Terbit: 23 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Alzheimer biasanya menyerang para lansia. Namun, seorang remaja bernama Levi Ormeroid sudah mengalami penyakit yang memengaruhi daya ingat ini sejak usia yang sangat muda. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Remaja Ini Terkena Alzheimer di Usia yang Sangat Muda

Photo Source: Christi Ormeroid / SWNS.com

Dikutip dari Fox News, sang ibu, Christi Ormeroid menyebut sang anak terkena Sanfilippo Syndrome, kondisi genetik langka yang disebabkan oleh kekurangan enzim dan hanya menyerang 1 dari 700.000 anak di Amerika serikat. Berbeda dengan anak-anak pada umumnya yang terus mengalami perkembangan kecerdasan, Levi justru mengalami penurunan kecerdasan sejak usia anak-anak.

Saat usia Levi menginjak 4 tahun, Ia mulai kehilangan kemampuan berbicara sedikit demi sedikit. Setiap kalimat yang diucapkan pun hanya terdiri dari dua kata saja. Di usia 8-17 tahun, Levi sudah tidak lagi mampu berpakaian sendiri, memegang pensil, memakan makanan padat, dan berbicara. Kini, di usia 19 tahun, kondisi Mental Levi setara dengan anak berusia 18 bulan.

Sang ibu yang berasal dari Milwaukee, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa penyakit ini mirip dengan Alzheimer. Kondisi ini seperti membuatnya tidak lagi mengeluarkan apapun yang ada dalam pikirannya. Sebagai contoh, saat Levi mendengar lagu favoritnya, terlihat jelas mata dan air mukanya seperti ingin ikut bernyanyi, namun Ia tidak lagi mampu mengucapkan satu patah kata pun.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Pada awalnya, sang ibu curiga dengan kondisi perkembangan anaknya yang seperti sangat lambat. Keluarga dan rekan-rekannya berkata bahwa perkembangan anak laki-laki cenderung lebih lambat dari anak perempuan. Namun, Christi tetap merasa ada yang salah dengan buah hatinya. Sayangnya, semua kekhawatirannya terbukti saat Levi didiagnosis terkena sindrom ini saat usianya 10 tahun.

National Library of Medicine menyebut Sanfilippo Syndrome sebagai masalah kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan enzim tertentu yang berperan dalam memecah rantai molekul gula yang panjang. Kondisi ini memicu penurunan intelektualitas dengan signifikan. Penderita penyakit ini biasanya akan meninggal di usia anak-anak meskipun ada sebagian kecil yang mampu bertahan hingga usia remaja.

Kondisi Levi sangat menyedihkan ya, Sobat Sehat?


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi