Sering Pusing dan Lemas Setelah Bercinta? Ini 7 Penyebabnya

pusing-dan-lemas-setelah-seks-doktersehat

DokterSehat.Com – Seks adalah aktivitas menyenangkan yang sering sekali dilakukan oleh pasangan. Sayangnya, seks tidak selalu berjalan dengan lancar. Kadang kala seks berjalan dengan cukup lambat dan pria atau wanita sering sekali mengalami masalah dengan kemaluannya. Selain itu, seks juga kerap membuat seseorang mendadak lemas dan pusing setelah melakukannya.

Kapan saja seks bisa dilakukan?

Sebenarnya seks bisa dilakukan kapan saja asal berada di tempat yang nyaman seperti di rumah atau mungkin penginapan. Namun, sebelum melakukan seks, pastikan terlebih dahulu beberapa hal di bawah ini.

  • Energi yang dimiliki oleh seseorang. Misal Anda dan pasangan belum makan seharian. Kalau melakukan seks dengan intens, tubuh akan cenderung mudah lelah dan lemas. Daripada terjadi hal yang berbahaya lebih baik makan dahulu untuk mengisi energi.
  • Tubuh memiliki kondisi yang baik pada kedua belah pihak. Kalau Anda dan pasangan sakit atau salah satu sedang sakit, ada baiknya untuk tidak melakukan seks terlebih dahulu. Pastikan tubuh sudah sehat terlebih dahulu baru melakukannya.
  • Tidak sedang kekenyangan atau baru saja makan. Beri jeda selama beberapa jam sebelum melakukan seks. Kalau Anda melakukannya, tubuh akan terasa tidak nyaman khususnya area perut.
  • Kalau pasangan sama-sama menginginkannya. Seks adalah konsensus dua belah pihak. Kalau salah satu tidak ingin melakukannya, seks tidak akan berjalan dengan lancar.

Penyebab pusing dan lemas setelah seks

Pusing dan lemas bisa terjadi setelah Anda dan pasangan melakukan seks dengan intens. Kondisi ini sebenarnya tidak terjadi pada semua orang dan munculnya tidak di setiap aktivitas seks. Meski demikian, tidak ada salahnya kalau kita waspada terkait dengan apa saja yang memicu kondisi ini setelah seks.

  1. Hipotensi atau tekanan darah rendah

Salah satu manfaat mengisi tubuh dengan energi terlebih dahulu sebelum makan adalah tidak mudah lemas. Apalagi kalau Anda memiliki kecenderungan hipotensi. Kegiatan yang agak intens sekali pun seperti melakukan seks bisa membuat tubuh jadi mudah sekali lemas dan memicu masalah lain yang jauh lebih serius.

Seseorang dengan kondisi darah rendah biasanya memiliki pandangan yang sangat kabur kalau sudah kelelahan. Selanjutnya mual dan muntah akan sering sekali terjadi. Setelah seks dilakukan seseorang akan lemas dan kehilangan konsentrasi. Yang paling buruk dari kondisi ini adalah mudah sekali pingsan.

  1. Vertigo

Seseorang yang cenderung memiliki vertigo akan mudah sekali mengalami gangguan pada kepala setelah melakukan seks. Rasa pusing dan lemak akan terjadi hingga kehilangan keseimbangan tubuh. Kondisi vertigo bisa muncul karena kelelahan dan posisi tubuh yang tidak benar selama beberapa saat.

Kalau Anda melakukan seks dengan posisi yang agak ekstrem, kemungkinan mendapatkan vertigo akan besar. Oleh karena itu ada baiknya untuk menggunakan posisi seks yang standar saja kalau Anda cenderung memiliki vertigo dan kambuh kalau area di kepala dan leher terlalu banyak ditekan.

  1. Gula darah rendah

Penurunan gula darah yang cukup cepat biasanya terjadi pada mereka yang mengalami diabetes. Gula darah di dalam tubuh penderita bisa naik dan turun secara ekstrem dan membuat tubuh jadi tidak nyaman. Kalau gula darah di dalam tubuh turun kemungkinan besar Anda akan mengalami lapar yang intens, tubuh bergetar, dan sakit kepala ringan.

Setelah makan biasanya kondisi tubuh akan membaik dengan sendiri. Kalau rasa pusing tidak kunjung hilang, ada baiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Jangan asal makan apalagi yang terlalu manis khususnya penderita diabetes karena gula darah bisa naik cepat dan memicu masalah yang sama.

  1. Hiperventilasi

Seks menyebabkan gairah seksual yang dimiliki oleh seseorang meningkat. Kondisi ini menyebabkan beberapa masalah seperti napas yang berjalan dengan lebih cepat dan pendek-pendek. Apa yang terjadi selama seks ini akan memicu terjadinya hiperventilasi dan membuat Anda menjadi pusing dan lemas setelah seks.

Kondisi lemas dan pusing yang terjadi pada tubuh disebabkan oleh beberapa hal seperti kekurangan oksigen dan terlalu banyak karbon dioksida di dalam darah. Seseorang dengan kondisi ini bisa mengalami lemas yang sangat intens dan juga

  1. Sakit kepala orgasme

Orgasme juga menyebabkan rasa pusing yang cukup intens pada beberapa orang khususnya pria. Kondisi ini bisa terjadi karena area leher agak kaku selama seks dilakukan. Akibat otot yang kaku ini rasa pusing yang intens muncul. Apalagi tubuh mengalami kontraksi saat tubuh orgasme.

  1. Pengaruh obat impotensi

Beberapa orang yang mengalami impotensi dan tidak bisa melakukan seks dengan baik kerap menggunakan obat tertentu seperti Viagra atau Cialis. Obat jenis ini memang memudahkan pria untuk mendapatkan ereksi dengan sempurna. Namun, efek sampingnya bisa membuat pria pusing.

  1. Ada masalah dengan jantung

Kalau Anda memiliki masalah dengan jantung, kemungkinan besar kehidupan seks akan mengalami gangguan. Beberapa gangguan yang sering terjadi adalah pusing dan terasa lemas. Selanjutnya tubuh juga mulai susah digunakan untuk bernapas. Melakukan aktivitas yang ringan saja bisa membuat seseorang menjadi ngos-ngosan.

Beberapa bagian tubuh akan membengkak dengan sendirinya khususnya di bagian kaki mulai dari telapak, persendian, hingga bagian betis. Selanjutnya, Anda juga akan mengalami penurunan kemampuan dalam melihat, nyeri di dada, tubuh menjadi sangat lemas dan lelah.

Setelah melakukan seks, pusing memang kerap terjadi. Kalau Anda mengetahui kondisi tubuh terkini dengan baik, rasa pusing dan lemas yang menurunkan kenikmatan pada orgasme bisa dihilangkan. Dengan begitu, pasangan tidak akan takut untuk bercinta lagi dengan benar dan juga intens. Nah, bagaimana dengan Anda?