Terbit: 26 April 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Rahim atau uterus normalnya berada dalam panggul. Namun dikarenakan oleh beberapa sebab, rahim dapat turun hingga menjulur keluar dari vagina. Kondisi ini dikenal dengan rahim turun atau peranakan turun. Ketahui penyebab, cara mengatasi, dan ciri-ciri rahim turun berikut ini!

Rahim Turun (Prolapsus Uteri): Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

Apa Itu Rahim Turun (Prolapsus Uteri)?

Peranakan turun atau rahim turun adalah kondisi di mana otot-otot dasar panggul dan ligamen meregang dan melemah, sehingga tidak dapat mendukung keberadaan rahim di dalam panggul. Hal ini menyebabkan rahim turun dan masuk atau bahkan menjulur keluar dari vagina.

Kondisi ini disebut dengan prolapsus uteri dalam dunia medis. Rahim turun dapat dialami pada wanita usia berapa saja, namun lebih banyak menyerang wanita yang sudah menopause.

Prolapsus uteri tidak selalu membutuhkan perawatan, tapi terdapat juga beberapa kasus di mana kondisi ini mengganggu keseharian sehingga harus dilakukan tindakan untuk mengatasinya.

Penyebab Rahim Turun (Prolapsus Uteri)

Penyebab rahim turun atau prolapsus uteri meliputi:

  • Kehamilan
  • Persalinan yang sulit atau trauma selama persalinan
  • Melahirkan secara normal
  • Melahirkan bayi dengan ukuran besar
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Menopause yang menyebabkan penurunan kadar estrogen
  • Sembelit kronis atau mengejan terlalu keras
  • Batuk kronis
  • Sering melakukan olahraga angkat berat
  • Riwayat operasi panggul
  • Faktor genetik yang menyebabkan jaringan ikat melemah

Faktor Risiko Rahim Turun (Prolapsus Uteri)

Selain penyebab rahim turun di atas, terdapat beberapa faktor risiko rahim turun yang perlu diwaspadai oleh setiap wanita. Faktor risiko prolapsus uteri meliputi:

  • Lebih dari satu kali menjalani persalinan normal
  • Melahirkan bayi besar
  • Bertambahnya usia
  • Kegemukan
  • Sembelit kronis
  • Riwayat keluarga memiliki kelemahan jaringan ikat
  • Riwayat operasi panggul
  • Orang kulit putih

Jenis atau Tahapan Rahim Turun (Prolapsus Uteri)

Kondisi peranakan turun ini dikategorikan menjadi 2 jenis, yaitu tidak lengkap dan lengkap. Berikut penjelasannya:

  • Prolapsus uteri tidak lengkap: Rahim sebagian bergeser ke vagina, tapi tidak menonjol.
  • Prolapsus uteri lengkap: Sebagian uterus menonjol dari lubang vagina.

Selain dua kategori tersebut, kondisi ini juga dinilai berdasarkan tingkat keparahannya. Berikut adalah tingkat keparahan dari prolapsus uteri:

  • Tahap 1: Rahim turun ke vagina bagian atas
  • Tahap 2: Rahim turun ke introitus (lubang yang mengarah ke saluran vagina)
  • Tahap 3: Serviks telah turun di luar introitus
  • Tahap 4: Serviks dan uterus keluar dari introitus

Gejala dan Ciri-Ciri Rahim Turun (Prolapsus Uteri)

Gejala dan ciri-ciri rahim turun bervariasi, bergantung dari seberapa parahnya kondisi ini.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri rahim turun:

  • Panggul berat atau sensasi seperti ditarik
  • Nyeri punggung bagian bawah
  • Pendarahan vagina atau keputihan meningkat
  • Kesulitan ketika melakukan hubungan seksual
  • Kebocoran urin, retensi urin, atau infeksi kandung kemih
  • Kesulitan buang air besar atau sembelit
  • Adanya tonjolan uterus dari lubang vagina
  • Seperti ada yang mengganjal ketika duduk (seperti duduk di atas bola kecil)
  • Jaringan vagina melemah

Ciri-ciri rahim turun di atas umumnya tidak muncul pada kasus yang ringan. Gejala yang muncul juga biasanya lebih ringan di pagi hari dan semakin memburuk seiring dengan berjalannya hari.

Diagnosis Rahim Turun (Prolapsus Uteri)

Diagnosis rahim turun dimulai dengan wawancara dan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan pada pasien bagaimana gejala yang dirasakan dan bagaimana kondisi tersebut memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan panggul dan pemeriksa posisi organ dan juga kondisi vagina. Pemeriksaan lain seperti USG dan MRI juga mungkin dilakukan untuk menilai tingkat keparahan rahim turun.

Cara Mengatasi Rahim Turun (Prolapsus Uteri)

Cara mengatasi rahim turun bergantung pada tingkat keparahan prolapsus uteri itu sendiri. Berikut adalah beberapa perawatan yang mungkin dokter rekomendasikan:

1. Perawatan di Rumah

Apabila gejala prolapsus uteri yang muncul hanya sedikit dan tidak terlalu mengganggu, dokter mungkin akan menyarankan untuk perawatan di rumah saja.

Tindakan perawatan di rumah yang dimaksud adalah termasuk melakukan senam Kegel untuk memperkuat otot panggul, menurunkan berat badan, dan mengatasi sembelit. Latihan sederhana ini bertujuan agar mencegah prolapsus semakin memburuk.

2. Vaginal Pessary

Vaginal pessary adalah alat berupa cincin plastik atau karet yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menopang jaringan yang menonjol ke vagina

Alat ini tidak terpasang secara permanen. Pessary harus dikeluarkan secara rutin dari vagina untuk kemudian dibersihkan.

3. Operasi

Pembedahan dibutuhkan dalam beberapa kasus prolapsus uteri. Dokter mungkin akan merekomendasikan pembedahan vagina atau pembedahan minimal invasif (laparoskopi).

Operasi sebagai cara mengatasi turun rahim dapat dilakukan dalam bentuk:

  • Perbaikan jaringan dasar panggul yang melemah. Operasi ini bisa dilakukan melalui vagina, tapi dapat juga melalui perut. Dokter mungkin akan melakukan cangkok jaringan dengan jaringan Anda sendiri atau jaringan donor, atau dapat juga menggunakan bahan sintetis. Pencangkokan dilakukan pada struktur dasar panggul yang melemah untuk mendukung organ panggul.
  • Pengangkatan rahim atau histerektomi. Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat merekomendasikan histerektomi sebagai cara mengatasi turun rahim.

Pencegahan Rahim Turun (Prolapsus Uteri)

Apabila Anda merupakan wanita yang memiliki faktor risiko mengalami rahim turun, ada baiknya Anda mempertimbangkan beberapa langkah pencegahan dari kondisi ini.

Berikut adalah beberapa pencegahan yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko prolapsus uteri:

  • Melakukan latihan Kegel secara rutin. Latihan ini dapat membantu memperkuat otot dasar panggul. Sangat penting dilakukan, terutama oleh wanita yang sudah memiliki anak.
  • Mengatasi dan mencegah sembelit. Makanan tinggi serat dan asupan cairan yang cukup dapat membantu Anda terhindar dari sembelit.
  • Hindari angkat berat. Apabila melakukan aktivitas angkat berat, lakukan dengan benar. Anda seharusnya bertumpu pada kaki, bukan pada pinggang atau punggung.
  • Mengatasi batuk. Apabila mengalami batuk, segera dapatkan perawatan yang tepat dan hindari rokok serta faktor risiko batuk lainnya.
  • Jaga berat tubuh ideal. Apabila berat tubuh dirasa sudah jauh melebihi batas ideal, konsultasikan dengan dokter tentang langkah menurunkan berat tubuh yang tepat.

 

  1. Herndon, Jaime. 2018. Uterine Prolapse. https://www.healthline.com/health/uterine-prolapse. (Diakses 26 November 2019).
  2. Mayo Clinic. 2019. Uterine prolapse. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-prolapse/symptoms-causes/syc-20353458. (Diakses 26 November 2019).
  3. Smith, Lori. 2017. What you need to know about uterine prolapse. https://www.medicalnewstoday.com/articles/305971.php. (Diakses 26 November 2019).
  4. WebMD. 2017. Prolapsed Uterus. https://www.webmd.com/women/guide/prolapsed-uterus#1. (Diakses 26 November 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi