Terbit: 5 Juni 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Testis adalah bagian tubuh yang juga tak lepas dari masalah kesehatan, salah satunya orchitis. Ketahui lebih lanjut mengenai kondisi ini mulai dari gejala, penyebab, hingga pengobatan dan pencegahannya.

Orchitis (Radang Testis): Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan

Apa Itu Orchitis?

Orchitis adalah kondisi di mana testis mengalami peradangan (inflamasi). Infeksi virus dan bakteri menjadi alasan mengapa seseorang bisa mengalami radang testis. Selain itu, peradangan yang terjadi pada saluran sperma atau disebut epididimitis juga ditengarai turut memicu terjadinya Orchitis.

Radang testis tentu perlu ditangani dengan segera. Pasalnya, penyakit ini jika dibiarkan dapat menimbulkan komplikasi. Komplikasi yang dimaksud yakni kerusakan pada testis hingga infertilitas alias kemandulan. Orchitis bisa menyerang salah satu atau kedua testis.

Ciri dan Gejala Orchitis

Timbulnya rasa nyeri pada testis menjadi gejala khas dari penyakit ini. Akan tetapi, jangan langsung berprasangka bahwa Anda mengalami radang testis manakala merasakan sakit pada testis. Pasalnya, orchitis juga memiliki gejala khas lainnya.

Berikut adalah ciri-ciri Orchitis yang perlu Anda ketahui dan pahami:

  • Testis terasa nyeri
  • Testis mengalami pembengkakan
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri saat ejakulasi
  • Cairan mani disertai darah
  •  Bisa disertai pembesaran prostat
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening di selangkangan
  • Demam
  • Mual dan muntah

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala di atas secara mendadak. Penanganan medis sedini mungkin dapat mempermudah proses penyembuhan sekaligus mencegah kondisi ini bertambah buruk yang mana dapat membahayakan diri.

Penyebab Orchitis

Seperti yang sudah disampaikan di atas, penyebab orchitis ini utamanya adalah infeksi, baik itu infeksi yang disebabkan oleh virus, maupu infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

1. Orchitis Akibat Infeksi Virus

Radang testis bisa disebabkan oleh virus, tepatnya paramyxoviruses yang tak lain merupakan virus penyebab penyakit gondongan. Ya, virus yang menyebabkan penyakit gondongan nyatanya dapat menyebar ke area testis hinga mengakibatkan terjadinya peradangan.

Orchitis yang disebabkan oleh virus ini umumnya menyerang anak-anak usia di bawah 10 tahun, dan gejalanya mulai muncul dalam kurun waktu 4-6 hari pascagondongan.

2. Orchitis Akibat Infeksi Bakteri

Sementara pada kasus radang testis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, ada 3 (tiga) jenis bakteri yang ditengarai menjadi ‘biang keladinya’, yang mana bakteri-bakteri tersebut juga menjadi penyebab dari penyakit kelamin lainnya seperti epididimitis dan penyakit menular seksual (PMS), serta infeksi saluran kemih (ISK). Bakteri yang dimaksud yaitu:

  • Neisseria gonorrhoeae
  • Streptococcus sp.
  • Staphylococcus sp. 
  • E. Coli

Selain itu, mungkin masih ada lagi faktor-faktor penyebab lainnya dari radang testis ini. Penting bagi Anda untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala penyakit ini guna dicari tahu apa penyebabnya sehingga pengobatan dapat berjalan optimal.

Faktor Risiko Orchitis

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang lebih berisiko untuk mengalami radang testis. Faktor-faktor risiko tersebut adalah sebagai berikut:

  • Riwayat infeksi saluran kemih
  • Riwayat operasi pada organ genital maupun saluran kemih
  • Memiliki cacat lahir pada saluran kemih
  • Tidak atau belum melakukan vaksinasi penyakit gondok

Sementara itu, perilaku seks tidak sehat juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena orchitis. Perilaku seks yang tidak sehat sebagaimana dimaksud adalah:

  • Sering bergonta-ganti pasangan seks
  • Berhubungan seks dengan penderita PMS
  • Berhubungan seks tanpa menggunakan kondom
  • Riwayat PMS

Oleh sebab itu, terapkankah pola hidup sehat—termasuk untuk urusan seks—agar Anda tidak termasuk ke dalam faktor-faktor risiko tersebut.

Diagnosis Orchitis

Guna memastikan apakah Anda memang mengalami peradangan testis atau tidak, dokter perlu melakukan sejumlah pemeriksaan. Selain untuk memastikan, pemeriksaan juga bertujuan untuk mencari tahu penyebab penyakit sehingga dokter bisa menentukan metode pengobatan seperti apa yang sesuai sehingga pengobatan berjalan lancar.

Diagnosis orchitis terdiri dari:

1. Anamnesis

Setelah memeriksa tekanan darah dan berat badan pasien sebagai prosedur standar, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan terkait dengan keluhan yang dialami. Pertanyaan-pertanyaan tersebut di antaranya:

  • Gejala apa saja yang dirasakan?
  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya?
  • Apakah memiliki riwayat penyakit ISK?
  • Apakah memiliki riwayat penyakit PMS? Adakah riwayat hubungan seksual yang berisiko?
  • Apakah memiliki riwayat penyakit gondongan (mumps)?

2. Pemeriksaan Fisik

Selesai dengan anamnesis, dokter akan melanjutkan ke tahapan pemeriksaan selanjutnya yakni pemeriksaan fisik. Pada tahap ini, dokter akan memeriksa testis pasien untuk mencari tahu apakah ada abnormalitas yang mengarah pada orchitis.

3. Pemeriksaan Penunjang

Terakhir, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk menguatkan diagnosis. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan biasanya meliputi:

  • Ultrasonografi (USG), bertujuan untuk melihat apakah ada abnormalitas di dalam testis pasien yang menandakan adanya peradangan.
  • Tes darah, bertujuan untuk mencari tahu apakah ada kemungkinan infeksi menular seksual.
  • Tes urine, bertujuan untuk memastikan kemungkinan radang disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Pemeriksaan /Pengecatan lendir urethra, yaitu memeriksa cairan yang keluar dari ujung saluran kemih dengan mikroskop, bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri yang menginfeksi testis pasien

Pengobatan Orchitis

Setelah pasien dikatakan positif menderita radang testis, dokter akan segera menentukan langkah pengobatan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya.

1. Pengobatan Orchitis akibat Infeksi Virus

Pengobatan radang testis yang diakibatkan oleh infeksi virus meliputi:

  • Pemberian obat antivirus
  • Pemberian obat pereda nyeri (paracetamol, ibuprofen, dsb.) guna meminimalisir gejala
  • Kompres testis dengan air dingin

Selain itu, dokter juga biasanya akan meminta pasien untuk sementara waktu tidak berhubungan seks sampai penyakitnya sembuh, pun istirahat yang cukup menjadi suatu keharusan guna mempercepat proses penyembuhan.

2. Pengobatan Orchitis akibat Infeksi Bakteri

Pengobatan radang testis yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada dasarnya sama seperti pengobatan radang akibat infeksi virus. Hanya, jenis obat utama yang diberikan adalah obat antibiotik. Mengenai jenis dan dosis obat, hal ini sepenuhnya ditentukan oleh dokter setelah melihat kondisi pasien.

Pastikan untuk selalu mengikuti petunjuk dari dokter selama masa pengobatan agar masalah kesehatan ini bisa segera sembuh.

Komplikasi Orchitis

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi jika pasien tidak segera ditangani. Komplikasi bisa berupa:

  • Kerusakan pada jaringan testis
  • Defisiensi hormon testosteron
  • Lepuhan pada testis
  • Penurunan ukuran testis (afrio testis)
  • Kemandulan

Pencegahan Orchitis

Selain karena faktor-faktor yang memang tidak bisa diubah seperti cacat testis sejak lahir, penyakit ini bisa dicegah. Cara mencegah—atau setidaknya meminimalisir—risiko radang testis adalah:

  • Melakukan vaksinasi penyakit gondok.
  • Terapkan perilaku seks yang sehat.
  • Menjaga kebersihan organ intim.

 

  1. Anonim. Orchitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/orchitis/symptoms-causes/syc-20375860 (Diakses pada 5 Juni 2020)
  2. Anonim. Inflammation of the Testicle. https://www.webmd.com/men/inflammation-testicle-orchitis#1 (Diakses pada 5 Juni 2020)
  3. Roth, E. 2018. Orchitis. https://www.healthline.com/health/orchitis (Diakses pada 5 Juni 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi