau gangguan paru-paru lainnya.

Dokter atau perawat yang bekerja di sana bisa saja memiliki kemungkinan terjangkit atau tertular. Oleh karena itu para pekerja yang ada di sana wajib menggunakan masker.

  1. Bekerja di salon rambut atau kecantikan

Bekerja di salon akan erat sekali dengan berbagai zat kimia yang nantinya digunakan untuk melakukan pewarnaan dari rambut. Zat kimia yang digunakan bisa saja terhirup oleh para pekerja saat menata rambut. Kalau zat itu sampai mengendap di paru-paru, gangguan bisa saja terjadi. Meski hanya bekerja di salon, keamanan tetap nomor satu.

  1. Bekerja di perusahaan pengecatan

Bahan-bahan berbahaya dalam pengecatan seperti isocyanate dan polyurethane  bisa menimbulkan alergi, iritasi kulit, hingga masalah pernapasan berat seperti asma. Saat bekerja di lingkungan otomotif, memakai masker khusus adalah kewajiban yang harus dilakukan.

  1. Bekerja sebagai pemadam kebakaran

Bekerja di pemadam kebakaran harus berhadapan dengan api yang panas dan asapnya yang berbahaya. Itulah kenapa pemadam kebakaran harus menggunakan pakaian lengkap sebelum melakukan pekerjaannya di lapangan. Kalau tidak dilakukan, risiko alami gangguan pada paru seperti keracunan asap bisa saja terjadi.

Inilah beberapa pekerjaan yang berisiko sebabkan gangguan pada paru-paru. Kalau Anda bekerja di salah satu ulasan di atas, ada baiknya selalu menjaga diri dan menggunakan masker kapan pun dibutuhkan. Semoga ulasan di atas bermanfaat.