Terbit: 2 April 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Sebagian dari Anda tentunya sudah tidak asing dengan istilah quarter life crisis, bukan? Quarter life crisis adalah krisis kehidupan yang terjadi di usia 20-an. Tidak jarang krisis ini menjadi pemicu stres dan depresi yang terjadi di usia muda ini. Ketahui selengkapnya tentang krisis yang dialami di usia 20-an ini!

Quarter Life Crisis, Krisis Kehidupan di Usia 20-an

Apa Itu Quarter Life Crisis?

Quarter life crisis adalah krisis kehidupan yang terjadi selama usia 20-an. Setiap orang dapat mengalami krisis ini di waktu yang berbeda, ada yang merasakan di awal usia 20-an, ada yang merasakan di akhir usia 20-an, ada yang mengalaminya sepanjang usia 20-an, dan kebanyakan yang mengalami di usia sekitar 25-an.

Masa ini adalah masa di mana terjadi banyak transisi dalam hidup. Mulai dari perubahan remaja ke dewasa, perubahan status pelajar menjadi pekerja, hingga perubahan dalam keluarga karena pernikahan, dan masih banyak perubahan lainnya.

Jika krisis kehidupan lainnya seperti mid life crisis atau late life crisis dipicu oleh kondisi yang lebih signifikan seperti kesehatan yang mulai menurun, kehilangan pasangan, kehilangan pekerjaan, maka krisis ini dapat dikatakan sedikit berbeda.

Terkadang seseorang terlihat memiliki pekerjaan yang bagus dan kehidupan yang lancar juga dapat mengalami krisis ini. Jika krisis kehidupan lain terjadi ketika kita merasa tidak mencapai tujuan kita, krisis ini justru terjadi ketika kita tidak memiliki tujuan atau merasa tujuan hidup kita kurang realistis.

Agar lebih memahami apa itu quarter life crisis, kenali tanda-tanda dan cara mengatasinya berikut ini!

Tanda-Tanda Anda Mengalami Quarter Life Crisis

Quarter life crisis dapat dikatakan sebagai krisis yang umum. Meskipun begitu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami krisis ini. Alhasil, tentunya banyak yang mengalami krisis ini dan kesulitan untuk mengatasinya karena tidak benar-benar paham apa yang sedang menimpa dirinya.

Agar tidak salah menilai kondisi Anda, kenali beberapa tanda-tanda seseorang mengalami quarter life crisis berikut ini!

1. Mulai Mempertanyakan Tujuan Hidup

Ketika memasuki krisis ini, Anda mungkin akan mulai mempertanyakan tujuan hidup Anda.

Ada banyak sekali pertanyaan yang muncul di kepala Anda termasuk menyangkut eksistensi Anda dan tujuan hidup Anda di dunia ini. Pertanyaan-pertanyaan ini sering kali tidak menemukan jawabannya hingga membuat Anda frustasi.

2. Media Sosial Membuat Anda Tertekan

Apa tujuan seseorang menggunakan media sosial? Benarkah sebagai sebuah sarana hiburan?

Faktanya, media sosial lebih sering membuat seseorang menjadi resah. Kabar pernikahan, kelahiran anak, atau kesuksesan dalam pekerjaan dari teman seharusnya merupakan berita yang menyenangkan, tapi justru membuat Anda cemas tanpa alasan.

Bahkan terkadang rasa cemas itu tetap muncul sekalipun faktanya Anda mengetahui bahwa Anda belum memiliki keinginan untuk menikah maupun memiliki anak. Jadi sebenarnya, apa yang perlu dikhawatirkan?

3. Merasa Terjebak dalam Pekerjaan

Salah satu tanda yang juga umum terjadi pada quarter life crisis adalah perasaan bahwa Anda terjebak dalam pekerjaan.

Ketika seseorang merasa terjebak, rasa ingin kabur tentunya menjadi sebuah reaksi alami. Anda juga mengalami kegalauan antara mengejar karier atau mengejar impian. Tidak ada salahnya merasakan hal ini, karena kondisi dapat menjadi pemicu Anda untuk terus mengembangkan karier.

Pada akhirnya Anda juga akan mengetahui bahwa mengejar karier atau mengejar impian bukan merupakan pilihan yang mutlak. Anda dapat mengejar keduanya atau tanpa sadar keduanya memang sudah saling bersinggungan.

4. Lingkaran Pertemanan yang Berubah

Memasuki usia 20-an, perubahan lingkaran pertemanan merupakan hal yang sangat wajar.

Anda mungkin merasa sedikit terkejut ketika lingkaran pertemanan Anda semakin mengecil. Sebagian teman yang paling banyak menghabiskan waktu bersama di masa sekolah hingga kuliah semakin sulit untuk Anda temui saat ini.

Tidak perlu khawatir karena ini merupakan hal yang sangat wajar. Seiring dengan berjalannya waktu, Anda dapat dengan sadar memilih orang-orang yang ingin pertahankan dalam hidup Anda.

Salah satu persyaratan untuk dipertahankan adalah tentu saja orang tersebut harus membawa kebaikan dan hal positif dalam hidup Anda, bukan malah sebaliknya.

5. Punya Banyak Keinginan, tapi Tidak Kunjung Mewujudkannya

Punya banyak keinginan tentunya bukan hal yang salah, terutama jika keinginan tersebut mendatangkan hasil positif terhadap hidup kita.

Terkadang, penilaian orang-orang di sekitar membuat kita berpikir kembali tentang seberapa pentingnya keinginan tersebut. Apabila dirasa kurang penting, maka kita terus mengurungkan niat untuk mewujudkannya.

Padahal ukuran penting atau tidaknya berbagai hal akan berbeda pada setiap orang. Jadi, jika Anda memiliki keinginan, tidak perlu ragu untuk mewujudkannya.

6. Komitmen Membuat Anda Takut

Ketika mengalami quarter life crisis, komitmen jangka panjang dapat membuat Anda takut dan cemas.

Hal ini terjadi karena Anda sendiri masih merasa cemas dengan rencana masa depan Anda sendiri. Ketika pada rencana sendiri saja Anda merasa ragu, tentunya akan sulit bagi Anda untuk berkomitmen pada orang lain dalam banyak hal.

7. Merasa Tidak Bahagia

Anda dapat merasa tidak bahagia, bahkan ketika memiliki pencapaian dalam kehidupan Anda.

Kondisi ini tentunya sulit untuk dimengerti, tapi Anda tidak perlu merasa khawatir. Perasaan ini justru dapat membawa Anda untuk kembali merenungkan apa yang salah dalam hidup Anda dan mencari solusi untuk memperbaikinya.

Cara Mengatasi Quarter Life Crisis

Setelah mengetahui jika Anda mengalami krisis ini, sekarang saatnya untuk memikirkan bagaimana cara mengatasi quarter life crisis tersebut.

Berikut adalah cara mengatasi quarter life crisis yang dapat Anda coba terapkan!

1. Berpikir bahwa Krisis adalah Hal Wajar

Cara mengatasi yang pertama adalah dengan berpikir bahwa krisis yang Anda alami adalah hal yang wajar.

Ya, tidak perlu berpikir bahwa quarter life crisis adalah hal yang salah atau perlu dikhawatirkan. Kebanyakan orang mengalami kondisi ini dan pada akhirnya dapat melewatinya dengan baik

Jika melihat pada gejala dan tandanya kembali, banyak peristiwa pada krisis ini yang justru dapat membuat Anda berpikir kembali tentang hidup yang dijalani. Pada akhirnya, Anda bisa mendapatkan berbagai hal positif dari peristiwa-peristiwa tersebut.

2. Quarter Life Crisis adalah Transisi

Pada dasarnya krisis ini adalah sebuah transisi dan seperti yang kita ketahui, ada banyak sekali transisi yang kita lewati dalam hidup ini.

Sama seperti transisi yang kita alami dalam hidup, krisis inijuga akan menemukan akhirnya. Krisis ini bukan hanya sekedar masa yang harus dilewati, tapi merupakan masa di mana Anda berproses dan kemudian menjadi pribadi yang lebih baik.

3. Berhenti Membandingkan Hidup Anda dengan Orang Lain

Salah satu penyebab utama dari krisis ini adalah kebiasaan kita untuk membandingkan diri kita dengan orang lain.

Hidup bukan merupakan kompetisi, sehingga Anda tidak perlu merasa tertinggal dan membandingkan hidup Anda dengan orang lain. Jika ingin membandingkan hidup dengan orang lain, lakukanlah untuk dua hal saja. Pertama adalah untuk dapat lebih mensyukuri hidup Anda dan kedua adalah untuk memberikan motivasi untuk lebih maju.

4. Berpikir Realistis

Bermimpi memang tidak ada salahnya, tapi berpikir realistis juga merupakan hal wajib dalam menghadapi kehidupan.

Kesuksesan bukan merupakan hal yang instan dan kegagalan juga bukan merupakan akhir dari segalanya. Berpikir realistis dapat membantu Anda untuk dapat terus berjuang untuk mendapatkan yang Anda inginkan.

5. Berbagi dengan Teman

Tahukah Anda bahwa bukan Anda satu-satunya orang yang mengalami krisis ini?

Jika Anda sekarang berada di usia 20-an, lihatlah di sekitar Anda, tentunya ada banyak orang seusia dengan Anda. Bukan tidak mungkin mereka juga mengalami hal yang sama.

Berbagi dengan teman yang juga mengalami krisis yang sama mungkin dapat membantu Anda untuk sedikit mengurangi beban yang ada di pikiran Anda.

6. Jadilah Produktif

Cara mengatasi quarter life crisis selanjutnya adalah menjadi lebih produktif.

Ada banyak keuntungan menjadi produktif. Pertama, pekerjaan Anda tentunya akan selesai. Kedua, tanpa Anda sadari, Anda bisa mendapatkan jawaban dari berbagai pertanyaan di kepala Anda melalui rutinitas yang Anda lakukan.

Jangan pernah ragu juga untuk mencoba hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah dilakukan, karena Anda tidak pernah tahu apa yang akan Anda temukan di depan sana.

7. Percaya pada Masa Depan

Ya, meskipun hari ini Anda merasa memiliki hidup yang kurang baik, percaya bahwa Anda dapat mendapatkan masa depan yang lebih baik, bisa menjadi salah satu motivasi hidup Anda.

Anda harus percaya bahwa apa yang Anda lakukan sekarang akan menentukan masa depan. Hal ini akan membuat Anda termotivasi melakukan yang terbaik, karena Anda tahu bahwa Anda selalu menginginkan kehidupan yang lebih baik lagi.

Jadi, apakah Anda juga merasakan quarter life crisis? Jika iya, jangan khawatir! Anda tidak sendiri dan kebanyakan orang akan dapat melalui ini dengan baik.

 

  1. Allen, Jonathan. 10 Signs You Are Having A Quarter-Life Crisis (But It’s Perfectly Fine)
    . https://www.lifehack.org/285912/10-signs-you-are-having-quarter-life-crisis-but-its-perfectly-fine. (Diakses 2 Desember 2019).
  2. Angone, Paul. 2016. 7 Cures for Your Quarter-life Crisis. https://relevantmagazine.com/life/7-cures-your-quarter-life-crisis. (Diakses 2 Desember 2019).
  3. Beaton, Caroline. 2017. Why Millennials Need Quarter-Life Crises. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-gen-y-guide/201709/why-millennials-need-quarter-life-crises. (Diakses 2 Desember 2019).
  4. Hosie, Rachel. 2017. 15 SIGNS YOU’RE HAVING A QUARTER-LIFE CRISIS. https://www.independent.co.uk/life-style/quarter-life-crisis-mid-twenties-career-job-relationships-shopping-temping-taylor-swift-dating-a7502206.html. (Diakses 2 Desember 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi