Terbit: 6 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Banyak orang Indonesia yang mengaku tidak bisa benar-benar menikmati makanan tanpa adanya sambal. Beruntung, kita tinggal di negara dimana  bahan utama sambal, yakni cabai sangat mudah untuk ditemukan. Yang menarik adalah, menurut pakar kesehatan, kerap mengonsumsi cabai disebut-sebut bisa membuat kita panjang umur.

Rajin Makan Cabai Bisa Bikin Panjang Umur?

Dilansir dari Express, meskipun belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan bahwa cabai bisa membuat kita panjang umur, sebuah penelitian yang melibatkan 16.179 orang menghasilkan fakta menarik yakni mereka yang tidak suka mengonsumsi makanan pedas atau cabai cenderung meninggal lebih cepat jika dibandingkan dengan mereka yang suka mengonsumsi makanan pedas. Menurut penelitian ini, mengonsumsi cabai pedas secara rutin bisa menurunkan risiko terkena berbagai masalah kesehatan berbahaya hingga 13 persen.

Makanan lain yang disebut-sebut bisa membuat kita panjang umur adalah cokelat hitam. Rasanya yang manis ternyata juga diimbangi dengan berbagai nutrisi sehat yang bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 470 pria dewasa, disebutkan bahwa konsumsi kakao dalam cokelat hitam bisa menurunkan risiko terkena serangan jantung hingga 50 persen selama 15 tahun.

Minuman yang kerap dikonsumsi banyak orang dan sedang digandrungi anak muda Indonesia, yakni kopi, ternyata juga bisa meningkatkan harapan hidup manusia. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada 2017 lalu, disebutkan bahwa rutin mengonsumsi 3 cangkir kopi bisa memperpanjang usia sekaligus menurunkan risiko terkena berbagai penyakit berbahaya.

Pakar kesehatan juga menyarankan kita untuk rajin-rajin mengonsumsi ikan yang kaya akan asam lemak omega 3 yang bisa membuat harapan hidup kita semakin panjang.

Mengingat makanan dan minuman tersebut mudah untuk didapatkan dan memiliki rasa yang nikmat, jangan ragu lagi untuk rutin mengonsumsinya.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi