Terbit: 9 Maret 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo


Rambut rontok adalah salah satu masalah kesehatan umum yang kerap dikeluhkan banyak orang. Sejatinya, setiap orang memiliki fase pertumbuhan rambut yang berbeda-beda. Tingkatan fase tersebut adalah fase pertumbuhan (anagen), fase transisi (catagen), atau fase istirahat (telogen). Saat seseorang memasuki fase istirahat atau dalam dunia medis dikenal telogen effluvium, rambut rontok bisa terjadi dan Anda akan kehilangan sekitar 300 helai dalam sehari.

rambut-rontok-doktersehat

Apa Itu Rambut Rontok?

Sebelum menjelaskan lebih lanjut, hal penting yang harus diketahui adalah mengenai fase pertumbuhan rambut.

Seperti sudah disinggung sebelumnya, fase anagen yang dialami seseorang biasanya berlangsung selama 2-4 tahun, setelah itu seseorang bisa memasuki fase catagen selama 2-4 minggu, kemudian fase telogen selama 2-4 bulan yang kemudian menyebabkan rambut rontok dan digantikan oleh rambut baru yang tumbuh.

Sementara itu, telogen effluvium adalah bentuk kerontokan rambut sementara yang biasanya terjadi setelah stres, syok, atau peristiwa traumatis. Kondisi ini biasanya terjadi di bagian atas kulit kepala.

Perlu diketahui juga bahwa telogen effluvium berbeda dari gangguan rambut rontok permanen yang disebut alopecia areata, kerontokan yang disebabkan oleh penyakit autoimun terhadap folikel. Selain kulit kepala, kondisi ini bisa terjadi pada bulu mata, kumis, dan alis.

Penyebab Rambut Rontok

Seseorang digambarkan memiliki masalah apabila mengalami kerontokan rambut selama lebih dari 6 bulan. Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi penyebab rambut rontok, di antaranya:

1. Stres Berkepanjangan

Stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan rontok. Kerontokan rambut biasanya terjadi sekitar 3 bulan setelah kejadian yang membuat stres.

2. Pola Makan yang Buruk

Penyebab rambut rontok ternyata juga bisa disebabkan oleh pola makan yang buruk. Rambut membutuhkan berbagai nutrisi termasuk protein, zat besi, vitamin B, dan seng untuk tumbuh. Jika tubuh kekurangan beberapa nutrisi ini, hal itu dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas rambut seseorang.

3. Diet Ekstrem

Terjadi pada mereka yang mengalami penurunan berat badan yang tiba-tiba. Pembatasan kalori kronis seperti pada anoreksia nervosa bisa jadi penyebabnya.

4. Kehamilan

Memasuki masa kehamilan, rambut memasuki fase pertumbuhan yang lebih lama. Selain itu, perubahan hormon yang terjadi 3 hingga 6 bulan setelah melahirkan dapat menyebabkan kerontokan, kondisi ini disebut post-partum telogen effluvium.

5. Menopause

Perubahan hormon yang terjadi selama menopause juga bisa jadi penyebab.

6. Obat-obatan

Beberapa obat-obatan yang disebut recreational drugs dapat menyebabkan rambut rontok. Terdapat empat kategori recreational drugs: analgesik, depresan, stimulan, dan halusinogen.

Analgesik termasuk narkotika seperti heroin, morfin, fentanyl, dan kodein. Depresan termasuk alkohol, barbiturates, tranquilizers, dan nikotin. Stimulan termasuk kokain, metamfetamin, dan ekstasi (MDMA). Halusinogen meliputi LSD (asam), peyote (mescaline), psilocybin (jamur ajaib), ganja, ketamine, phencyclidine (PCP), dan salvia divinorum (sage diviner’s).

7. Kondisi Kesehatan

Bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan yang mendasarinya. Beberapa kondisi tersebut seperti penyakit autoimun, kondisi yang memengaruhi kelenjar tiroid dan alopecia areata.

8. Pembedahan

Meski bisa disebabkan oleh prosedur pembedahan, hal itu tergantung jenis prosedur, berapa lama tinggal di rumah sakit, obat-obatan yang digunakan, dan status gizi secara keseluruhan.

9. Keracunan Logam

Kerontokan juga bisa terjadi apabila Anda melakukan kontak dengan bahan kimia beracun dalam logam.

Gejala Rambut Rontok

Gejala utama rambut rontok adalah peningkatan jumlah rambut yang rontok. Kondisi ini bisa dikenali saat Anda mencuci atau menyisir rambut–dan terlihat kerontokan lebih dari biasanya. Pada beberapa kasus, kerontokan juga ditemukan dari banyaknya rambut di saluran pembuangan atau bantal.

Kerontokan biasanya perlahan menurun selama 6 hingga 8 bulan setelah diatasi. Oleh karena itu, penting untuk menentukan kemungkinan penyebabnya dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah kerontokan rambut yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, meskiditandai dengan timbulnya kerontokan rambut secara tiba-tiba dan biasanya terlihat beberapa bulan setelah kejadian yang memicu, kerontokan rambut ini terjadi sementara.

Diagnosis Rambut Rontok

Saat mendiagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan rambut dengan melakukan beberapa tes, antara lain:

  • Diameter dan panjang rambut yang hilang dapat menandakan dan dapat membantu dokter untuk membedakan antara rambut rontok dan alopecia areata.
  • Tes tarikan rambut dapat dilakukan untuk melihat seberapa banyak rambut yang rontok. Dengan lembut dokter akan menarik beberapa rambut di kulit kepala. Jika empat atau lebih rambut rontok, Anda mungkin memiliki telogen effluvium. Bahkan, Anda juga bisa diminta untuk mengumpulkan semua rambut yang rontok selama 24 jam, untuk kemudian menghitungnya apakah berlebihan atau tidak.
  • Tes pencucian rambut dapat dilakukan untuk melihat jumlah yang rontok.
  • Tes darah mungkin berguna untuk mengetahui penyebab kerontokan rambut. Tes-tes ini dapat membantu mendiagnosis defisiensi besi atau masalah tiroid.

Kehilangan kurang dari 100 helai rambut dalam sehari adalah sesuatu yang dianggap normal. Bahkan, Anda juga mungkin diminta untuk mengumpulkan dan menghitung rambut yang hilang setiap satu atau dua minggu untuk melihat kapan kerontokan mulai menurun.

Selain itu, dokter Spesialis Kulit dapat melihat indikator kesehatan rambut lainnya seperti penampilan kulit kepala, bercak kebotakan, penipisan rambut yang lebih umum, dan saran.

Pengobatan Rambut Rontok

Tidak ada perawatan rambut rontok yang terbukti efektif. Meski begitu terdapat beberapa cara mengatasi yang masih bisa dilakukan. Jika Anda memiliki pola makan yang buruk, konsultasikan dengan ahli gizi untuk membantu Anda menyeimbangkannya.

Pertimbangan cara mengatasi rambut rontok terkait dengan diet yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Protein memiliki peran penting dalam pertumbuhan rambut. Pastikan makanan yang Anda konsumsi mengandung banyak makanan kaya protein seperti daging, telur, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain itu, kandungan asam amino lisin juga sangat penting untuk mendukung pertumbuhan rambut.
  • Kekurangan zat besi. Mengubah diet dengan memasukkan makanan kaya zat besi dapat membantu mengatasi kerontokan rambut. Asupan zat besi yang baik dikonsumsi seperti daging merah, hati, sayuran berdaun hijau gelap, kacang-kacangan, dan lentil.
  • Pemberian suplementasi dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan status gizi dalam waktu yang singkat.

Jika dimulai setelah Anda memulai pengobatan, bicarakan dengan dokter untuk melihat apakah pengobatan harus dihentikan. Namun, jika disebabkan oleh trauma di masa lalu, rambut bisa tumbuh kembali tanpa perawatan khusus.

Jika kerontokan terkait dengan stres, mengurangi tingkat stres dapat membantu. Yoga atau meditasi bisa dicoba untuk membantu mengelola stres dan membantu menjernihkan pikiran.

Dalam kasus di mana pertumbuhan rambut belum kembali normal, dokter mungkin meresepkan minoxidil (Rogaine), lotion yang diaplikasikan pada kulit kepala untuk merangsang pertumbuhan rambut.

Pada beberapa kasus, rambut biasanya tumbuh kembali dalam waktu 3 hingga 6 bulan setelah penyebabnya ditangani.

Kadang-kadang, tingkat kerontokan rambut akan melambat tapi tidak berhenti sepenuhnya atau berlangsung lebih lama. Dalam banyak kasus, tidak lebih dari 50 persen rambut rontok.

Pencegahan Rambut Rontok

Tidak ada yang dapat dilakukan untuk mencegah rambut rontok yang disebabkan oleh masalah fisik. Beberapa kasus mungkin disebabkan oleh pola makan yang buruk, dan ini dapat dicegah dengan asupan makanan seimbang yang menyediakan cukup protein, zat besi dan nutrisi lainnya.

Perlu diketahui bahwa kerontokan terjadi ketika rambut baru tumbuh di bawahnya mendorongnya keluar. Dengan demikian, rambut yang merontok adalah tanda pertumbuhan kembali rambut. Ketika rambut baru pertama kali muncul melalui kulit kepala dan mendorong keluar rambut mati, rambut baru yang halus sering terlihat di sepanjang garis dahi.

 

  1. Telogen Effluvium and Other Effluviums. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hair-loss/effluviums#1. (Diakses pada 11 Oktober 2019).
  2. RNutr, Jo Lewin. 2018. Is telogen effluvium reversible?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321590.php. (Diakses pada 11 Oktober 2019).
  3. Telogen Effluvium. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/telogen-effluvium-a-to-z. (Diakses pada 11 Oktober 2019).
  4. TELOGEN EFFLUVIUM HAIR LOSS. https://www.aocd.org/page/telogeneffluviumha. (Diakses pada 11 Oktober 2019).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi