Terbit: 5 Maret 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Rambut tumbuh ke dalam terjadi akibat adanya kulit mati yang memerangkap folikel rambut untuk pertumbuhan normal di atas kulit. Ketahui gejala, penyebab, pengobatan, pencegahan, dll.

Rambut Tumbuh ke Dalam: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dll

Apa Itu Rambut Tumbuh ke Dalam?

Rambut tumbuh ke dalam adalah kondisi dimana terdapat kulit mati yang menyumbat folikel rambut sehingga rambut yang baru tumbuh menyamping menuju bagian dalam kulit hingga tumbuh di bagian dalam kulit, bukan keluar. Kondisi ini sering terjadi pada rambut kemaluan atau rambut di wajah seperti jenggot atau kumis.

Rambut tumbuh ke dalam atau disebut juga dengan ingrown hair umumnya lebih sering terjadi pada orang yang memiliki rambut keriting tebal, tipis halus, atau mereka yang memotong rambut keritingnya terlalu pendek hingga itu menembus kulit dan malah masuk ke bagian dalam kulit.

Ingrown hair tidak membahayakan, namun menyebabkan ketidaknyamanan seperti gatal, sakit, nyeri, iritasi, hingga timbul bintik-bintik merah. Dalam kondisi tertentu, ini menimbulkan benjolan berisi cairan yang dapat berkembang menjadi pembengkakan dan kista epidermoid atau kista pilonidal.

Gejala Rambut Tumbuh ke Dalam

Berikut ini gejala umum yang dapat Anda perhatikan di area kulit:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

  • Rambut tumbuh sangat pendek
  • Timbul rasa gatal
  • Nyeri
  • Kulit kemerahan
  • Rasa tidak nyaman di kulit
  • Timbul benjolan (papula) yang memiliki nanah
  • Sakit seperti bisul
  • Hiperpigmentasi atau perubahan warna kulit menjadi gelap

Umumnya, ingrown hair terjadi di area kulit:

  • Kulit kepala
  • Wajah
  • Leher
  • Dada
  • Punggung
  • Area kemaluan

Gejala tersebut umumnya juga dapat muncul akibat pasca cukur rambut, cabut bulu, atau hair threading.

Baca Juga: 10 Cara Mencukur Bulu Kemaluan Pria yang Efektif

Kapan Harus ke Dokter?

Kondisi ini tidak menimbulkan masalah medis serius yang harus dikhawatirkan. Umumnya, gejala ini akan segera membaik saat rambut mulai tumbuh normal dalam beberapa waktu.

Hubungi dokter apabila terjadi kondisi kronis seperti papula bernanah dan sakit dalam jangka waktu cukup lama yang mungkin berkembang menjadi kista epidermoid atau kista pilonidal.

Penyebab Rambut Tumbuh ke Dalam

Penyebab yang paling umum adalah efek setelah Anda mencukur, mengeruk, atau melakukan waxing. Rambut yang akan tumbuh cenderung memiliki ujung yang lebih tajam, lalu melengkung dan menekuk untuk masuk kembali ke area lapisan kulit.

Rambut yang masuk ke bagian dalam kulit dianggap benda asing oleh lapisan kulit dan tubuh Anda, sehingga tubuh meresponsnya dengan gejala gatal, kulit kemerahan, hingga bengkak. Kondisi ini juga dipicu oleh penumpukan kulit mati yang menutupi folikel rambut sehingga rambut tidak dapat tumbuh dengan normal.

Faktor Risiko Rambut Tumbuh ke Dalam

Orang-orang dengan kondisi berikut ini memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami ingrown hair, terutama setelah mencukur rambut di area tertentu:

  • Orang dengan rambut keriting tebal
  • Orang dengan rambut lurus tipis
  • Orang dengan kadar hormon seks tertentu yang dapat memiliki lebih banyak rambut

Kondisi ini juga mungkin lebih sering terjadi pada orang-orang yang sering mencukur alis atau rambut wajah.

Diagnosis Rambut Tumbuh ke Dalam

Dokter akan melihat kondisi kulit Anda dan seberapa parah dan sering gejala tersebut dialami. Dokter akan bertanya seputar kebiasaan Anda dalam mencukur rambut.

Apabila ini tidak memicu komplikasi atau infeksi serius, dokter mungkin membuat sayatan kecil dengan jarum atau pisau bedah steril untuk mengatasinya. Kemudian, menggunakan dokter akan memberikan resep obat topikal untuk iritasi kulit.

Baca Juga: 7 Cara Mencukur Bulu Ketiak yang Benar (Panduan Lengkap)

Pengobatan Rambut Tumbuh ke Dalam

Berikut ini cara mengatasi rambut tumbuh ke dalam dengan perawatan di rumah:

1. Tea Tree Oil 

Anda dapat mengatasi efek iritasi kulit dengan minyak esensial tea tree oil. Tea tree oil memiliki sifat antibakteri untuk membunuh bakteri penyebab pembengkakan.

Caranya adalah dengan mencampurkan tea tree oil dengan air lalu oleskan menggunakan kapas secara halus dan lembut ke area kulit yang mengalami iritasi. Kandungan ini juga akan menenangkan peradangan dan mengembalikan kondisi folikel rambut.

2. Exfoliator Alami

Anda dapat menggunakan scrub alami yang terbuat dari gula, minyak zaitun, atau madu. Campurkan semua bahan tersebut lalu oleskan di kulit. Setelahnya, bilas dengan air hangat. Bahan alami tersebut memiliki sifat anti bakteri untuk membunuh bakteri di kulit.

3. Baking Soda

Baking soda atau soda kue dapat membantu mempercepat pengelupasan kulit dan meredakan peradangan. Caranya adalah dengan mencampurkan 1 sendok makan baking soda dengan 1 gelas air. Oleskan bahan tersebut ke area kulit yang mengalami iritasi, lalu bilas dengan air dingin.

4. Obat Bebas

Anda juga dapat menggunakan obat bebas (OTC) untuk meredakan peradangan, sebagai berikut:

  • Eksfoliasi Asam Salisilat atau Asam Glikolat: Digunakan untuk mengatasi kulit mati agar tidak menutupi folikel rambut.
  • Krim Benzoil Peroksida: Kandungan umum dalam salep obat jerawat untuk mengurangi efek peradangan.
  • Pelembap: Gunakan pelembap untuk mencegah kulit mati akibat kulit berminyak yang menyumbat folikel rambut.

Baca Juga: 10 Cara Mencukur Bulu Kemaluan agar Tidak Gatal

5. Obat-obatan Resep

Apabila gejala ingrown hair sangat membuat Anda merasa tidak nyaman dan ada indikasi komplikasi iritasi kulit lainnya, ketahui cara mengatasi rambut tumbuh ke dalam dengan obat-obatan berikut ini:

  • Steroid: Digunakan untuk mengurangi pembengkakan iritasi.
  • Retinoid (Retin-A): Digunakan untuk mengangkat sel kulit mati dan meminimalisir efek perubahan pigmen kulit.
  • Antibiotik: Resep antibiotik oral atau obat topikal untuk mengatasi iritasi dan infeksi kulit.

Kondisi ini tidak menimbulkan masalah serius dan seringkali akan hilang dengan sendirinya, namun Anda dapat menggunakan pengobatan tersebut apabila memberikan efek tidak nyaman pada kulit.

Komplikasi Rambut Tumbuh ke Dalam

Dalam kondisi yang lebih kronis, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi seperti:

  • Infeksi bakteri
  • Perubahan warna kulit jadi gelap
  • Jaringan parut
  • Bekas luka permanen (keloid)
  • Pseudofolliculitis barbae (ruam cukur)
  • Kista pilonidal
  • Kista epidermoid

Hubungi dokter apabila Anda mengalami komplikasi tersebut untuk penanganan lebih lanjut.

Pencegahan Rambut Tumbuh ke Dalam

Bagaimana cara mencegah rambut tumbuh ke dalam? Berikut ini daftarnya!

  • Jangan mencabuti rambut sendiri dengan paksa karena akan menimbulkan infeksi.
  • Bila Anda ingin bercukur lagi, basahi kulit dengan air hangat dan gunakan gel khusus cukur sebelumnya.
  • Jangan mencukur habis, sisakan sedikit atau rambut tipis.
  • Berhati-hati saat menggunakan pisau cukur atau alat cukur elektrik.
  • Selesai bercukur, basahi kulit dengan air dingin untuk menenangkan kulit.

Anda mungkin harus menggunakan teknik atau alat cukur lainnya yang tidak memicu rambut tumbuh ke dalam. Selain itu, gunakan losion atau gel sebelum mencukur dan hanya mencukur searah pertumbuhan rambut.

 

  1. Holland, Kimberly dan Stephanie Watson. 2017. Treating and Preventing Ingrown Pubic Hair. https://www.healthline.com/health/treating-preventing-ingrown-vaginal-hair#home-treatment. (Diakses pada 5 Maret 2020).
  2. WebMD. 2020. Ingrown Hair. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/ingrown-hair-causes-symptoms-treatment#2-7. (Diakses pada 5 Maret 2020).
  3. NHS. 2020. Ingrown Hair. https://www.nhs.uk/conditions/ingrown-hairs/. (Diakses pada 5 Maret 2020).
  4. MayoClinic. 2020. Ingrown Hair. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ingrown-hair/symptoms-causes/syc-20373893. (Diakses pada 5 Maret 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi