Obat Rifampicin: Dosis, Indikasi, Efek Samping

obat rifampicin, fungsi rifampicin, dan manfaat rifampicin

Pernahkah Anda menemui penderita penyakit tuberkulosis atau yang lebih dikenal dengan sebutan TBC? Atau apakah salah satu rekan dan kerabat Anda mengidap penyakit kusta? Jika benar, pernahkah Anda bertanya-tanya mengenai obat yang digunakan untuk merawat penyakit tersebut? Atau pernahkah Anda bertanya kepada dokter tentang obat yang dikonsumsi penderita penyakit TBC atau pun kusta? Jika Anda sudah bertanya, mungkin Anda tidak akan asing lagi mendengar nama obat Rifampicin. Lalu obat Rifampicin obat apa?

Obat Rifampicin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati beberapa jenis infeksi bakteri seperti tuberkulosis, kusta, dan penyakit Legionnaire (pneumonia legionella). Perlu Anda ingat, obat ini hanya digunakan untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri saja. Obat tersebut tidak dapat digunakan untuk penyakit yang disebabkan oleh virus seperti influenza. Jika rekan atau kerabat Anda mengidap penyakit telah disebutkan di atas, maka dokter akan memberikan obat ini untuk merawat dan mengobati penyakit tersebut secara bertahap.

Obat Rifampicin tidak bisa Anda dapatkan dengan mudah di apotek, karena tidak dijual dengan bebas. Obat ini hanya bisa Anda dapatkan di apotek jika menunjukkan resep yang telah diberikan oleh dokter. Penggunaan obat harus sesuai dengan anjuran dokter atau pun membaca informasi yang tertera pada kemasan. Konsumsi obat Rifampicin saat perut Anda kosong, yaitu satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan.

Penggunaan obat harus dilakukan secara teratur di waktu yang sama setiap harinya, agar Anda dapat merasakan manfaat Rifampicin yang lebih efektif dari pengobatan yang sudah dilakukan.

Perlu diperhatikan, penggunaan obat bagi ibu hamil tidak dianjurkan untuk digunakan, karena memiliki risiko yang tinggi pada janin. Jika pun terpaksa digunakan, harap konsumsi dengan hati-hati dan sesuai dengan anjuran yang dokter berikan.

Bukan hanya penggunaan bagi ibu hamil saja, penggunaan untuk ibu menyusui pun harus diperhatikan. Terdapat risiko yang tinggi bahwa penggunaan obat dapat memasuki ASI, sehingga tidak diperbolehkan untuk digunakan. Jika ibu menyusui mengkonsumsi obat tersebut, maka akan menimbulkan tumor pada anak. Oleh sebab itu, konsultasikan dengan dokter Anda untuk mencari metode penyembuhan yang lain.

Fungsi Rifampicin & Manfaat Rifampicin

Setelah Anda mengetahui obat Rifampicin obat apa, kenalkah Anda mengenai manfaat Rifampicin dan fungsi Rifampicin? Sudah tahukah Anda mengenai informasi tersebut sebelum mengkonsumsi obat ini?

Manfaat Rifampicin adalah untuk mengobat infeksi tuberculosis, kusta dan mencegah infeksi bakteri N. meningitidis, legionnaires’s disease, brucellosis, infeksi stafilokokus serius dan Hib. Lalu fungsi dari penggunaan obat apa? Fungsi obat Rifampicin adalah menghentikan pertumbuhan dan perkembangbiakan bateri. Komposisi obat Rifampicin adalah rifampicin 300mg.

Setelah Anda mengetahui manfaat Rifampicin dan fungsi Rifampicin,  mari kenali lebh mendalam mengenai sediaan, dosis, indikasi dan efek samping obat Rifampicin di bawah ini.

Nama: Rifampicin
Nama dagang: Rifadin, Rimactane
Kelas: Agen Antituberkular

Sediaan:
Capsule

  • 150mg
  • 300mg

Serbuk injeksi

  • 600mg

Obat lain yang termasuk agen antituberkuler:

  • Asam aminosalisilat
  • Bedaqulin
  • Clofazimin
  • Cycloserin
  • Ethambutol
  • Ethionamide
  • Isonizid
  • Pirazinamid
  • Rifabutin
  • Rifampin
  • Rifapentin

Dosis Rifampicin dan Indikasi untuk Dewasa

Untuk tuberkulosis
Dosis Rifampicin 10 mg/kg/hari PO atau 10 mg/kg PO dua kali seminggu (terapi yang diawasi langsung [DOT]); tidak melebihi 600 mg/hari

Pertimbangan dosis Rifampicin

  • Dapat diberikan bersamaan dengan isoniazid atau dengan isoniazid dan pirazinamid
  • Sosis rifampisin tidak melebihi 600 mg/hari

Pembawa Neisseria meningitidis
600 setiap 12 jam mg selama 2 hari

Infeksi Haemophilus influenza tipe B
Untuk pencegahan penyakit: 600 mg/hari PO (peroral)/IV (intravena) selama 4 hari

Dosis Rifampicin dan Indikasi untuk Anak

Tuberkulosis
10-20 mg/kg/hari IV/PO atau 10-20 mg/kg PO dua kali seminggu (DOT); tidak melebihi 600 mg/hari

Infeksi Neisseria meningitidis
Pencegahan penyakit

  • usia <1 bulan: 10 mg/kg/hari PO dibagi setiap 12 jam selama 2 hari
  • usia >1 bulan: 20 mg/kg/hari PO dibagi setiap 12 jam selama 2 hari; tidak melebihi 600 mg/hari

Infeksi Haemophilus influenza tipe B 
Pencegahan penyakit

  • usia <1 bulan: 10 mg/kg/hari PO selama 4 hari
  • usia >1 bulan: 20 mg/kg/hari PO selama 4 hari; tidak melebihi 600 mg/hari

 
Efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan obat Rifampicin

Frekuensi 1-10%

  • Peningkatan tes fungsi hati (LFT) hasil (hingga 14%)
  • Ruam (1-5%)
  • Epigastric distress (1-2%)
  • Anoreksia (1-2%)
  • Mual (1-2%)
  • Muntah (1-2%)
  • Diare (1-2%)
  • Kram (1-2%)
  • Kolitis pseudomembran (1-2%)
  • Pankreatitis (1-2%)

Frekuensi Tidak dapat ditentukan setelah mengonsumsi obat Rifampicin

  • Kelemahan otot
  • Kemerahan
  • Edema
  • Ataxia
  • Gangguan konsentrasi
  • Demam
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Mati rasa
  • Perubahan perilaku
  • Pusing

Jika Anda mengalami efek samping yang berkelanjutan, segera hubungi dokter Anda untuk mendapatkan saran medis yang sesuai atas efek samping yang dialami. Atau Anda dapat mendatangi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan bantuan medis secara tanggap dalam menangani dampak dari efek samping penggunaan obat tersebut.

Jika Anda masih penasaran mengenai informasi yang lebih lengkat tentang obat Rifampicin ini, Anda bisa membaca pada halaman selanjutnya.

Obat Rifampicin – Halaman Selanjutnya :   1   2