Terbit: 7 Juli 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Psoriasis adalah penyakit kulit akibat kondisi autoimun kronis di mana sel-sel kulit tumbuh lebih cepat dari kulit normal sehingga terjadi penumpukan sel kulit. Ketahui lebih jelas apa itu psoriasis, gejala, penyebab, obat, dan cara mencegahnya di sini.

Psoriasis: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Psoriasis?

Psoriasis adalah penyakit autoimun jangka panjang (kronis) pada kulit yang menyebabkan kulit bersisik putih, bercak-bercak, kemerahan, dan gatal. Kondisi ini terjadi akibat sel-sel kulit mengalami regenerasi 10 kali lebih cepat dari kondisi kulit normal.

Akibatnya, sel-sel kulit menumpuk dan memicu peradangan pada permukaan kulit. Kondisi ini umumnya terjadi pada kulit bagian tangan, kaki, wajah, leher, siku, dan kulit kepala namun bisa juga berkembang di bagian tubuh lain atau bahkan menutupi seluruh tubuh pada kondisi yang lebih parah.

Belum ada obat psoriasis khusus, namun perawatan kulit jangka panjang dapat membantu mengontrol gejala. Penyakit kulit ini tidak menular dari orang lain, namun biasanya diturunkan dari anggota keluarga yang memiliki kondisi serupa.

Gejala Psoriasis

Gejala psoriasis pada setiap orang mungkin bervariasi, tergantung pada jenis dan pada bagian tubuh mana penyakit kulit ini berdampak. Berikut ini ciri-cirinya secara umum:

  • Kulit kering.
  • Kulit pecah-pecah.
  • Gatal.
  • Bercak merah pada kulit.
  • Timbul sisik tebal berwarna putih atau keperakan.
  • Kulit seperti lecet.
  • Kulit berdarah.
  • Kulit seperti berkerak.
  • Bercak atau plak kulit mengalami sensasi terbakar atau nyeri.

Gejala lainnya meliputi:

  • Kulit kepala seperti berketombe namun dalam area kulit yang lebih luas.
  • Kuku menebal atau bahkan berlubang.
  • Perubahan warna pada kuku.
  • Dalam kondisi parah, kuku bisa hancur atau terlepas.
  • Mengalami radang sendi psoriatik, yaitu pembengkakan sendi yang terjadi pada penderita psoriasis.

Gejala ini umumnya dialami selama beberapa hari atau beberapa minggu. Gejala mungkin hilang dalam beberapa saat namun dapat timbul lagi setiap waktu.

Kapan Harus ke Dokter?

Anda mungkin mengira jika Anda hanya mengalami kondisi kulit kering, namun tidak kunjung membaik dengan berbagai produk kecantikan. Segera konsultasi pada dokter bila Anda memiliki gejala seperti yang sudah disebutkan, termasuk:

  • Kondisi kulit kering, pecah-pecah, dan bersisik juga diikuti dengan gejala nyeri, bengkak, dan tidak nyaman.
  • Kondisi kulit tersebut mengganggu penampilan kulit Anda.
  • Gejala semakin menyebar ke area kulit lainnya.
  • Masalah kulit tersebut tidak sembuh dengan obat topikal atau produk perawatan kulit lainnya.
  • Kondisi ini mengganggu aktivitas Anda.

Segera hubungi dokter untuk perawatan kulit dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Penyebab Psoriasis

Para dokter belum mengetahui apa penyebab gangguan kulit ini secara pasti, namun dua faktor ini diyakini menjadi faktor utama yang menyebabkan psoriasis, termasuk:

  • Sistem Imun: Psoriasis adalah penyakit autoimun di mana sistem imun (Sel T) yang harusnya melindungi kulit malah berbalik menyerang sel-sel kulit yang sehat dan memproduksi sel-sel kulit baru berlebihan.
  • Genetik: Penyakit kulit ini diturunkan dari riwayat keluarga. Berdasarkan National Psoriasis Foundation (NPF), 2-3% penderitanya mendapatkan penyakit ini karena faktor genetik.

Sementara bila Anda sudah didiagnosis menderita penyakit kulit autoimun ini, beberapa faktor berikut ini akan memicu gejalanya kambuh dan semakin parah:

  • Luka pada kulit seperti goresan, berdarah, atau gigitan serangga.
  • Mengalami infeksi atau peradangan kulit.
  • Terpapar sinar matahari berlebihan.
  • Berada di cuaca dingin dan kering terlalu lama.
  • Mengalami stres atau tekanan emosional.
  • Merokok atau terpapar asap rokok.
  • Mengonsumsi alkohol berlebihan.
  • Menggunakan obat-obatan tertentu seperti obat antimalaria atau obat tekanan darah tinggi.

Sebaiknya hindari faktor pemicu tersebut agari gejala penyakit kulit tersebut dapat dikontrol dengan baik.

Faktor Risiko Psoriasis

Berikut ini beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi penyakit kulit autoimun ini:

  • Riwayat keluarga, apabila Anda memiliki satu atau kedua orang tua dengan psoriasis, maka risiko Anda terkena penyakit kulit ini semakin tinggi.
  • Stres, gejala stres berat dapat mengacaukan sistem imun dan meningkatkan risiko penyakit autoimun pada kulit ini.
  • Perokok, merokok secara aktif meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Baca Juga: Psoriasis di Wajah: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Diagnosis Psoriasis

Berikut ini pemeriksaan yang dibutuhkan untuk diagnosis penyakit kulit karena kondisi autoimun ini:

1. Pemeriksaan Fisik

Dokter akan mengamati gejala fisik pada kulit Anda. Dokter juga akan menganalisis gangguan kulit lainnya yang memiliki gejala yang sama dengan penyakit psoriasis. Anda disarankan untuk memberitahu dokter semua gejala yang Anda alami.

2. Biopsi

Biopsi adalah metode pengambilan sampel kulit untuk memeriksa penyakit apa yang Anda alami. Sampel didapat dari kulit kepala atau kuku yang kemudian diperiksa di laboratorium.

Jenis Psoriasis

Ada 7 jenis gangguan kulit akibat kondisi autoimun, yaitu:

  • Plaque psoriasis, kondisi paling umum dengan gejala kulit kering, lesi (bercak merah), kulit terkelupas, dan bersisik. Umumnya terjadi di kulit area kulit kepala, punggung, lutut, dan siku.
  • Nail psoriasis, penyakit autoimun yang memengaruhi kuku tangan dan kaki. Kondisi ini menyebabkan kuku tumbuh secara abnormal, perubahan warna, hingga kuku bisa hancur atau terlepas.
  • Guttate psoriasis, disebabkan oleh infeksi bakteri (seperti bakteri penyebab radang tenggorokan) dengan gejala bercak merah, kulit berkerak, dan seperti bintik-bintik pada kaki.
  • Inverse psoriasis, disebabkan oleh infeksi jamur dengan gejala bercak kulit halus, kemerahan, dan gatal pada lipatan kulit selangkangan, bokong, dan payudara. Gejala akan memburuk akibat keringat atau gesekan.
  • Pustular psoriasis, kondisi autoimun pada kulit yang langka di mana bercak atau lesi kulit juga berisi nanah. Umumnya terjadi pada area kulit di telapak tangan atau telapak kaki.
  • Erythrodermic psoriasis, ruam merah, bersisik, gatal, dan kulit mungkin mengelupas. Gejala tersebut memengaruhi seluruh tubuh dengan sensasi terbakar.
  • Psoriatic arthritis, radang sendi yang menyebabkan kerusakan sendi progresif dan kekakuan sendi.

Setiap jenis psoriasis memiliki gejala berbeda dengan intensitas sedang hingga parah. Beberapa jenis gangguan kulit ini mungkin berbahaya jadi perawatan oleh dokter sangat disarankan.

Pengobatan Psoriasis

Para ahli belum menemukan obat psoriasis, namun ada beberapa opsi perawatan untuk membantu mengelola gejala, mengurangi peradangan kulit, dan memperlambat regenerasi kulit yang abnormal. Berikut ini beberapa cara mengatasinya:

1. Pengobatan Alternatif

Perawatan di rumah untuk mencegah pemicu gejala psoriasis, termasuk:

  • Ekstrak krim lidah buaya, membantu meredakan peradangan, gatal, dan ruam merah di kulit.
  • Minyak esensial, digunakan sebagai aromaterapi agar Anda tidak stres dan mencegah gejala bercak dan sisik kulit menyebar.
  • Suplemen minyak ikan, kombinasi terapi UVB untuk mengurangi risiko gangguan kulit menyebar ke area kulit yang lebih luas.

Opsi perawatan kulit ini hanya untuk membantu mencegah gejala kambuh. Anda tetap dianjurkan pengobatan dari dokter kulit untuk hasil yang lebih baik.

2. Perawatan dengan Obat Topikal

Obat topikal seperti krim, salep, atau losion dapat membantu mengurangi gejala ringan, termasuk:

  • Kortikosteroid topikal, obat topikal resep yang digunakan untuk mengatasi gejala bercak atau plak kulit ringan. kortikosteroid topikal yang biasa digunakan adalah triamcinolone dan clobetasol.
  • Retinoid topikal, turunan vitamin A untuk memperlambat pertumbuhan sel kulit abnormal dan mengatasi iritasi kulit.
  • Analog vitamin D, bentuk krim atau salep vitamin D untuk melindungi kulit dari iritasi dan membantu memperbaiki kondisi kulit.

Obat topikal lain yang biasa digunakan adalah:

  • Pelembap kulit
  • Krim asam salisilat
  • Anthralin
  • Calcineurin inhibitors
  • Coal tar
  • Goeckerman therapy

Konsultasi pada dokter untuk penggunaan obat topikal untuk mengontrol gejala saat psoriasis sedang kambuh.

3. Terapi Cahaya

Terapi dengan pemanfaatan energi cahaya adalah opsi pertama untuk mengobati gejala psoriasis sedang hingga parah. Berikut ini contoh terapi cahaya:

  • Terapi sinar matahari, paparan sinar matahari sehat (helioterapi) di pagi hari dapat membantu memperbaiki kondisi kulit. Tanyakan pada dokter cara dan waktu yang tepat untuk terapi sinar matahari alami.
  • UVB broadband, terapi sinar UVB buatan untuk pasien yang tidak kunjung membaik dengan perawatan dengan obat topikal.
  • UVB narrowband, terapi cahaya UVB yang dilakukan dua atau tiga minggu sekali. Terapi ini mungkin menyebabkan efek samping seperti luka bakar.

Terapi cahaya lainnya mungkin dilakukan untuk mengontrol gejala, baik dengan perawatan kombinasi atau tipe perawatan lainnya. Sebagian orang mungkin membutuhkan terapi ini sepanjang hidupnya.

4. Obat Psoriasis

Dokter akan merekomendasikan beberapa obat untuk mengontrol gejala bercak atau kulit bersisik bila pilihan obat topikal atau perawatan lain tidak berfungsi. Berikut ini perawatan dengan obat psoriasis baik oral atau injeksi:

  • Steroid
  • Retinoid
  • Methotrexate
  • Cyclosporine
  • Biologics

Bicarakan pada dokter tentang penggunaan obat-obatan tersebut.

Komplikasi Psoriasis

Berikut ini komplikasi yang mungkin terjadi:

  • Kenaikan berat badan
  • Gangguan mata seperti konjungtivitis, blepharitis, dan uveitis
  • Artritis psoriatik
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit kardiovaskular
  • Penyakit autoimun lainnya seperti penyakit celiac, sclerosis, dan penyakit Crohn
  • Risiko kesehatan mental yang memburuk

Baca Juga: 7 Komplikasi Psoriasis dan Cara Menghindarinya

Pencegahan Psoriasis

Tidak ada cara mencegah penyakit kulit autoimun ini, namun Anda dapat mengontrol gejalanya dengan beberapa cara, seperti:

  • Kelola stres dengan berbagai hal positif yang Anda sukai.
  • Jangan merokok dan hindari asap rokok.
  • Konsumsi makanan sehat, termasuk makanan tinggi asam lemak omega 3.
  • Hindari makanan olahan, daging merah, gula berlebih, atau produk susu.
  • Batasi minum alkohol.
  • Jaga berat badan normal.
  • Minum vitamin bila perlu.

Itulah pembahasan lengkap tentang apa itu psoriasis. Psoriasis adalah gangguan kulit akibat kondisi autoimun dengan gejala umum kulit kering, bersisik, dan pecah-pecah. Apabila Anda memiliki gejala tersebut, harap segera hubungi dokter.

 

  1. Holland, Kimberly. 2020. Everything You Need to Know About SkinPsoriasis. https://www.healthline.com/health/psoriasis#stress–alcohol–and-other-triggers. (Diakses pada 7 Juli 2020).
  2. Mayo Clinic. 2020. Psoriasis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/psoriasis/symptoms-causes/syc-20355840. (Diakses pada 7 Juli 2020).
  3. WebMD. 2020. SkinPsoriasis. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/understanding-psoriasis-basics. (Diakses pada 7 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi