Relawan Bencana Harus Mewaspadai Penyakit Tetanus

Doktersehat-gempa-sulawesi
Photo Source: Antara Foto

DokterSehat.Com– Kerusakan parah yang terjadi di Palu, Donggala, dan tempat-tempat lainnya di Sulawesi Tengah akibat gempa dan tsunami yang menerjang wilayah tersebut membuat bantuan datang dari berbagai tempat. Banyak relawan dari penjuru negeri yang juga datang untuk ikut menolong korban. Meskipun tujuan mereka baik, ada baiknya para relawan juga memperhatikan kondisi kesehatannya dan mewaspadai datangnya penyakit tetanus.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihatono, para relawan dan korban gempa harus mewaspadai risiko tetanus, apalagi jika relawan sering berada di puing-puing bangunan yang porak poranda akibat terkena gempa dan tsunami.

“Yang paling mengkhawatirkan di masa tanggap darurat adalah tetanus. Banyak rumah roboh, orang-orang terluka, dan perawatan luka yang belum ideal karena banyaknya keterbatasan membuat risiko munculnya tetanus meningkat,” ungkap Anung.

Demi mencegah tetanus, para relawan dan korban gempa dan tsunami pun diminta untuk melakukan imunisasi DT. Memang, proses imunisasi ini masih terbatas, namun setidaknya sudah dimulai demi mencegah datangnya penyakit ini.

“Aksi sekarang menjadi modal awal. Hanya saja, kami juga masih membutuhkan serum anti tetanus bagi mereka yang mengalami luka-luka dan para relawan yang sadar atau tidak sadar saat menolong mengalami luka karena tergores saat menyentuh reruntuhan bangunan,” lanjut Anung.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Moh. Adib Khumaidi juga ikut membenarkan tentang adanya risiko tinggi tetanus bagi orang-orang yang berada di lokasi gempa dan tsunami. Selain menyarankan imunisasi, Adib juga menyarankan petugas dan relawan yang menangani korban gempa atau sering berada di reruntuhan bangunan untuk memakai sarung tangan berkaret tebal. Apalagi jika mereka sering menyentuh jenazah. Banyak orang yang tidak sadar jika jenazah mengelaurkan gas yang bisa saja berujung pada datangnya penyakit.

Pakar kesehatan menyebut tetanus sebagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri clostridium tetani yang sering ditemukan di dalam tanah atau kotoran hewan. Bakteri ini bisa dengan mudah memasuki tubuh manusia melalui luka, meskipun luka ini hanyalah goresan berukuran sangat kecil. Tetanus bisa menyebabkan efek yang mematikan karena mempengaruhi tekanan darah dan denyut jantung. Karena alasan inilah setiap orang, khususnya para korban gempa dan relawan harus mewaspadai penyakit ini.