Ptosis: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati, dll

Ptosis-doktersehat

DokterSehat.Com – Ptosis adalah adalah kondisi kelopak mata menurun, dapat terjadi hanya di salah satu mata atau keduanya. Ketahui apa itu ptosis, penyebab, gejala, diagnosa, cara mengobati, pencegahan, dll.

Apa Itu Ptosis?

Ptosis adalah penyakit penurunan kelopak mata sehingga mata terlihat murung. Kondisi ptosis dapat terjadi hanya di salah satu mata atau yang disebut unilateral , jika terjadi pada kedua kelopak mata disebut ptosis bilateral.

Kondisi ptosis sejak lahir disebut  ptosis kongenital sedangkan ptosis yang didapat setelah usia dewasa disebut  ptosis yang didapat. Umumnya penyebab ptosis yang didapat karena usia, trauma, kesehatan mata, dan berbagai gangguan medis.

Penyakit ptosis menjadi sangat membahayakan dan mengganggu saat kelopak turun terlalu banyak hingga mengurangi pandangan. Ptosis dapat menjadi kondisi permanen namun bisa juga sembuh dengan intervensi medis.

Jenis Ptosis Mata

Setelah mengetahui apa itu ptosis, sekarang kita akan membahas jenis ptosis mata. Ptosis mata dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Ptosis Kongenital

Ptosis kongenital adalah kondisi penurunan kelopak mata yang dibawa sejak lahir. Penyebab  ptosis kongenital adalah otot levator tidak berkembang dengan sempurna pada saat janin didalam  rahim sehingga fungsi-fungsi otot levator berkurang dan menyebabkan penderita sulit menggerakan kelopak matanya.

ptosis kongenital pada anak dapat berkembang jadi penyakit amblyopia (mata malas). Ambliopia adalah kondisi dimana mata terlihat tidak fokus, juga akibat dari mata juling, dan jika dibiarkan anak akan menderita gangguan mata lain.

Ptosis kongenital tidak dapat diobati. Spesialis mata menganjurkan perawatan dengan bedah untuk mengobatinya  dan mencegah penglihatan anak menjadi lebih buruk yang mungkin akan berisiko komplikasi di usia dewasa.

  1. Ptosis yang Didapatkan

Ptosis yang didapatkan atau juga disebut sebagai Acquired Ptosis adalah kondisi ptosis yang bukan bawaan, bisa terjadi kapan saja dan menyerang siapa saja, penyebab umumnya adalah usia.

Acquired ptosis juga dapat terjadi pada seseorang yang sering mengucek mata berlebihan, iritasi mata, atau efek samping penggunaan lensa kontak yang sesuai aturan.

Ptosis ini  dibagi menjadi lima tipe, yaitu:

  • Aponeurotic Ptosis: Paling umum terjadi akibat peregangan berlebihan pada otot levator, efek gravitasi kulit pada lansia.
  • Myogenic Ptosis: Disfungsi otot levator yang menghalangi kelopak mata bergerak ke posisi yang seharusnya.
  • Ptosis Neurogenik: Disfungsi atau kerusakan pada saraf okulomotor yang menyebabkan ptosis.
  • Mechanical Ptosis: Kondisi kelopak mata terlalu berat untuk otot mata menggunakannya seperti yang terjadi di blepharochalasis dan tumor kelopak mata.
  • Traumatic Ptosis: luka atau cedera langsung dan tidak langsung pada otot levator.

Penurunan kelopak mata sering tidak disadari sampai kelopak turun ke seluruh bagian pupil. Ptosis dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa namun umumnya terjadi pada lansia karena penuaan.

Penyebab Ptosis

Penyebab ptosis kongenital adalah bawaan lahir karena masalah genetik. Sebuah penelitian di tahun 2017 memeriksai 107 anak dengan ptosis, hasilnya adalah 1 dari 7 anak tersebut menderita amblyopia atau mata malas. Kondisi ptosis kongenital ini sangat jarang terjadi.

Penyebab ptosis mata, meliputi:

  • Penuaan
  • Mengucek mata berlebihan
  • Menggunakan lensa kontak tanpa aturan
  • Operasi mata
  • Tumor atau kista kelopak mata
  • Bengkak
  • Sindrom Horner
  • Cedera mata
  • Otot mata rusak
  • Suntik botox
  • Kondisi neurologi tertentu

Penyebab ptosis mata lainnya belum diketahui namun umumnya adalah cedera pada mata dan penuaan.

Gejala Ptosis Mata

Gejala ptosis mata dapat dilihat langsung dari kelopak mata yang menurun, namun kebanyakan orang tidak menyadari jika posisi kelopak mata sudah turun karena gejalanya tidak sakit sama sekali.

Anda bisa bercermin dan melihat kondisi kelopak mata Anda sendiri. Bila posisi kelopak mata turun dari yang seharusnya dan Anda merasa penglihatan Anda sedikit terganggu, mungkin itu gejala ptosis mata.

Ptosis mata juga memengaruhi penampilan Anda karena mata Anda terlihat tidak segar, mengantuk, dan tidak bersemangat saat Anda sebenarnya baik-baik saja. Gejala ptosis mata lainnya adalah saat penglihatan Anda tidak sempurna saat membaca atau melihat ke bawah.

Baca Juga: 7 Tanda Gangguan Mata Kering yang Sudah Parah

Diagnosis Ptosis Mata

Mendiagnosis ptosis dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan wawancara tentang riwayat kesehatan mata Anda. Dokter juga kemungkinan akan Melakukan tes slit lamp untuk mengetahui penyebab kelopak mata Anda turun.

Tes slit lamp adalah diagnosis yang digunakan untuk periksa mata dengan cahaya intensitas tinggi. Mendiagnosis ptosis  lainnya adalah dengan menggunakan Tes Tensilon. Dokter memberikan obat suntik yang bernama neostigmin.

Tes Tensilon  berfungsi untuk membantu kekuatan otot mata Anda.Tes ini merupakan salah satu pemeriksaan yang paling mudah dilakukan.

Cara Mengobati Ptosis

Cara mengobati ptosis tergantung pada kondisi pasien dan penyebab ptosis itu sendiri. Dokter akan mengecek terlebih dahulu apakah kondisi ptosis Anda dapat membahayakan penglihatan atau tidak. Beberapa kondisi ptosis tidak berbahaya dan penderita masih bisa melihat dengan jelas.

Jika kelopak Anda turun dan menghalangi penglihatan, dokter akan menganjurkan untuk operasi kelopak mata. Jika masih aman, dokter akan menganjurkan penyembuhan ptosis tanpa operasi. Berikut ini cara mengobati ptosis:

  1. Operasi Kelopak Mata

Operasi ptosis dilakukan dengan cara mengencangkan otot levator dan mengaturnya pada posisi yang benar sehingga mata jadi normal kembali.

Anak-anak dengan ptosis kongenital dianjurkan operasi kelopak mata untuk menangani efek samping dari amblyopia atau mata malas. Operasi ptosis memiliki risiko seperti mata kering, luka di kornea, dan hematoma yaitu darah menggumpal.

  1. Ptosis Crutch

Penyembuhan ptosis tanpa operasi adalah dengan ptosis crutch. Apa itu ptosis crutch? Ptosis crutch adalah kacamata khusus penderita ptosis dimana desain kacamata ditambahkan lapisan di bagian dalam frame kacamata untuk menyangga agar kelopak mata tetap berada di posisi normal.

Menggunakan kacamata ptosis crutch dapat membantu Anda mengatasi ptosis serta menjaga penampilan wajah Anda. Cara penyembuhan ptosis tanpa operasi dengan ptosis crutch adalah solusi jika Anda menolak operasi ptosis.

Cara Mencegah Ptosis

Tidak ada cara mencegah ptosis selain dengan menjaga kesehatan mata Anda. Perhatikan gejala ptosis kogenital pada anak Anda dan monitor untuk mencegah kondisinya memburuk. Bagaimanapun ptosis berhubungan dengan penglihatan jadi Anda harus lebih peduli. 

Penurunan posisi kelopak mata tidak selalu membahayakan kesehatan Anda, namun jika itu menghalangi penglihatan Anda secara berkala, segera konsultasi ke spesialis mata. Waspadai Gangguan Kesehatan Mata lainnya.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo.

 

 

Sumber:

  • Healthline. 2017. Ptosis: Droopy Eyelid Causes and Treatment. https://www.healthline.com/health/eyelid-drooping. (Diakses pada 19 September 2019).
  • Kandola, Aaron. 2018. How do you treat a droopy eyelid?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323386.php. (Diakses pada 19 September 2019).
  • Carrie L. Morris, MD, and David A. Chesnutt, MD. 2005. Acquired Ptosis: Evaluation and Management. https://www.aao.org/eyenet/article/acquired-ptosis-evaluation-management. (Diakses pada 19 September 2019).
  • NYU Langone Health. 2019. Types of Ptosis. https://nyulangone.org/conditions/ptosis/types. (Diakses pada 19 September 2019).
  • Koka, Kirthi dan Bhupendra C. Patel. 2019. Ptosis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539828/. (Diakses pada 19 September 2019).
  • Bailey, Gretchyn. 2016. Ptosis (Drooping Eyelid). https://www.allaboutvision.com/conditions/droopinglids.htm. (Diakses pada 19 September 2019).