Terbit: 7 September 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah dan rekan-rekannya yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul Asian Journal of Epidemiology pada 2016 lalu menghasilkan sebuah fakta bahwa salah satu masalah pencernaan yang paling sering kita alami, yakni asam lambung tinggi atau GERD ternyata cenderung lebih sering terjadi pada mereka yang berpendidikan rendah dan memiliki penghasilan yang rendah.

Asam Lambung Lebih Sering Menyerang Orang Miskin

Dalam penelitian ini, dihasilkan fakta bahwa masyarakat dengan tingkat pendidikan dan penghasilan yang rendah cenderung mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak setiap hari. Makanan ini ternyata bisa memicu penundaan pengosongan lambung dan akhirnya berimbas pada munculnya penyakit GERD.

Yang cukup mengejutkan adalah, penyakit GERD ternyata tidak hanya menyerang masyarakat biasa, melainkan juga mereka yang bekerja di dunia medis. Menurut Murdani, 27,4 persen dokter-dokter yang ada di Indonesia cenderung rentan untuk terkena penyakit ini.

Yang menjadi masalah adalah, GERD jika dibiarkan bisa berlanjut menjadi komplikasi. Tak hanya memicu sensasi nyeri dan panas, asam lambung bisa melukai dinding kerongkongan. Jika luka ini terpapar kembali asam lambung dan tak kunjung sembuh, maka bisa menyebabkan penyempitan kerongkongan bagian bawah, perubahan struktur dinding dalam kerongkongan, hingga munculnya lesi pra kanker. Bahkan, dalam banyak kasus, asam lambung juga bisa masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan gangguan pernapasan.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya kita selalu makan tepat waktu, menerapkan pola makan yang sehat dengan kadar gizi yang seimbang, dan menjaga pola tidur sehingga kita pun tidak akan mudah terkena gangguan pencernaan, termasuk terkena masalah GERD.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi