Pusing Setelah Makan: Penyebab, Penanganan, dan Pencegahan

pusing-setelah-makan-doktersehat

DokterSehat.Com – Kalau sedang lapar dan belum makan seharian, tubuh akan menjadi sangat lemas dan kita jadi sulit melakukan apapun. Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan makan. Sayangnya, beberapa orang justru merasa pusing setelah makan dan tubuhnya jadi tidak nyaman, kira-kira apa yang memicunya, ya?

Penyebab Pusing Setelah Makan

Pusing setelah makan disebabkan oleh banyak hal. Beberapa hal di bawah ini adalah beberapa contoh yang umum terjadi di masyarakat. Kalau Anda sering merasa pusing setelah makan, bisa jadi beberapa hal di bawah inilah penyebabnya.

  1. Gula Darah yang Rendah

Pernahkah Anda merasa nyaman setelah makan dan perut terasa kenyang? Hal itu bisa terjadi karena gula darah naik dan tubuh jadi mendapatkan energi. Sayangnya pada seseorang dengan kondisi diabetes yang terjadi sebaliknya. Naiknya gula darah memicu kenaikan insulin yang berlebihan. Akhirnya penderita diabetes jadi lebih lemas.

Karena penderita diabetes mudah sekali mengalami lemas yang berlebihan, ada baiknya untuk selalu memperhatikan apa yang dimakan. Perbanyak makanan dengan karbohidrat kompleks daripada sederhana agar gula darah yang ada di dalam tubuh tidak terpicu untuk naik.

  1. Pengaruh Obat Diabetes

Salah satu fungsi dari obat untuk diabetes adalah menurunkan gula darah di dalam tubuh yang terlalu tinggi. Sayangnya penurunan ini bisa saja berlebihan dan menyebabkan tubuh jadi lemas dan akhirnya Anda jadi pusing. Obat jenis ini termasuk insulin tidak memandang berapa banyak gula darah di tubuh, semuanya akan diturunkan dengan maksimal.

Seseorang dengan kondisi diabetes memang cenderung mudah pusing daripada mereka yang tidak sakit. Bicarakan dengan dokter terkait dengan masalah diabetes dan obat. Mungkin bisa meminta mereka menurunkan dosis agar efek samping dari obat tidak terlalu besar.

  1. Tekanan Darah Sangat Rendah

Pada beberapa orang, mengonsumsi makanan akan membuat tubuh mereka jadi lemas akibat tekanan darah yang anjlok. Kondisi ini terjadi karena ada efek dari tekanan darah yang sangat tinggi sebelumnya. Aliran darah jadi sulit menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan cukup banyak masalah ke otak.

Aliran darah membawa cukup oksigen dan nutrisi. Kalau aliran darah mengalami gangguan apalagi ke otak, kemungkinan besar bisa memicu kondisi pusing yang sangat berlebihan. Seseorang dengan kondisi hipertensi akan lebih mudah mengalami hal ini kalau makan terlalu banyak dan tidak diatur.

  1. Makanan dan Minuman Tertentu

Mengonsumsi makanan dan minuman tertentu bisa menyebabkan tubuh jadi mudah sekali pusing dan tidak nyaman. Minuman dengan kandungan alkohol dan kafein adalah salah satunya. Dua minuman ini bisa menyebabkan perubahan pada tubuh yaitu penurunan kadar air. Kalau kadar air di dalam tubuh sampai anjlok, kemungkinan besar tubuh jadi dehidrasi.

Hindari atau kurangi jenis makanan dan minuman seperti itu. Lebih baik Anda fokus pada jenis makanan yang sehat dan tidak memberikan efek samping pada tubuh yang berlebihan.

  1. Postprandial Hypotension

Pada beberapa orang, aliran darah akan mengalir di sekitar saluran cerna seperti lambung atau usus setelah makan. Aliran yang cukup cepat ini menyebabkan beberapa darah di organ tubuh lain terbawa ke saluran cerna. Dampaknya tubuh jadi berusaha untuk mengembalikan lagi darah itu dan detak jantung jadi cepat.

Selain mengalami pusing yang sangat mengganggu, seseorang juga akan sering mengalami mual, ingin muntah, nyeri di dada yang cukup kuat, dan gangguan penglihatan. Seseorang dengan kondisi hipertensi biasanya lebih mudah mengalami kondisi ini ketimbang mereka yang tekanan darahnya cenderung normal.

Mencegah dan Menangani Pusing Setelah Makan

Banyak yang mengatakan kalau mencegah selalu lebih baik daripada menangani kondisi yang sudah terjadi. Kalau Anda kerap mengalami pusing setelah makan, coba lakukan beberapa cara pencegahan di bawah ini.

  • Sebisa mungkin untuk minum air sebelum dan sesudah makan. Air yang diminum tidak usah terlalu banyak, cukup beberapa teguk saja atau maksimal satu gelas.
  • Hindari beberapa minuman dan makanan yang dianggap tidak baik untuk tubuh kalau dikonsumsi secara berlebihan. Makanan dan minuman itu terdiri dari minuman beralkohol, minuman dengan kandungan kafein tinggi, dan makanan yang mengandung garam. Jenis makanan ini bisa memicu dehidrasi yang cukup parah pada tubuh.
  • Duduk sejenak selama 30-60 menit setelah makan. Jangan langsung berjalan atau melakukan aktivitas berat lain karena bisa memicu pusing semakin mudah untuk keluar.
  • Konsumsi karbohidrat yang berjenis kompleks sehingga tidak mudah dicerna dan segera diserap kadar gulanya. Makan secukupnya saja jenis karbohidrat sederhana untuk menghindari anjloknya gula darah di dalam tubuh.
  • Makan dalam jumlah yang lebih kecil porsinya alih-alih dalam jumlah yang sangat besar. Makan dalam porsi kecil bisa mencegah kenaikan atau penurunan gula darah di dalam tubuh dengan cepat serta menurunkan risiko pusing setelah makan.
  • Kalau sudah memiliki diabetes, sebisa mungkin untuk tetap mengonsumsi obat yang diberikan dan membatasi asupan gula dalam bentuk apa pun termasuk itu nasi.
  • Mulailah mengubah gaya hidup agar menjadi lebih baik untuk menghindari kondisi tubuh kian memburuk. Mulai lakukan olahraga seperti angkat beban atau jalan cepat. Selanjutnya jangan makan sembarangan dan lebih baik memasak sendiri di rumah.

Inilah beberapa ulasan tentang pusing setelah makan. Dengan memahami ulasan di atas, kita bisa segera waspada terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Kalau tubuh sering pusing dan juga lemas setelah makan, segera periksakan diri ke dokter, apalagi kalau kondisi itu sudah sering sekali terjadi dan mengganggu aktivitas harian.

 

 

Sumber:

  1. Hammond, Nancy. 2019. Why am I dizzy after eating?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326174.php. (Diakses pada 2 September 2019).
  2. Nall, Rachell. 2018. Why Do I Get Dizzy After I Eat?. https://www.healthline.com/health/dizziness-after-eating. (Diakses pada 2 September 2019).
  3. Harvard Medical School. Lightheaded? Top 5 reasons you might feel woozy. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/lightheaded-top-5-reasons-you-might-feel-woozy. (Diakses pada 2 September 2019).