Terbit: 14 Agustus 2020 | Diperbarui: 5 September 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Retinopati diabetik adalah kerusakan pada retina yang disebabkan oleh komplikasi diabetes melitus. Jika kondisi ini tidak mendapatkan penanganan, hal itu bisa menyebabkan kebutaan. Meski begitu, kebutaan bisa dicegah dengan melakukan pemeriksaan rutin dan mengelola kondisi yang mendasari diabetes. Simak gejala hingga cara mengatasinya di bawah ini.

Retinopati Diabetik: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Retinopati Diabetik?

Retinopati diabetes yaitu komplikasi diabetes yang memengaruhi mata. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah retina. Gangguan ini dapat berkembang pada siapa saja yang menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2. Semakin lama Anda menderita diabetes dan kadar gula darah tidak terkontrol, semakin besar kemungkinan mengalami komplikasi.

Meskipun Anda mungkin memulai kondisi ini dengan gejala yang masih terbilang ringan, hal penting yang perlu diwaspadai adalah gangguan ini bisa menyebabkan kehilangan penglihatan.

Gejala Retinopati Diabetik

Pada tahap awal, kondisi ini biasanya tidak menunjukkan gejala. Sering kali gejala baru mulai terlihat saat berada pada stadium lanjut. Kadang-kadang, satu-satunya gejala yang terdeteksi adalah hilangnya penglihatan secara tiba-tiba dan total.

Tanda dan gejala lainnya yang mungkin bisa terjadi, antara lain:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

  • Penglihatan kabur.
  • Gangguan penglihatan warna.
  • Muncul bintik transparan dan garis hitam yang mengambang di mata.
  • Penglihatan malam yang buruk.

Retinopati diabetik adalah kondisi yang biasanya memengaruhi kedua mata. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin dengan dokter mata diperlukan untuk meminimalkan risiko.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika Anda menderita diabetes, temui dokter mata untuk pemeriksaan mata tahunan, bahkan jika penglihatan tampak baik-baik saja. Selain itu, kehamilan juga dapat memperburuk retinopati diabetik, jadi jika Anda hamil, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan mata tambahan. Segera dapatkan penanganan medis jika penglihatan tiba-tiba menjadi kabur.

Penyebab Retinopati Diabetik

Memiliki kadar gula yang tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan kondisi ini. Kadar gula dalam tubuh yang berlebih dapat merusak pembuluh darah yang memasok darah ke retina. Selain itu, tekanan darah tinggi juga merupakan faktor risiko gangguan ini.

Semakin lama Anda menderita diabetes, semakin tinggi kemungkinan terkena retinopati diabetik. Hampir setiap orang yang menderita diabetes selama lebih dari 30 tahun akan menunjukkan beberapa tanda dan gejala. Menjaga diabetes terkendali dapat membantu memperlambat perkembangannya.

Faktor Risiko Retinopati Diabetik

Siapa pun yang menderita diabetes dapat mengembangkan retinopati diabetik. Risiko berkembangnya gangguan pada mata ini dapat meningkat sebagai akibat dari:

  • Kontrol yang buruk terhadap kadar gula darah.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kolesterol Tinggi.
  • Kehamilan.
  • Merokok.
  • Ras Afrika-Amerika, Hispanik, atau Amerika.

Diagnosis Retinopati Diabetik

Meski pada tahap awal kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala, namun dokter mata dapat mendeteksi tanda-tanda abnormal pada mata. Berikut adalah beberapa metode yang bisa digunakan untuk mendiagnosis kondisi ini, di antaranya:

Dilated Eye Exam

Pemeriksaan mata ini dilakukan dengan meneteskan cairan khusus mata ke pasien. Cairan ini akan melebarkan pupil dan memungkinkan dokter untuk melihat bagian dalam mata secara lebih detail. Selama pemeriksaan ini, dokter dapat mendeteksi adanya:

  • Kelainan pada pembuluh darah, saraf optik, atau retina.
  • Katarak.
  • Perubahan tekanan mata atau penglihatan keseluruhan.
  • Pembuluh darah baru.
  • Ablasio retina.
  • Jaringan parut.

Pada individu berisiko tinggi, metode ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada mata.

Fluorescein Angiography

Dengan mata yang melebar, dokter akan mengambil gambar bagian dalam mata. Kemudian dokter akan menyuntikkan pewarna khusus ke pembuluh darah di lengan dan mengambil lebih banyak gambar saat pewarna beredar melalui pembuluh darah mata.

Gambar yang dihasilkan oleh metode ini dapat membantu dokter menentukan pembuluh darah yang tertutup, rusak, atau bocor.

Optical Coherence Tomography

Tes pencitraan ini memberikan gambar penampang retina yang menunjukkan ketebalan retina. Tes ini berguna untuk membantu menentukan apakah cairan telah bocor ke jaringan retina dan memantau bagaimana efektivitas pengobatan yang dilakukan.

Jenis Retinopati Diabetik

Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah di dalam jaringan retina menjadi rusak, sehingga membuatnya mengeluarkan cairan dan mengganggu penglihatan. Berikut adalah dua jenis kondisi yang sebaiknya Anda kenali, yaitu:

  • Non-proliferative diabetic retinopathy (NPDR). Ini adalah bentuk retinopati ringan dan biasanya tanpa gejala.
  • Proliferative diabetic retinopathy (PDR). Ini adalah tahap paling lanjut dari retinopati dan mengacu pada pembentukan pembuluh darah baru yang abnormal di retina

Pengobatan Retino Diabetik

Perawatan yang bisa dilakukan tergantung pada jenis dialami dan seberapa parah kondisi. Penanganan dilakukan untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan. Jika Anda menderita NPDR ringan atau sedang, pengobatan biasanya tidak perlu dilakukan.

Namun, dokter mata akan memantau mata dengan cermat untuk menentukan kapan kondisi memerlukan perawatan. Sementara itu, kontrol gula darah yang baik biasanya dapat memperlambat perkembangannya.

Jika Anda menderita PDR atau edema makula, Anda memerlukan perawatan bedah segera. Beberapa opsi yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Fotokoagulasi

Perawatan laser yang juga dikenal sebagai perawatan focal laser ini dapat menghentikan atau memperlambat kebocoran darah dan cairan di mata. Selama prosedur, kebocoran dari pembuluh darah abnormal ditangani dengan laser burns.

Jika Anda memiliki penglihatan kabur akibat edema makula sebelum operasi, perawatan mungkin tidak mengembalikan penglihatan menjadi normal sepenuhnya, tetapi mengurangi kemungkinan kondisi memburuk.

  • Fotokoagulasi Panretina

Perawatan laser yang juga dikenal sebagai perawatan scatter laser ini dapat mengecilkan pembuluh darah yang abnormal. Selama prosedur, area retina yang jauh dari makula dirawat dengan scattered laser burns. Cara ini menyebabkan pembuluh darah baru abnormal menyusut dan meninggalkan bekas luka.

Efek samping yang bisa terjadi adalah penglihatan akan kabur sekitar satu hari setelah prosedur. Kemungkinan lain yang bisa terjadi adalah kehilangan penglihatan tepi atau penglihatan malam.

  • Vitrektomi

Prosedur ini menggunakan sayatan kecil di mata untuk mengeluarkan darah dari bagian tengah mata (vitreous) serta jaringan parut yang menarik retina. Prosedur ini dilakukan menggunakan anestesi lokal atau umum. Meski pembedahan bukan cara untuk mengatasi retinopati diabetik, namun prosedur ini dapat memperlambat perkembangan gejala.

  • Menyuntikkan Obat ke Mata

Obat-obatan yang disebut vascular endothelial growth factor (VEGF) inhibitors ini dapat membantu menghentikan pertumbuhan pembuluh darah baru, yaitu dengan memblokir efek sinyal pertumbuhan yang dikirim tubuh.

Komplikasi Retinopati Diabetik

Kondisi ini melibatkan pertumbuhan abnormal pembuluh darah di retina. Komplikasi dapat menyebabkan masalah penglihatan yang serius, antara lain:

  • Perdarahan vitreous. Kondisi ini dapat menyebabkan cedera dan gangguan pada pembuluh darah.
  • Ablasio retina. Pembuluh darah abnormal yang terkait dengan retinopati diabetik menstimulasi pertumbuhan jaringan parut, kondisi yang dapat menarik retina menjauh dari bagian belakang mata.
  • Glaukoma. Pembuluh darah baru dapat tumbuh di bagian depan mata dan mengganggu aliran normal cairan keluar dari mata, kondisi ini menyebabkan tekanan pada bola mata. Tekanan ini dapat merusak saraf yang membawa gambar dari mata ke otak (saraf optik).
  • Kebutaan bisa terjadi jika beberapa kemungkinan komplikasi tidak ditangani dengan baik.

Pencegahan Retinopati Diabetik

Anda tidak selalu dapat mencegah kondisi ini. Namun, pemeriksaan mata secara teratur, kontrol gula darah,  tekanan darah yang baik, serta intervensi dini untuk masalah penglihatan dapat membantu mencegah kehilangan penglihatan yang parah.

Penting untuk diketahui, diabetes tidak selalu menyebabkan kehilangan penglihatan. Mengambil peran aktif dalam manajemen diabetes dapat membantu mencegah komplikasi.

 

  1. Anonim. Diabetic retinopathy. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-retinopathy/symptoms-causes/syc-20371611. (Diakses pada 14 Agustus 2020).
  2. Felman, Adam. 2017. What to know about diabetic retinopathy. https://www.medicalnewstoday.com/articles/183417. (Diakses pada 14 Agustus 2020).
  3. Wint, Carmella. 2012. Diabetic Retinopathy. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/retinopathy. (Diakses pada 14 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi