Waduh, Ria Ricis Mengaku Sempat Ingin Melakukan Bunuh Diri!

ria-ricis-doktersehat
Photo Source: Instagram/riaricis1795

DokterSehat.ComYoutuber Ria Ricis mengaku sempat ingin melakukan bunuh diri. Hal ini diungkap setelah dirinya melakukan kehebohan dengan mengeluarkan video pamit dan kembali di media sosial Youtube. Ria menyebut keinginan untuk bunuh diri ini dilakukan karena adanya berbagai macam masalah hingga perundungan yang didapatkannya dari warganet.

Ria Ricis sempat ingin melakukan bunuh diri

Dalam pernyataannya di Youtube, Ria menyebut dirinya merasakan tekanan yang cukup besar, apalagi saat mengetahui bahwa dirinya juga kehilangan beberapa teman. Saat berada di meja rias, Ria sempat mengambil benda tajam sambil menangis dan hampir saja mengarahkan benda tajam tersebut ke tubuhnya.

Pakar kesehatan menyebut keinginan untuk melakukan bunuh diri ternyata memang rentan terjadi pada mereka yang berusia 20-an seperti Ria Ricis. Penyebabnya juga bermacam-macam, namun seringkali adalah depresi atau masalah yang sangat sulit untuk diselesaikan sehingga menyebabkan putus asa dan hilangnya harapan.

Biasanya, mereka yang sampai memiliki keinginan untuk melakukan bunuh diri ini akan mengalami gejala depresi parah seperti suasana hati yang sangat buruk, susah tidur, atau bahkan terlalu sering tidur. Mereka juga mengalami gangguan nafsu makan baik itu nafsu makan berlebihan atau malas makan, tidak mampu berkonsentrasi, dan tidak mampu melakukan aktivitas harian dengan normal.

Orang-orang yang mengalami depresi juga cenderung merasakan dirinya tidak berharga. Bahkan, mereka menganggap kematiannya tidak akan membuat orang-orang terdekat seperti keluarga sedih. Justru, kematiannya dianggap mampu melepaskan beban dari berbagai masalah yang menimpanya atau orang-orang terdekatnya.

Menolong orang yang berniat melakukan bunuh diri

Di Indonesia, kasus bunuh diri cenderung masih dianggap sebagai sesuatu yang tabu untuk dilaporkan. Bahkan, banyak keluarga yang sampai menutup-nutupi kasus ini jika sampai ada salah satu anggota keluarga yang melakukannya.

Masalahnya adalah banyak orang yang sebenarnya sedang berada dalam kondisi depresi atau sudah memiliki keinginan untuk bunuh diri yang akhirnya sungkan untuk meminta pertolongan. Bahkan, mereka seperti ketakutan untuk mengungkap apa yang sebenarnya sedang dialami.

Selain itu, terkadang keluarga atau teman-teman terdekat justru kurang baik dalam merespons orang-orang yang sebenarnya sudah berusaha untuk meminta tolong karena mengalami depresi atau keinginan untuk bunuh diri.

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menolong orang yang ingin bunuh diri dengan cara-cara berikut.

  1. Jadilah pendengar

Meskipun sederhana, namun menjadi pendengar yang baik dan berusaha untuk memahami apa yang dirasakan oleh orang-orang yang ingin melakukan bunuh diri bisa jadi akan menolong mereka.

Cukup hanya dengan mendengarkan atau menyediakan waktu bagi mereka untuk bercerita, maka mereka akan merasa tidak sendiri dan akhirnya mengurungkan niat untuk melakukan bunuh diri.

  1. Jangan menghakimi

Meskipun orang yang ingin melakukan bunuh diri melakukan kesalahan yang sangat fatal sebelumnya, jangan menghakimi mereka. Cobalah untuk memahami apa yang mereka rasakan dan dengarkan keluh kesahnya. Dengan mendengarkan, diharapkan beban rasa bersalah yang dialami orang yang ingin bunuh diri akan berkurang dan akhirnya urung melakukannya.

  1. Jangan melakukan perundungan pada orang yang mengalami depresi

Sayangnya, di Indonesia masih banyak orang yang melakukan perundungan pada mereka yang sedang depresi. Bahkan, ada yang mengolok mereka sebagai orang yang mencari perhatian. Padahal, orang-orang yang sedang depresi adalah orang-orang yang benar-benar membutuhkan bantuan.

  1. Bantu mereka mendapatkan pertolongan medis

Masalah kesehatan mental tidak bisa disepelekan begitu saja. Segeralah minta bantuan medis profesional seperti psikiater atau dokter demi menolong orang yang sedang depresi. Selain itu, Kemenkes juga menyebut nomor telepon darurat 119 bisa dihubungi oleh orang yang memiliki masalah kesehatan mental dan membutuhkan pertolongan.