Rainbow Baby, Bayi yang Lahir Setelah Keguguran

doktersehat-bayi

DokterSehat.Com– Keguguran tentu merupakan hal pahit yang dialami oleh setiap orang tua. Namun ketika kehilangan tersebut digantikan oleh kelahiran seorang bayi yang sehat, tentu keluarga menyambutnya dengan sukacita. Kondisi ini memicu istilah lahirnya ‘rainbow baby’, yaitu bayi yang lahir setelah ibu mengalami keguguran.

Apa itu rainbow baby?

Dilansir dari The Bump, rainbow baby adalah bayi yang lahir tidak lama setelah ibu mengalami keguguran atau bayi lahir mati. Istilah ini diambil dari makna pelangi yang memberi harapan baru setelah terjadi badai atau hal buruk dalam kehidupan

Mengapa rainbow baby spesial?

Peristiwa keguguran atau kehilangan anak karena stillbirth atau hal lainnya dapat mengguncang kondisi kejiwaan orang tua. Banyak pasangan yang harus berjuang untuk menghadapi kesedihan tersebut untuk akhirnya dapat memulai berjuang untuk kembali punya anak.

Karena itu ketika orang tua berhasil melewati kesedihannya dan menumbuhkan semangat untuk mencoba memiliki anak lagi hingga akhirnya berhasil, maka hal ini menjadi pengalaman tersendiri bagi orang tua.

Sikap orang tua pada rainbow baby

Kehadiran rainbow baby dalam sebuah keluarga dapat mengubah sikap orang tua pada bayi sejak dalam kandungan. Selain bersyukur, umumnya orang tua akan lebih protektif pada anak karena khawatir akan kehilangan anak seperti peristiwa sebelumnya.

Saat mengandung, ibu hamil perlu menanamkan pikiran positif bahwa ibu san si kecil akan menjalani kehamilan yang sehat hingga proses kelahiran nanti. Wajar jika ibu merasa takut atau khawatir akan kondisi si kecil, namun dengan pemeriksaan kehamilan yang baik dan dukungan dari keluarga atau orang terdekat yang baik maka ibu tidak perlu khawatir secara berlebihan.

“Orang tua yang memiliki rainbow baby memerlukan lebih banyak dukungan emosional selama kehamilan dan kelahiran,” jelas Dr. Kulp-Makarov seperti dikutip dari laman Parents.

Ketika si kecil lahir, sikap overprotektif orang tua pada anak mungkin masih akan terbawa. Para ahli mengkhawatirkan bahwa sikap ini akan berpengaruh pada perkembangan anak. Sebaiknya para orang tua tetap rajin melakukan konsultasi pada psikoloog atau dokter anak mengenai perkembangan anak.