Terbit: 15 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Banyak orang yang menganggap hipertensi sebagai penyakit yang hanya menyerang orang tua atau lansia saja. Padahal, dalam realitanya kini semakin banyak generasi muda yang juga mengalami hipertensi. Hanya saja, apakah para remaja yang kini sering terpapar stres akibat beban belajar yang tinggi juga bisa mengalaminya?

Remaja Rentan Hipertensi Akibat Stres?

Hipertensi pada Remaja

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2019, disebutkan bahwa dalam 10 tahun belakangan, terjadi peningkatan kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi di Indonesia dengan signifikan. Masalahnya adalah data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 membuktian bahwa sekitar 5,3 persen kasus hipertensi dialami oleh mereka yang berusia lebih dari 18 tahun.

Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, tepatnya Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) pada 2018 silam juga membuktikan bahwa 4 persen remaja dengan usia 12 hingga 19 tahun sudah menderita hipertensi. Sementara itu, 10 persen dari remaja lainnya sudah dalam kondisi pre-hipertensi.

Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan hipertensi pada remaja. Sebagai contoh, faktor genetik bisa menjadi salah satu pemicunya. Selain itu, faktor lain seperti gaya hidup yang buruk, obesitas, kurang gerak, pola makan tidak sehat, kurang istirahat, sering terkena stres, hingga sering terpapar asap rokok juga bisa menjadi penyebabnya.

Remaja yang sering terpapar stres biasanya kehilangan semangat atau motivasi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Mereka juga cenderung lebih apatis, mudah cemas dan takut, sering putus asa, mudah marah, dan sering mengeluarkan pikiran negatif. Masalahnya adalah beban belajar yang besar, tugas sekolah yang menumpuk, tuntutan prestasi dari orang tua, dan berbagai masalah lainnya juga bisa membuat remaja rentan terkena stres.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Dukungan orang tua disebut-sebut bisa membantu mengurangi beban pikiran atau stres pada anak. Memberikan kesempatan bagi mereka untuk beristirahat, berkumpul dengan teman-temannya, atau melakukan hobinya juga diharapkan bisa mengatasi stres sekaligus mencegah hipertensi.

Masalah Kesehatan yang Bisa Disebabkan Oleh Stres

Selain hipertensi, pakar kesehatan menyebut ada beberapa masalah kesehatan lainnya yang bisa muncul jika kita sering terkena stres. Apalagi jika kita sudah mengalaminya sejak usia muda.

Berikut adalah masalah-masalah kesehatan tersebut.

  1. Menyebabkan Sakit Kepala

Dampak pertama yang akan kita rasakan jika mengalami stres adalah munculnya sakit kepala. Hal ini menandakan bahwa kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin sudah sangat tinggi di dalam tubuh dan akhirnya membuat denyut jantung meningkat. Pembuluh darah juga akhirnya ikut menyempit, khususnya yang menuju ke otak dan akhirnya memicu sakit kepala.

  1. Menyebabkan Gangguan Pencernaan

Salusan pencernaan ternyata terkait erat dengan sistem saraf enteric yang langsung terkait dengan otak. Saat kita sedang dalam kondisi stres, keberadaan saraf ini akan menjadi aktif dan membuat pencernaan seperti tidak bisa melakukan tugasnya dengan normal.

Proses pergerakan dan penyerapan makanan di dalamnya pun akan terganggu sehingga akan menyebabkan datangnya gangguan pencernaan seperti perut perut kembung, diare, konstipasi, dan lain-lain.

  1. Memicu Gangguan Penglihatan

Stres bisa membuat peredaran darah menuju mata akan terganggu dan akhirnya meningkatkan risiko terkena glaukoma dengan signifikan.

  1. Bisa Menyebabkan Penyakit Jantung

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, stres terkait dengan hipertensi, salah satu faktor utama dari penyakit jantung. Jika kondisi ini tak kunjung ditangani dengan baik, risiko terkena penyakit mematikan ini pun akan semakin meningkat.

  1. Meningkatkan Risiko Diabetes

Jangan salah, ternyata risiko diabetes bisa naik jika kita sering terpapar stres, lho. Hal ini disebabkan oleh terjadinya kekacauan hormon yang berimbas pada terganggunya fungsi insulin yang mengendalikan kadar gula darah. Hal inilah yang bisa meningkatkan risiko diabetes.

 

Sumber:

  1. Fogoros, Richard. 2019. High Blood Pressure in Teens. verywellhealth.com/high-blood-pressure-in-teens-1763936 (Diakses pada 15 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi