Rabies – Gejala Pada Manusia

doktersehat-anjing-virus-rabies

Jangka waktu dari infeksi oleh virus hingga munculnya gejala-gejala pertama rata-rata adalah 35-65 hari. Gejala-gejala pertama dapat berupa gejala umum seperti demam, sakit kepala, dan merasa letih. Berikut adalah tanda dan gejala lain yang umumnya muncul pada manusia:

  • Masa inkubasi rata-rata (waktu dari infeksi ke waktu perkembangan gejala) pada manusia adalah 30-60 hari, tetapi dapat berkisar dari kurang dari 10 hari sampai beberapa tahun.
  • Kebanyakan orang pertama mengeluhkan gejala nyeri, kesemutan, atau gatal-gatal di area gigitan (atau tempat masuk virus).
  • Keluhan yang tidak spesifik seperti demam, menggigil, kelelahan, nyeri otot, dan mudah tersinggung dapat menyertai keluhan ini. Gejala-gejala ini dapat muncul mirip dengan flu. Awalnya, keluhan mungkin tidak tampak seperti virus apapun, kecuali sensasi tertusuk-tusuk dan gatal di area gigitan hewan.
  • Secara bertahap, individu yang terkena menjadi sangat sakit, mengalami berbagai gejala, termasuk demam tinggi, kebingungan, agitasi, dan akhirnya kejang dan koma.
  • Biasanya, orang dengan rabies mengalami kontraksi otot tubuh yang tidak teratur dan kejang otot pernapasan bila terkena air (ini disebut hidrofobia). Mereka dapat menunjukkan respon yang sama ketika ada embusan udara ditujukan pada mereka (disebut aerofobia). Pada titik ini, mereka jelas sangat sakit.
  • Suatu bentuk jarang dari rabies, rabies paralitik (rabies lumpuh), telah dikaitkan dengan gigitan kelelawar. Dalam bentuk ini, orang yang digigit akan mengalami kelumpuhan, atau ketidakmampuan untuk menggerakkan bagian tubuh yang digigit. Ini menyebar secara bertahap ke seluruh tubuh, dan bisa mengancam nyawa seseorang. Hidrofobia jarang terjadi di rabies lumpuh daripada di rabies klasik.

Kapan mencari perawatan medis?

Jika Anda merasa telah terpapar hewan rabies, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat,

  • Dokter harus membicarakan risiko hewan memiliki rabies dan risiko dari pajanan untuk penularan virus.
  • Dokter juga harus tahu jika sebelumnya Anda telah menerima vaksinasi terhadap rabies, baik karena Anda berada dalam profesi berisiko tinggi (misalnya, bekerja sebagai dokter hewan atau kebun binatang) atau Anda telah terkena gigitan atau goresan hewan yang berpotensi rabies sebelumnya. Jika Anda telah divaksinasi sebelumnya, maka akan mengubah pengobatan.
  • Karena rabies adalah suatu penyakit langka, dokter mungkin belum terbiasa dengan kebutuhan untuk pengobatan atau mungkin tidak memiliki vaksin di kliniknya. Departemen kesehatan masyarakat setempat merupakan sumber informasi yang baik dalam kasus ini, dan unit gawat darurat (UGD) rumah sakit adalah tempat yang baik untuk mencari perawatan medis.

Setiap gigitan hewan yang serius harus dirawat secepatnya di UGD rumah sakit.

Rabies – Halaman Selanjutnya : 1 2 3 4 5 6