Terbit: 17 April 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Puasa dopamin menjadi tren belakangan ini, apa itu puasa dopamin sebenarnya? Dopamin adalah neurotransmitter yang berkaitan dengan sistem perilaku di otak. Puasa ini adalah puasa yang ditujukan untuk mengendalikan berbagai perilaku yang dapat membuat kita kecanduan.

Puasa Dopamin, Benarkah dapat Membantu Mengatasi Kecanduan?

Apa Itu Puasa Dopamin?

Puasa dopamin adalah puasa dari hal-hal yang paling menyenangkan bagi Anda atau yang membuat Anda kecanduan. Ya, puasa satu ini bukan puasa di mana Anda sekedar menghindari makan dan minum saja. Seseorang yang menjalani puasa ini mungkin harus menghindari seks, makanan enak, olahraga, sosial media, atau bahkan interaksi sosial untuk beberapa waktu.

Dopamin adalah senyawa kimia di otak atau disebut juga dengan neurotransmitter. Dopamin memegang peranan penting dalam penghargaan dan motivasi.

Ketika Anda melakukan sesuatu yang membuat Anda senang, tubuh akan melepaskan dopamin. Seiring dengan berjalannya waktu, Anda cenderung ingin melakukan hal yang sama lagi dan dengan intensitas yang lebih. Semakin lama, Anda membutuhkan stimulasi yang lebih tinggi untuk mendapatkan efek kesenangan yang sama.

Puasa dopamin belakangan ramai diperbincangkan karena puasa ini disebut-sebut menjadi tren di Silicon Valley. Namun, Cameron Sepah yang merupakan profesor psikiatri klinis dari University of California, San Francisco yang diduga memviralkan puasa ini membantah hal ini.

Sepah mengklaim bahwa puasa dopamin bukan merupakan tren yang dijalani oleh para pria di Silicon Valley, tapi dapat dilakukan siapa saja di seluruh dunia, baik pria maupun wanita. Sepah juga mengklaim bahwa pada dasarnya puasa ini bukan bertujuan untuk mengurangi dopamin, tapi untuk mengurangi perilaku impulsif.

Manfaat Puasa Dopamin

Belum banyak penelitian di dunia medis tentang puasa ini. Jadi dapat dikatakan bahwa manfaat puasa dopamin juga belum dapat diketahui dengan pasti. Meskipun begitu, terdapat beberapa manfaat yang dirasakan orang yang telah mencoba puasa satu ini.

Berikut adalah beberapa hal yang mungkin menjadi manfaat puasa dopamin:

1. Menjadi Lebih Senang

Puasa dopamin dianggap dapat membantu mengatur ulang sistem hadiah atau penghargaan dalam otak.

Ketika melakukan puasa ini, Anda diharuskan untuk menghindari hal-hal yang Anda anggap menyenangkan. Setelah melakukan puasa ini, banyak yang mengakui dirinya merasa dapat lebih fokus dan mendapat kesenangan lebih banyak dari kegiatan yang sebelumnya dihindari.

2. Menurunkan Stres

Manfaat puasa dopamin yang kedua adalah dapat membantu menurunkan stres.

Menurut Kate Cummins, psikolog klinis di San Francisco, tujuan dari puasa ini adalah untuk mengurangi perilaku atau menjauhkan diri sama sekali dari perilaku yang menyebabkan stres atau kecenderungan kecanduan. Perilaku yang dimaksud dapat berupa perilaku porno dan masturbasi, judi, belanja, dan banyak perilaku lainnya.

Puasa ini dipercaya dapat membantu seseorang menemukan lebih banyak keseimbangan dalam hidupnya.

3. Mengatasi Kecanduan

Puasa dopamin dapat membantu Anda untuk mengatasi kecanduan.

Salah satu yang paling banyak dilakukan adalah untuk mengatasi kecanduan smartphone. Ya, fenomena ini memang cukup meresahkan dan ada banyak sekali orang yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami kecanduan.

Membatasi penggunaan smartphone dapat membantu Anda untuk mengurangi ketergantungan terhadap smartphone. Namun cara ini pada dasarnya dapat memberikan efek yang berbeda pada setiap orang dan belum dapat dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi ketergantungan.

Bagaimana Puasa Dopamin Sebenarnya Bekerja?

Seperti yang sebelumnya sudah disebutkan, bahwa puasa ini pada dasarnya bukan berarti kita berpuasa dari dopamin atau menghapuskan dopamin sepenuhnya. Menurut Cameron Sepah, puasa dopamin adalah pada dasarnya adalah mengurangi waktu yang dihabiskan untuk perilaku bermasalah.

Dopamin bukan hanya sekedar senyawa otak yang memberikan kesenangan, namun peran dopamin lebih rumit dari itu. Dopamin memiliki peran dalam sistem penghargaan atau hadiah di otak. Hadiah merupakan hal yang kita sukai sekaligus kita inginkan.

Menyukai dan menginginkan adalah dua sistem yang terpisah dan dopamin memiliki peran atas hal yang kita inginkan. Salah satu cara mudah untuk membedakan antara hal yang disukai dan diinginkan ini adalah dengan mengambil contoh notifikasi pada smartphone.

Ketika melihat notifikasi pada smartphone (melalui lampu LED atau suara notifikasi), Anda akan memiliki keinginan untuk melihat apa yang ada dibalik notifikasi tersebut. Dapat dikatakan bahwa notifikasi ini telah memicu dopamin, meskipun apa yang ada dibalik notifikasi tersebut belum tentu merupakan hal yang Anda sukai.

Mendapatkan notifikasi dari smartphone dapat memicu dopamin dan membuat Anda senang, namun jika dibiarkan terlalu jauh, kondisi ini juga dapat menyusahkan dan membuat Anda menjadi stres.

Menurut David Greenfield, profesor psikiatri klinis dari University of Connecticut School of Medicine, puasa dopamin tidak jauh berbeda dengan menerapkan “masa pantang” pada pasien yang kecanduan narkoba. Masa ini disebut juga dengan periode detoksifikasi.

Ketika seseorang kecanduan internet, maka tujuan puasa ini adalah untuk detoksifikasi dari penggunaan internet atau smartphone yang berlebihan. Namun setelah periode pantang ini selesai, bukan berarti seseorang tidak dapat kembali mengalami kecanduan.

Seseorang harus benar-benar memahami bahwa apa yang dilakukannya adalah hal buruk yang dapat memberikan efek negatif jangka panjang. Ketika memiliki kesadaran ini, seseorang akan dapat secara sadar menjauhkan diri pada hal yang dianggapnya membawa efek negatif pada dirinya.

Cara Melakukan Puasa Dopamin

Penerapan puasa dopamin tentunya bergantung pada hal apa yang ingin Anda hindari. Jika ingin mengurangi ketergantungan terhadap smartphone, Anda dapat memulai dengan cara meluangkan beberapa jam dalam sehari untuk benar-benar menghindari smartphone.

Ketika melakukan puasa, Anda bukan harus berdiam diri maupun melakukan meditasi, meskipun hal ini memang boleh saja untuk dilakukan. Anda bisa mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dibandingkan hanya berselancar dengan smartphone.

Kegiatan seperti olahraga, membaca buku, dan menulis dapat menjadi kegiatan yang dilakukan ketika Anda melakukan puasa dopamin.

 

  1. Akers, Whitney E. 2019. Is Dopamine Fasting a Way to Fix Your Brain or a Silicon Valley Fad?. https://www.healthline.com/health-news/what-is-dopamine-fasting. (Diakses 17 Desember 2019).
  2. Hochwald, Lambeth. 2019. The Truth About Dopamine Fasting. https://www.psycom.net/the-truth-about-dopamine-fasting/. (Diakses 17 Desember 2019).
  3. Lanese, Nicoletta. 2019. Is There Actually Science Behind ‘Dopamine Fasting’?. https://www.livescience.com/is-there-science-behind-dopamine-fasting-trend.html. (Diakses 17 Desember 2019).
  4. Sepah, Cameron. 2019. The Definitive Guide to Dopamine Fasting 2.0 – The Hot Silicon Valley Trend. https://www.linkedin.com/pulse/dopamine-fasting-new-silicon-valley-trend-dr-cameron-sepah/. (Diakses 17 Desember 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi