Terbit: 26 September 2019 | Diperbarui: 27 September 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Seks yang dilakukan oleh pasangan memang memiliki segudang risiko, semua orang harus mengetahuinya. Terlepas dari rasa nikmat yang ditimbulkan, seks tetap berisiko untuk pria maupun wanita. Oleh karena itu seks harus dilakukan dengan benar agar kedua belah pihak menurunkan risiko kecelakaan atau hal tidak diinginkan lainnya.

7 Kondisi yang Memicu Rasa Sakit Setelah Seks

Pemicu Rasa Sakit Setelah Berhubungan Seks

Selama melakukan seks, berikut beberapa hal menyakitkan yang mungkin akan terjadi baik disadari atau pun diabaikan oleh pasangan. Dengan mengetahui risiko dari seks yang terjadi di bawah ini, Anda bisa melakukan pencegahan sehingga seks yang dirasakan oleh pasangan hanyalah nikmatnya saja.

  1. Perdarahan yang Terjadi pada Vagina

Perdarahan yang terjadi pada vagina bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertama, vagina memang sedang mengalami gangguan seperti endometriosis atau mioma pada rahim. Kondisi ini bisa memunculkan perdarahan pasca seks dilakukan. Perdarahan biasanya ringan sehingga tidak menyebabkan gangguan pada wanita.

Kedua, wanita mengalami perdarahan akibat ada luka di dalam vagina. Luka ini terjadi saat aktivitas seks dilakukan. Wanita bisa mengalami luka karena pria melakukan seks terlalu kasar sehingga penis melukai dalam dari wanita. Kondisi ini bisa memicu rasa sakit yang besar.

  1. Munculnya Sensasi Panas dan Perih

Sebelum melakukan seks, pasangan selalu disarankan untuk melakukan pemanasan dengan intens. Pemanasan ini akan membuat kedua belah pihak siap secara seksual. Pria bisa melakukan seks dengan baik dan wanita memiliki vagina yang siap untuk menerima penetrasi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Kalau foreplay tidak dilakukan dengan baik, kemungkinan wanita mengalami gangguan seks akan tinggi. Gesekan akan terjadi cukup kuat sehingga rasa panas disertai dengan perih bisa saja terjadi dan mengganggu seks dari awal hingga akhir. Setelah seks usai, sensasi panas akan muncul lagi hingga beberapa jam.

Gunakan pelumas tambahan kalau memang ingin melakukan seks kilat atau vagina wanita ada gangguan. Jangan memaksakan diri untuk melakukan seks kalau menimbulkan rasa sakit yang besar.

  1. Kemungkinan Penis Patah

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pria saat seks adalah kehilangan kendali. Saat mereka sudah dikuasai oleh gairah, pria jadi melakukan penetrasi dengan lebih kuat. Mereka kerap hilang kendali sehingga tidak memperhatikan kondisi dari penisnya.

Pria sering mengalami patah pada penis atau mungkin memar karena penisnya tidak bisa masuk ke vagina dengan sempurna. Penis yang memar akan membuat pria merasakan sakit yang sangat besar. Bahkan mereka akan susah melakukan seks lagi karena berpotensi alami gangguan ereksi.

  1. Anus Mengalami Perdarahan

Beberapa pasangan ada yang mencoba melakukan seks anal karena ingin berfantasi. Seks anal memang boleh dilakukan asal mengenakan pengaman seperti kondom. Kalau tidak mengenakan pengaman, kemungkinan terjadi penularan penyakit menular seksual bisa saja terjadi.

Selain penularan penyakit seksual, ada kemungkinan perdarahan pada anus akibat seks yang tidak benar. Penetrasi anal harus dilakukan dengan pelumas. Anus tidak menghasilkan cairan seperti vagina yang bisa membantu pasangan untuk menurunkan  gesekan.

  1. Gatal yang Intens Muncul

Seks yang dilakukan secara sembrono tidak hanya memicu luka saja. Seks juga bisa menyebabkan rasa gatal baik pada pria atau wanita. Rasa gatal ini muncul dari bakteri yang berkembang biak pasca seks. Itulah kenapa pria dan wanita dianjurkan berkemih dan membersihkan kemaluannya setelah bercinta.

Rasa gatal dibiarkan bisa terjadi gangguan seperti infeksi yang parah. Jadi, perhatikan sanitasi setelah berhubungan badan. Jangan langsung tidur karena kelelahan. Walaupun Anda memutuskan untuk tidak mandi, ada baiknya untuk membasuh bagian dari vagina sampai bersih dengan air dan tunggu sampai berkemih.

  1. Penggunaan Alat Bantu Seks yang Salah

Dalam seks, alat bantu sering sekali digunakan untuk memberikan tambahan rasa nikmat. Nah, alat bantu untuk seks ini jumlahnya ada banyak dan bervariasi. Anda bisa memilih sendiri mana alat bantu seks yang sesuai dengan diri sendiri dan pasangan. Selanjutnya, pastikan alat bantunya tidak salah pakai.

Selama ini kasus salah pakai alat bantu seks justru berakibat buruk pada pemakainya. Seks yang dilakukan justru jadi buruk dan menyebabkan Anda dan pasangan merasakan sakit setelahnya. Baca petunjuk penggunaan dan jangan lupa untuk selalu bersihkannya setelah dipakai.

  1. Munculnya Alergi pada Kulit

Tahukah Anda kalau kulit kemaluan sangat sensitif dibandingkan dengan kulit lain yang ada di tubuh. Bahkan, saking sensitifnya bisa menyebabkan cukup banyak gangguan seperti terasa gatal sampai perih. Pada beberapa kasus alergi juga muncul dan menyebabkan gangguan pada pernapasan.

Alergi bisa muncul dalam banyak hal, tapi dalam kasus seks ini sering muncul karena lateks. Baik pria atau wanita bisa mengalami alergi akibat lateks. Alergi akibat lateks ini muncul karena beberapa sebab, yang paling umum terjadi adalah penggunaan kondom. Kalau seseorang bersentuhan dengan lateks, tubuh akan langsung bereaksi.

Selain lateks, sperma juga bisa memicu alergi pada pria atau wanita. Beberapa orang tidak tahan dengan protein yang keluar dengan air mani. Dampaknya tubuh terasa gatal sampai sakit.

Inilah lima hal menyakitkan yang bisa terjadi pasca seks. Semoga hal-hal di atas tidak mengenai kita semua, ya!

 

 

Sumber:

  1. Santos-Longhurst, Adrienne. 2018. Why Does My Stomach Hurt After Sex?. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/why-does-my-stomach-hurt-after-sex. (Diakses pada 26 September 2019).
  2. Lanquist, Lindsey. 2019. 6 Reasons Your Vagina Feels Sore After Sex and What to Do About It. https://www.self.com/story/sore-vagina-after-sex. (Diakses pada 26 September 2019).
  3. Mateo, Ashley. 2018. 6 Reasons You’re Feeling Pain After Sex. https://www.health.com/sexual-health/pain-after-sex. (Diakses pada 26 September 2019).
  4. Galan, Nicole. 2019. What causes cramps after sex?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324488.php. (Diakses pada 26 September 2019).

 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi