Terbit: 22 Desember 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Q fever adalah demam akibat bakteri Coxiella burnetii yang dibawa oleh hewan ternak seperti kambing, sapi, dan domba. Ketahui apa itu demam Q, gejala, penyebab, dan cara mengobati. 

Q Fever: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dll

Apa Itu Q Fever

Q fever adalah infeksi dengan gejala seperti demam dan flu biasa akibat paparan bakteri Coxiella burnetii dari kambing, domba, atau sapi. Seseorang bisa mengalami demam Q atau demam Query setelah tidak sengaja menghirup debu, kotoran, urine, susu, plasenta, atau cairan ketuban hewan ternak yang terinfeksi bakteri Coxiella burnetii. 

Beberapa pasien hanya mengalami gejala ringan seperti flu biasa, pilek, demam, menggigil, lemah, dan nyeri otot yang bisa sembuh dengan pengobatan antibiotik dan sembuh dengan cepat. Sebagian orang yang terinfeksi mungkin juga tidak mengalami gejala sama sekali. 

Walaupun demikian, Q fever bisa mematikan bila bakteri Coxiella burnetii menginfeksi jantung, paru-paru, liver, atau otak. Beberapa pasien mungkin juga mengalami kambuh sehingga harus rutin minum antibiotik selama setidaknya 18 bulan. 

Gejala Q Fever

Seseorang akan mengalami gejala setelah 2-3 minggu terpapar Coxiella burnetii. Gejala ringan berupa: 

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

  • Batuk
  • Pilek 
  • Demam tinggi 41ºC
  • Sensitif terhadap cahaya 
  • Mual dan muntah 
  • Ruam kulit
  • Menggigil atau keringat dingin 
  • Diare 
  • Sakit perut 
  • Nyeri otot 
  • Sesak napas 
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja

Gejala demam Q ringan bisa sembuh dengan pengobatan antibiotik, namun pasien mungkin harus konsumsi antibiotik dalam waktu lebih lama untuk mencegah kekambuhan infeksi. 

Wanita hamil yang terinfeksi bakteri Coxiella burnetii akan mengalami: 

  • Persalinan prematur.
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah. 
  • Bayi lahir mati. 

Sementara itu, pasien bisa mengalami gejala berat dan cukup berisiko fatal seperti berikut ini: 

  • Infeksi paru-paru (pneumonia).
  • Penyakit liver atau hepatitis. 
  • Infeksi katup jantung (endokarditis).

Gejala demam Q serius dan berat bisa terjadi bila seseorang mengalami infeksi demam Q yang berkembang selama berbulan-bulan atau terus kambuh akibat penanganan gejala yang tidak benar. Maka dari itu, pasien demam Q harus benar-benar mendapat penanganan yang baik walaupun gejalanya ringan agar sembuh total. 

Kapan Harus ke Dokter? 

Segera berobat ke dokter bila Anda mengalami gejala demam Q seperti yang sudah dijelaskan, terutama bila Anda baru saja melakukan kontak dengan hewan ternak. Walaupun mengalami gejala ringan seperti demam biasa, infeksi Coxiella burnetii bisa lebih parah memengaruhi jantung, liver, otak, dan paru-paru sehingga harus diobati lebih dari penanganan demam biasa.

Penyebab Q Fever

Penyebab Q fever adalah paparan bakteri Coxiella burnetii yang umum ditemukan pada hewan ternak dan hewan peliharaan seperti: 

  • Domba 
  • Sapi 
  • Kambing 
  • Anjing 
  • Kucing 
  • Kelinci 

Bakteri Coxiella burnetii terdapat pada urine, kotoran, feses, debu kandang, serta produk persalinan (plasenta dan air ketuban) hewan-hewan tersebut. Seseorang yang tidak sengaja menghirupnya bisa terinfeksi bakteri Coxiella burnetii atau minum susu yang tidak dipasteurisasi. Maka dari itu, pemilik hewan harus selalu memperhatikan hewan dan kandangnya, serta konsumsi produk susu yang sudah dipasteurisasi. 

Baca Juga: Flu Babi (Swine Flu): Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Faktor Risiko Q Fever

Bakteri Coxiella burnetii ada pada hewan sehingga orang-orang yang memiliki kontak langsung dengan hewan lebih rentan mengalami demam Q. Berikut ini kelompok orang yang rentan mengalami demam query

  • Peternak. 
  • Petani. 
  • Dokter hewan. 
  • Pekerja di industri susu. 
  • Orang yang bekerja di tempat pengolahan atau pemotongan daging. 
  • Siapa pun yang memiliki kontak dengan jenis hewan tersebut. 
  • Pecinta binatang ternak atau binatang peliharaan. 
  • Orang yang bekerja di laboratorium penelitian hewan ternak. 
  • Masyarakat yang tingga di daerah dekat peternakan. 

Sementara itu, berikut ini kelompok orang yang berisiko mengembangkan gejala demam query yang parah: 

  • Orang dengan sistem imun lemah. 
  • Pasien penyakit katup jantung. 
  • Penderita penyakit ginjal. 
  • Orang yang memiliki riwayat kelainan pembuluh darah.

Diagnosis Q Fever

Seperti yang sudah disebutkan, gejala demam query serupa dengan penyakit flu biasa atau demam yang umum terjadi sehingga diagnosis agak sulit dilakukan. Maka dari itu, dokter juga akan bertanya tentang riwayat kegiatan Anda apakah Anda memiliki kontak langsung, bekerja, atau tinggal di wilayah yang meningkatkan risiko Anda terkena demam Q. 

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, termasuk: 

  • Tes antibodi darah namun tes darah bisa negatif saat Anda periksa pada 7-10 hari setelah Anda terpapar bakteri. 
  • Rontgen dada, apabila gejala demam Q juga menginfeksi paru-paru dan menyebabkan pneumonia. 
  • Ekokardiografi untuk memeriksa masalah pada katup jantung. 

Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lain mengingat gejala demam query serupa dengan jenis penyakit lain. Dokter harus memastikan penelitian dengan tepat untuk kemudian mengobati penyakit ini dengan antibiotik. 

Cara Mengatasi Q Fever

Cara mengatasi demam Q tergantung pada tingkat keparahan gejala. Berikut ini beberapa perawatan yang biasa dilakukan: 

Gejala Ringan 

Sebagian pasien demam Q tidak mengalami gejala sama sekali sehingga tidak memerlukan perawatan signifikan. Walaupun demikian, mereka sebaiknya tetap memerhatikan kebersihan dan menggunakan alat perlindungan diri bila melakukan kontak dengan hewan atau bekerja untuk mengurus produk hewan dan semacamnya. 

Gejala Sedang Hingga Parah 

Dokter akan memberi resep antibiotik doxycycline untuk membunuh bakteri dan menyembuhkan gejala Q fever. Obat antibiotik doxycycline cukup efektif untuk menyembuhkan gejala demam Q dalam 72 jam. Pada umumnya, pasien harus segera minum antibiotik tersebut setelah diagnosis positif demam Q selama 2-3 minggu. 

Gejala Demam Q Kronis 

Pasien demam Q akan mengalami gejala kronis bila memiliki riwayat medis atau bakteri sudah menginfeksi organ vital seperti paru-paru, liver, otak, jantung, atau dialami oleh wanita hamil. Berdasarkan Center of Disease and Prevention (CDC), dokter akan memberi kombinasi antibiotik doxycycline and hydroxychloroquine. Perawatan demam Q kronis membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan hingga 18 bulan. 

Komplikasi Q Fever

Pada beberapa kasus, demam Q bisa sembuh lalu kambuh lagi. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk: 

  • Pneumonia dan masalah paru-paru lainnya. 
  • Peradangan hati atau hepatitis. 
  • Meningitis, peradangan pada otak atau tulang belakang. 
  • Masalah kehamilan bila bakteri menginfeksi wanita hamil. 

Komplikasi yang lebih serius mungkin terjadi bila sebelumnya Anda sudah memiliki riwayat medis parah seperti:

  • Gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Penyakit katup jantung. 
  • Kelainan pembuluh darah. 

Berdasarkan CDC, demam Q dengan gejala kronis hanya memengaruhi sekitar 5% dari pasien yang terinfeksi bakteri Coxiella burnetii

Cara Mencegah Q Fever

Berikut ini cara mencegah Q fever

  • Australia sudah memiliki vaksin untuk mencegah demam Q pada para pekerja yang berisiko tinggi, namun vaksin belum tersedia di negara lain. 
  • Bila Anda bekerja di peternakan, mohon gunakan sarung tangan dan masker saat sedang mengurus kotoran, urine hewan, membersihkan kandang, atau membantu persalinan hewan. 
  • Jangan minum susu mentah yang tidak dipasteurisasi.
  • Perhatikan kebersihan hewan dan juga kandangnya. 
  • Bila Anda mengalami demam dan tergolong dalam kelompok orang yang tinggi risiko, segera hubungi dokter.

Itulah pembahasan tentang apa itu demam Q. Demam Q adalah infeksi bakteri Coxiella burnetii dari hewan yang rentan dialami oleh orang-orang yang bekerja di peternakan. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Cafasso, Jacquelyn. 2017. Q Fever. https://www.healthline.com/health/q-fever#symptoms. (Diakses pada 22 Desember 2020).
  2. CDC. 2020. Q Fever. https://www.cdc.gov/qfever/index.html. (Diakses pada 22 Desember 2020).
  3. Mayo Clinic. 2020. Q fever. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/q-fever/symptoms-causes/syc-20352995. (Diakses pada 22 Desember 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi