Terbit: 8 Juli 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Retinoblastoma adalah kanker mata yang biasanya terjadi pada anak-anak. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel saraf di retina tumbuh dalam ukuran dan jumlah yang tidak terkendali. Sel-sel tersebut bisa menyebar di mata dan area sekitarnya, bahkan sel juga bisa menyebar ke otak hingga tulang belakang. Ketahui gejala retinoblastoma, penyebab, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

retinoblastoma-doktersehat

Apa Itu Retinoblastoma?

Seperti penjelasan sebelumnya, retinoblastoma yaitu kanker yang dimulai di retina, lapisan tipis di bagian belakang bola mata yang sensitif terhadap cahaya. Kondisi ini lebih umum terjadi pada anak kecil dan jarang terjadi pada orang dewasa. Selain itu, penyakit ini juga dapat terjadi pada satu atau kedua mata.

Gejala Retinoblastoma

Retinoblastoma sebagian besar menyerang bayi dan anak kecil, maka peran orang tua menjadi penting untuk melihat gejala yang muncul. Berikut adalah tanda-tanda yang harus Anda perhatikan, di antaranya:

  • Warna putih di tengah lingkaran mata (pupil) muncul ketika mendapatkan cahaya flash
  • Mata tidak fokus, terlihat menatap ke arah yang berbeda
  • Mata merah
  • Mata bengkak

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera konsultasi dengan dokter jika Anda melihat perubahan pada mata anak yang mengkhawatirkan. Retinoblastoma adalah kanker yang jarang terjadi, jadi dokter anak mungkin akan mengeksplorasi kondisi mata yang lebih umum lainnya terlebih dahulu.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini, tanyakan pada dokter kapan anak harus mulai menjalani pemeriksaan untuk melihat tanda penyakit ini.

Penyebab Retinoblastoma

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel saraf di retina mengalami mutasi genetik. Mutasi ini menyebabkan sel terus tumbuh dan bertambah banyak sehingga menyebabkan sel yang sehat mati. Massa sel yang terakumulasi ini membentuk tumor. Pada sebagian besar kasus, tidak jelas apa yang menyebabkan mutasi genetik sehingga menyebabkan kondisi ini.

Retinoblastoma yang Diwariskan

Mutasi gen yang meningkatkan risiko penyakit ini dan kanker lainnya dapat diturunkan dari orang tua ke anak. Retinoblastoma turunan ditularkan dari orang tua ke anak dalam pola autosom dominan, yang berarti hanya satu orang tua yang membutuhkan satu salinan gen bermutasi untuk meneruskan peningkatan risiko penyakit ini pada anak.

Jika satu orang tua membawa gen bermutasi, setiap anak memiliki peluang 50 persen untuk mewarisi gen itu. Anak-anak dengan bentuk retinoblastoma yang diwariskan cenderung mengembangkan penyakit ini pada usia lebih dini. Retinoblastoma turunan juga cenderung terjadi pada kedua mata, dibandingkan dengan hanya satu mata.

Faktor Risiko

Risiko penyakit ini jauh lebih tinggi pada anak dengan orang tua yang memiliki retinoblastoma bawaan (diwariskan). Bentuk ini sering menyebabkan tumor pada kedua mata. Akan tetapi pada sebagian besar kasus, seorang anak yang memiliki penyakit ini tidak memiliki riwayat keluarga dengan kondisi ini.

Selain faktor keturunan, penyakit ini umumnya didiagnosis pada anak yang berusia dibawah 3 tahun. Kebanyakan, retinoblastoma bawaan bisa ditemukan selama tahun pertama kehidupan, sedangkan kondisi yang tidak diwariskan cenderung didiagnosis pada anak usia 1 dan 2 tahun. Penyakit ini jarang terjadi pada anak setelah usia 6 tahun.

Diagnosis Retinoblastoma

Berikut ini adalah beberapa tes yang mungkin disarankan oleh dokter untuk mendiagnosis kondisi ini, di antaranya:

  • Tes Mata

Dokter mata akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan apa yang menyebabkan tanda dan gejala. Agar pemeriksaan berjalan lancar, dokter dapat merekomendasikan penggunaan anestesi supaya anak tetap diam.

  • Tes Pencitraan

Tes ini dapat membantu dokter menentukan apakah penyakit ini telah berkembang memengaruhi struktur lain di sekitar mata. Beberapa tes yang mungkin dilakukan adalah ultrasound, CT scan, dan MRI.

Pengobatan Retinoblastoma

Perawatan terbaik untuk retinoblastoma adalah tergantung pada ukuran dan lokasi tumor, apakah kanker telah menyebar ke area selain mata, serta kesehatan anak secara keseluruhan. Tujuan pengobatan adalah untuk menyembuhkan kanker sekaligus menyelamatkan penglihatan.

Berikut adalah beberapa pengobatan yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Kemoterapi

Kemoterapi adalah perawatan obat. Kemoterapi dapat membantu mengecilkan tumor sehingga pengobatan lain dapat digunakan untuk mengobati sel-sel kanker yang tersisa. Kemoterapi juga dapat digunakan untuk mengobati kanker yang telah menyebar di luar bola mata.

  • Terapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar cahaya untuk membunuh sel kanker. Dalam beberapa kasus, small disk bahan radioaktif ditempatkan di tumor atau di sekitarnya untuk membunuh sel tumor. Dalam kasus lain, radiasi diterapkan pada tumor dari luar tubuh. Sebuah mesin besar mengarahkan sinar yang ditargetkan pada tumor.

  • Terapi Laser

Terapi laser dapat digunakan untuk menghancurkan pembuluh darah yang memberi makan tumor dan membunuh sel-sel kanker. Terapi pengobatan ini menggunakan sinar cahaya untuk menghancurkan jaringan abnormal di tubuh.

  • Cold Treatments (Cryotherapy)

Zat yang sangat dingin (seperti nitrogen cair) digunakan untuk membekukan sel kanker. Setelah sel membeku, substansi dihilangkan dan sel-sel mencair. Proses pembekuan dan pencairan ini diulangi beberapa kali untuk membunuh sel kanker.

  • Heat Treatment (Thermotherapy)

Panas ekstrem dari terapi ini ditargetkan untuk membunuh sel kanker. Selain itu, terapi ini efektif untuk mengurangi nyeri yang berhubungan dengan ketegangan otot atau berbagai jenis nyeri yang lain.

  • Pembedahan (Enukleasi)

Prosedur ini dilakukan jika kondisi sudah parah dan tidak ada pilihan lain. Prosedur menghilangkan bola mata dapat membantu mencegah kanker menyebar ke area lain dari tubuh. Hilangnya mata mungkin akan membuat seseorang mengalami kesulitan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Komplikasi Retinoblastoma

Anak-anak yang pernah mengalami kondisi ini memiliki risiko untuk mengalami kanker mata lagi. Biasanya dokter akan menjadwalkan tes lanjutan untuk memeriksa perkembangan penyakit ini. Pada beberapa kasus, tes mata selama tahun pertama setelah perawatan masih diperlukan.

Selain itu, seorang anak dengan bentuk retinoblastoma yang diwariskan memiliki peningkatan risiko terkena jenis kanker di bagian tubuh lainnya pada tahun-tahun setelah perawatan. Anak-anak dengan kondisi ini mungkin menjalani tes rutin untuk memeriksa kanker lainnya.

Pencegahan Retinoblastoma

Karena penyebab pasti penyakit ini belum diketahui dengan jelas, sehingga tidak ada cara yang terbukti ampuh untuk mencegah hal ini. Sementara retinoblastoma yang diwariskan tidak mungkin dicegah, namun pengujian genetik memungkinkan keluarga untuk mengetahui anak mana yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit ini.

Jika dokter menentukan bahwa kondisi ini disebabkan oleh mutasi genetik yang diwariskan, keluarga Anda mungkin dirujuk ke konselor genetik.

 

  1. Anonim. Retinoblastoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/retinoblastoma/symptoms-causes/syc-20351008. (Diakses pada 8 Juli 2020).
  2. Anonim. Retinoblastoma. https://www.cancer.org/cancer/retinoblastoma.html. (Diakses pada 8 Juli 2020).
  3. Kierstan Boyd. Retinoblastoma. 2020. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-retinoblastoma. (Diakses pada 8 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi