Terbit: 20 Oktober 2017
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatian dalam penggunaan obat Decolgen:

Decolgen – Perhatian, Reaksi dan Interaksi Obat

  • Penggunaan pada pasien hipersensitif dengan aneurisme aorta, penyakit jantung iksemik tidak stabil atau berat, hipertiroidisme, dan kondisi berikut: glaukoma sudut-sempit, tukak lambung, hipertrofi prostat simptomatis, serangan asma, obstruksi kandung kemih, obstruksi usus halus.
  • Secara umum, antihistamin tidak direkomendasikan untuk mengobati gejala infeksi saluran pernapasan bawah seperti asma, karena efeknya yang membuat sekresi dahak semakin tebal.
  • Jika mengemudikan kendaraan, atau memiliki pekerjaan yang mengoperasikan alat berat: hati-hati karena obat menyebabkan kantuk
  • Penggunaan pada ibu menyusui: gunakan dengan hati-hati karena obat tidak diketahui memasuki ASI atau tidak.

Reaksi olbat Decolgen yang tidak diharapkan

Fenilefrin HCl dapat menyebabkan tidak mengantuk, gelisah, cemas, berdebar-debar, nyeri atau ketidaknyamanan pada dada dan area perut, tremor, sulit bernapas, pucat pada kulit.

Kelebihan fenilefrin dapat menyebabkan hipertensi, sakit kepala, kejang, perdarahan otak, berdebar-debar, kesemutan, atau muntah. Sakit kepala dapat menjadi gejala dari hipertensi.

Keracunan serius jarang terjadi dengan penggunaan chlorpheniramin maleta. Efek yang tidak diharapkan terkait penggunaan antihistamin meliputi sensasi melayang, insomnia dan tremor, gangguan saluran cerna, mual, muntah, mulut kering, tenggorokan dan hidung kering karena efek antikolinergik.

Paracetamol pada umumnya tidak toksik jika digunakan pada dosis terapi yang tepat. Namun gatal, kemerahan, bengkak pada laring, dan penurunan jumlah sel darah putih dan keping darah dapat terjadi jika paracetamol dikonsumsi dalam dosis yang terlalu besar.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Interaksi Decolgen dengan obat lain

Pemberian obat fenothiazine atau agen blok-adrenergik-alfa (seperti fentolamin) dapat menurunkan efek vasopresor dari fenilefrin.

Terapi inhibitor monoamine oksidase dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah yang tidak diketahui karena peningkatan aktivitas reseptor.

Alkohol dan obat penekan saraf pusat lainnya seperti analgesik golongan narkotik dan tranquilizer dapat meningkatkan efek histamin yang merupakan depresan saraf pusat.

Antihistamin secara terpisah dapat bereaksi dengan aksi antikoagulan dari heparin.

Decolgen:   1   2  


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi