Terbit: 8 Juli 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Berada di tempat bersuhu rendah bisa menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, salah satunya radang dingin. Ketahui lebih lanjut mengenai kondisi tersebut mulai dari ciri-ciri, penyebab, pengobatan, hingga pencegahannya berikut ini!

Radang Dingin: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Komplikasi, dan Pencegahan

Apa Itu Radang Dingin?

Radang dingin adalah suatu kondisi ketika jaringan tubuh yang ada pada kulit mengalami kerusakan. Radang dingin atau disebut juga sebagai frostbite umumnya terjadi di area kulit telinga, hidung, bibir, tangan, dan kaki.

Seseorang yang terkena frostbite tentunya harus segera mendapat pertolongan medis. Pasalnya, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan kulit yang diiringi dengan perubahan warna dan cacar pada kulit. Bahkan, penderita bisa mengalami yang namanya hipotermia.

Ciri dan Gejala Radang Dingin

Frostbite ditandai oleh sejumlah gejala. Ciri atau gejala radang dingin ini pun muncul secara bertahap.

Pada awalnya, seseorang yang terkena frostbite akan merasakan sensasi dingin dan beku, pun sensasi kesemutan dan tertusuk-tusuk pada kulitnya. Kemudian, kulit akan mengalami pembengkakan dan berubah warnanya menjadi pucat.

Apabila tidak segera ditangani, jaringan tubuh akan semakin rusak hingga kemudian penderita akan mati rasa. Mati rasa yang dimaksud di sini yaitu penderita seakan tidak bisa lagi merasakan sakit maupun dingin.

Tibalah pada tahap akhir gejala radang dingin, muncullah semacam lepuhan pada kulit penderita yang lantas akan berubah warna menjadi hitam dan teksturnya keras. Ini menandakan bahwa jaringan kulit telah mati.

Secara garis besar, berikut adalah ciri-ciri frostbite:

  • Kulit terasa dingin dan beku
  • Kesemutan dan sensasi tertusuk-tusuk pada area kulit yang terdampak
  • Kulit berubah warna menjadi merah, putih pucat, abu-abu, atau kuning

Pada kondisi yang sudah parah, gejala yang muncul adalah sebagai berikut:

  • Area kulit yang terdampak melepuh
  • Kulit berubah warna menjadi hitam
  • Sendi dan otot tubuh tidak berfungsi

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Kapan Anda harus periksa ke dokter? Anda diharuskan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala di atas dan disertai dengan gejala lainnya seperti:

  • Demam
  • Kepala pusing
  • Kulit membengkak dan memerah

Pertolongan medis sedini mungkin bertujuan untuk memperbesar peluang keberhasilan pengobatan sekaligus memperkecil kondisi ini bertambah buruk.

Penyebab Radang Dingin

Lantas, apa yang menyebabkan seseorang mengalami frostbite? Penyebab dari masalah kesehatan yang satu ini tak lain karena suhu udara yang rendah. Seseorang yang berada di tempat dengan cuaca dingin ekstrem sangat mungkin untuk mengalami kondisi ini.

Berikut ini adalah garis besar penyebab radang dingin yang perlu Anda ketahui:

  • Berada di tempat yang sangat dingin atau berangin dalam waktu lama. Risiko semakin besar apabila suhu udara mencapai -15 derajat celcius. Frostbite pun dapat menyerang dalam kurun waktu kurang dari 30 menit jika berada di tempat bersuhu -27 derajat celcius.
  • Tidak mengenakan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca dingin. Berpakaian tipis yang notabene tidak bisa melindungi tubuh dari cuaca dingin dan berangin hanya akan meningkatkan kemungkinan seseorang terkena frostbite.
  • Kontak dengan barang atau substansi lainnya yang dingin. Menyentuh barang seperti es batu, air dingin, atau bahan-bahan beku lainnya juga bisa menyebabkan seseorang terserang radang dingin.

Faktor Risiko Radang Dingin

Berada di tempat yang sangat dingin menjadi faktor risiko utama seseorang dapat mengalami frostbite. Akan tetapi, hal ini kemungkinan besar baru akan terjadi apabila diiringi dengan:

  • Tinggal di tempat bersuhu rendah
  • Tidak mengenakan pakaian khusus yang didesain untuk cuaca dingin ekstrem
  • Tubuh lemah karena sejumlah alasan (dehidrasi, lapar, dsb.)
  • Mengonsumsi minuman beralkohol
  • Merokok
  • Menderita diabetes
  • Menderita penyakit kardiovaskular (jantung dan stroke)
  • Depresi
  • Sedang mengonsumsi obat jenis penghambat beta (beta-blocker)
  • Lansia
  • Anak-anak

Diagnosis Radang Dingin

Guna mendiagnosis radang dingin, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan pada pasien. Pemeriksaan tersebut meliputi wawancara (anamnesis), pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan pada pasien terkait dengan keluhan yang dialami, seperti:

  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Pernahkah mengalami kondisi ini sebelumnya?
  • Apakah sering beraktivitas di tempat bersuhu dingin?
  • Apakah mengonsumsi alkohol?
  • Apakah merokok?
  • Apakah sedang mengonsumsi obat-obatan? Jika ya, obat apa?

2. Pemeriksaan Fisik

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap fisik pasien untuk mencari tahu apakah ada kemungkinan pasien memang mengalami frostbite. Pemeriksaan berfokus pada area kulit yang dicurigai mengalami kerusakan jaringan.

3. Pemeriksaan Penunjang

Agar hasil diagnosis semakin kuat, pun untuk menentukan seberapa parah peradangan yang dialami oleh pasien, dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dimaksud di antaranya adalah:

  • Rontgen
  • MRI

Pengobatan Radang Dingin

Setelah pasien didiagnosis positif mengalami frostbite, maka dokter akan segera mengambil langkah-langkah untuk mengobati kondisi ini. Pengobatannya meliputi:

1. Pertolongan Pertama

Apabila peradangan masih bersifat ringan, pengobatan bisa dilakukan secara mandiri dengan menerapkan sejumlah langkah-langkah berikut ini:

  • Segera cari tempat yang hangat
  • Hangatkan tangan dengan mengapitnya di bawah lengan
  • Cara alternatif, rendam tangan di air hangat
  • Tutupi tubuh dengan selimut
  • Minum air putih

2. Pengobatan Medis

Pada kasus radang dingin yang sudah sampai tahap parah dan menyebabkan kerusakan menyeluruh pada jaringan tubuh, otot, atau bahkan saraf, dokter bisa saja terpaksa harus menempuh prosedur amputasi guna menangani hal ini.

Akan tetapi, dokter biasanya masih akan mengusahakan untuk tidak melakukan amputasi. Salah satu caranya adalah dengan memberikan obat thrombolytics. Obat ini berfungsi untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Kendati demikian, penggunaan obat dapat menimbulkan efek samping berupa perdarahan.

Komplikasi Radang Dingin

Radang dingin jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan komplikasi berupa:

  • Jaringan tubuh mati
  • Hipotermia
  • Kerusakan organ dalam tubuh (jantung, paru-paru)

Pencegahan Radang Dingin

Mengingat frostbite adalah kondisi yang serius, maka langkah-langkah pencegahan perlu dilakukan. Cara mencegah radang dingin utamanya meliputi:

  • Gunakan pakaian tebal saat berada di tempat bersuhu rendah.
  • Kenakan penutup telinga saat berada di tempat dingin.
  • Jika memungkinkan, hindari terlalu berlama-lama di tempat dingin.
  • Hindari rokok dan konsumsi alkohol saat beraktivitas di tempat dingin.
  • Jaga tubuh tetap terhidrasi.
  • Jaga asupan makanan tetap terpenuhi.
  • Banyak bergerak saat di tempat dingin.

 

  1. Anonim. Frostbite. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/frostbite/symptoms-causes/syc-20372656 (Diakses pada 8 Juli 2020)
  2. Anonim. Frostbite. https://www.webmd.com/first-aid/frostbite (Diakses pada 8 Juli 2020)
  3. Anonim. Frostbite. https://www.nhs.uk/conditions/frostbite/ (Diakses pada 8 Juli 2020)
  4. Healthline Editorial Team. 2017. Frostbite. https://www.healthline.com/health/frostbite#symptoms (Diakses pada 8 Juli 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi