Pusing Saat Haid: Penyebab, Risiko, dan Cara Mengatasinya

pusing-sebelum-menstruasi-doktersehat

DokterSehat.Com – Saat sedang mengalami PMS, wanita banyak mengalami gangguan pada tubuh. Sakit perut saat haid, mual, dan pusing saat haid bisa membuat aktivitas harian sering terganggu. Ketahui cara mengatasinya!

Gejala umum PMS

PMS adalah sindrom yang sering dialami oleh wanita sebelum menstruasi tiba. Sindrom ini bisa menyebabkan beberapa wanita merasa tidak nyaman dan beberapa di antaranya sampai mengalami pingsan. Berikut ini beberapa gejala umum PMS:

  • Sering mengalami perubahan mood dari senang ke sedih atau sebaliknya. Kondisi ini sering terjadi beberapa hari jelang menstruasi. Itulah kenapa wanita yang sedang PMS jadi sering marah atau malah mengalami sedih.
  • Mengalami sembelit dan susah buang air besar. Kondisi ini muncul karena beberapa hal. Yang paling sering terjadi adalah perubahan hormon yang cukup signifikan di dalam tubuh.
  • Payudara akan terasa lebih besar dari sebelumnya. Kondisi ini membuat wanita jadi merasa tidak nyaman. Pasalnya payudara yang membesar lebih sensitif dan mudah sekali terasa sakit saat disentuh.
  • Lelah yang cukup intens dan membuat Anda jadi tidak nyaman. Tanpa melakukan aktivitas yang berat sekalipun tubuh akan mengalami lelah yang cukup berlebihan.
  • Nyeri di perut bagian bawah. Nyeri ini muncul karena lapisan endometrium di dalam rahim luruh. Peluruhan ini menyebabkan rasa sakit yang intens. Beberapa wanita yang tidak tahan menahan rasa sakitnya bisa mengalami pingsan.
  • Pusing dan nyeri di leher.

Penyebab pusing saat haid

Pusing dan nyeri di leher memang tanda dari PMS, tapi tidak semua wanita mengalaminya. Meski demikian, kondisi ini cukup umum terjadi. Berikut ini beberapa penyebab pusing saat haid yang jarang disadari:

  1. Perubahan hormon

Perubahan hormon akan terjadi saat menstruasi. Estrogen dan progesteron akan anjlok dan menyebabkan lapisan endometrium yang menebal jadi luruh dan keluar menjadi darah. Perubahan dua hormon wanita itu akan memicu terjadinya pusing pada beberapa wanita dan kadang terjadi cukup intens.

  1. Serotonin

Saat mendekati menstruasi dan PMS akhirnya muncul, tubuh wanita akan mengalami penurunan estrogen. Penurunan dari hormon wanita yang penting itu juga diikuti penurunan level dari serotonin di dalam otak. Penurunan level dari serotonin ini menyebabkan beberapa masalah besar seperti pusing dan nyeri di sekitar kepala.

Saat level dari serotonin di dalam tubuh menurun, gangguan di dalam otak akan mulai muncul. Pembuluh darah akan menyempit dengan sendirinya. Penyempitan pembuluh darah ini menyebabkan suplai darah dan oksigen ke otak turun, akhirnya pusing tidak bisa dihindari lagi.

Faktor risiko pusing saat haid

Semua wanita memang akan mengalami PMS. Namun, gejala yang ditimbulkan tidak sama pada setiap orang. Ada yang mengalami pusing intens dan ada yang tidak. Nah, kira-kira faktor apa saja yang menyebabkan seorang wanita sering pusing saat PMS?

  • Memiliki usia muda sekitar 18 hingga 29 tahun. Selain usia itu sebenarnya sama saja risikonya. Namun, yang paling sering mengalami pusing adalah wanita pada usia muda produktif.
  • Ada riwayat dari keluarga terkait dengan sakit kepala akibat perubahan hormon. Peluang mengalami nyeri kepala lebih besar dari mereka yang tidak memiliki riwayat.
  • Berada pada fase perimenopause atau mendekati masa menopause. Wanita dengan usia 50 tahun ke atas masuk dalam kategori ini.

Cara menangani pusing saat haid atau PMS

Pusing yang muncul saat PMS bisa menyebabkan perasaan tidak nyaman dan mengganggu tubuh. Lantas apakah pusing ini tidak bisa dihilangkan? Jawabannya adalah bisa. Kita bisa menangani kondisi pusing ini dengan beberapa hal di bawah ini.

  • Menggunakan obat pereda nyeri jenis over-the-counter. Obat jenis ini bisa meredakan nyeri dengan cepat dan membuat Anda jadi nyaman. Obat jenis ini biasanya terdiri dari ibuprofen atau aspirin.
  • Menggunakan kompres air dingin atau kompres air hangat. Kompres bisa diletakkan di kepala bagian belakang atau di sekitar area yang mengalami nyeri. Anda bisa menggunakan kain yang direndam dengan air atau dengan botol yang diisi air panas atau air es.
  • Melakukan relaksasi dengan cara yoga atau meditasi. Sebisa mungkin hilangkan ketegangan yang terjadi pada tubuh dan buat area kepala jadi lebih relaks. Anda bisa mengoleskan balsem atau minyak esensial lainnya untuk menambahkan efek relaksasi.
  • Melakukan akupunktur. Praktisi akupunktur akan membuat tubuh menjadi nyaman dengan menstabilkan aliran energi di dalam tubuh.

Cara mencegah pusing saat haid

Meski pusing saat PMS umum terjadi, bukan berarti kita tidak bisa melakukan pencegahan agar kepala tidak pusing setiap akan menstruasi. Berikut beberapa cara mencegah pusing saat PMS.

  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin seperti lari atau melakukan angkat beban. Dalam satu kali sesi olahraga biasanya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit.
  • Menggunakan obat yang bisa mencegah pusing pada kepala. Biasanya obat diminum beberapa hari jelang tanggal PMS.
  • Mengubah pola makan dengan baik agar tubuh tidak mengalami gangguan pada aliran darah dan juga gula darah. Kalau Anda masih makan dengan sembarangan setiap harinya, kemungkinan terjadi pusing pada tubuh akan besar.
  • Tidur yang berkualitas selama 7-9 jam sehari.
  • Mengatur kondisi stres tubuh. Semakin besar stres yang dialami, semakin besar pula kemungkinan mengalami pusing.

Apabila pusing saat haid sering muncul dan membuat Anda merasa terganggu, ada baiknya untuk melakukan pencegahan dengan baik. Dengan melakukan pencegahan dengan baik, Anda bisa mengatasi semua permasalahan yang terjadi dan kondisi PMS tidak akan ditakuti lagi.