Kesehatan Mental: Pengaruh Buruk Aspek Psikis

Gangguan Kesehatan Mental

DokterSehat.Com– Seseorang bisa dikatakan sehat apabila secara raga dan jiwanya sehat, jika raga seseorang sehat tapi jiwanya tidak, sama saja seperti orang yang sakit. Jiwa yang dimaksudkan di sini adalah psikis seseorang, termasuk mentalnya. Itu mengapa adanya kesehatan mental. Karena untuk menjadi sehat secara utuh diperlukan tidak hanya sehat fisik tapi juga sehat mental.

Tentang Kesehatan Mental

Istilah kesehatan mental diambil dari konsep mental hygiene, kata mental diambil dari bahasa Yunani, pengertiannya sama dengan psyche dalam bahasa latin yang artinya psikis, jiwa atau kejiwaan. Mental hygiene merujuk pada pengembangan dan aplikasi seperangkat prinsip-prinsip praktis yang diarahkan kepada pencapaian dan pemeliharaan unsur psikologis dan pencegahan dari kemungkinan timbulnya kerusakan mental atau malajudjusment. Jadi, kesehatan mental adalah aspek terpenting dalam kehidupan seseorang.

Aspek psikis manusia pada dasarnya merupakan satu kesatuan dengan sistem biologis, sebagai sub sistem dari eksistensi manusia, maka aspek psikis selalu berinteraksi dengan keseluruhan aspek kemanusiaan. Karena itulah aspek mental dan psikis tidak dapat dipisahkan untuk melihat sisi jiwa manusia.

Pengaruh Aspek Psikis terhadap Kesehatan Mental

Ada beberapa aspek psikis yang turut berpengaruh terhadap kesehatan mental, antara lain:

1. Pengalaman awal individu

Pengalaman awal merupakan segenap pengalaman-pengalaman yang terjadi pada individu terutama yang terjadi di masa lalunya. Pengalaman awal ini adalah merupakan bagian penting dan bahkan sangat menentukan bagi kondisi mental individu di kemudian hari.

Pemenuhan kebutuhan dapat meningkatkan kesehatan mental seseorang. Orang yang telah mencapai kebutuhan aktualisasi yaitu orang yang mengeksploitasi dan segenap kemampuan bakat, ketrampilan sepenuhnya, akan mencapai tingkatan apa yang disebut dengan tingkatan pengalaman puncak.

Berbagai penelitian ditemukan bahwa orang-orang yang mengalami gangguan mental, disebabkan oleh ketidakmampuan individu memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Kebutuhan yang dimaksud di sini adalah kebutuhan dasar yang tersusun secara hierarki, seperti kebutuhan biologis, kebutuhan rasa aman, meliputi kebutuhan dicintai, kebutuhan harga diri, pengetahuan, keindahan dan kebutuhan aktualisasi diri.

2. Gangguan dan penyakit jiwa

Gangguan kesehatan mental menurut psikologi, biasanya terkait dengan kelainan mental atau stres. Kondisi ini dianggap tidak normal dalam perkembangan manusia. Berikut ini beberapa aspek psikis yang turut memengaruhi kesehatan mental:

  • Psikosomatik

    Adalah penderita penyakit jiwa yang menemukan kelainan-kelainan atau keluhan pada tubuhnya yang disebabkan oleh faktor-faktor emosional melalui syarat yang menimbulkan perubahan dan tidak mudah pulih, misalnya: sulit tidur jika banyak masalah, hilang nafsu makan, dan makan berlebihan.

  • Kelainan kepribadian

    Penderita sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Misalnya, emosi penderita kelainan kepribadian biasanya mudah ‘meledak.’

  • Retardasi mental

Adalah keterbelakangan atau keterlambatan perkembangan jiwa seseorang. Contoh; dalam memahami sesuatu ilmu pengetahuan yang baru di dapat atau kata-kata baru, cara pemahamannya terlalu lama atau sulit memahami hal baru.

  • Rasionalisasi

Penderita gangguan kesehatan mental berupa gangguan jiwa sering memutarbalikkan fakta yang bersangkutan dengan ego individunya sendiri, atau dalam arti lain memutarbalikkan hati nuraninya sendiri yang mengakibatkan kepercayaan diri hilang.

  • Neurosis

    Neurosis adalah gangguan kesehatan mental berupa gangguan jiwa yang penderitanya masih dalam keadaan sadar, dengan melalui ketidakberesan tingkah laku, susunan syaraf juga karena sikap seseorang terhadap orang lain.

    Ciri-ciri neurosis meliputi; sering mengalami konflik, reaksi kecemasan, kerusakan aspek-aspek kepribadian, phobia, dan gangguan pencernaan. Seseorang yang terkena neurosis mengetahui bahwasanya bahwa jiwanya terganggu, baik disebabkan gangguan jasmani dan jiwanya sendiri.

  • Psikosis

    Pada psikosis ini penderita sudah tidak dapat menyadari apa penyakitnya, karena sudah menyerang seluruh keadaan netral jiwanya.

Gejala Gangguan Kesehatan Mental pada Emosional

Masalah kesehatan mental atau penyakit jiwa dapat menyebabkan berbagai gejala emosional, meliputi:

  • Perubahan mood
  • Pemikiran yang tidak menentu
  • Kecemasan kronis
  • Rasa harga diri yang berlebihan
  • Tindakan impulsif
  • Disorientasi waktu dan ruang
  • Sering atau terus berhalusinasi

Gejala Gangguan Kesehatan Mental pada Fisik

Masalah kesehatan mental biasanya tidak menyebabkan gejala fisik di dalam dan dari diri mereka sendiri. Depresi, bagaimanapun, secara tidak langsung dapat menyebabkan:

  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan
  • Kehilangan libido.

Gangguan makan, bagian yang terpisah dari gangguan kesehatan mental, dapat menyebabkan:

  • Kekurangan gizi
  • Penurunan berat badan
  • Amenore pada wanita
  • Ketidakseimbangan elektrolit yang disebabkan muntah oleh diri sendiri.

Ini membuat gangguan makan di antara gangguan kesehatan mental yang paling mematikan.

Terapi Gangguan Kesehatan Mental

Terapi di sini sebagai proses penyembuhan dan pemulihan jiwa yang benar-benar sehat. Di antaranya terapi-terapi yang digunakan meliputi beberapa bentuk:

  • Terapi holistik, yaitu terapi yang tidak hanya menggunakan obat dan ditujukan kepada gangguan jiwanya saja, dalam arti lain terapi ini mengobati pasien secara menyeluruh.
  • Psikoterapi keagamaan, yaitu terapi yang diberikan dengan kembali mempelajari dan mengamalkan ajaran agama.
  • Farmakoterapi, yaitu terapi dengan menggunakan obat. Terapi ini biasanya diberikan oleh dokter dengan memberikan resep obat pada pasien.
  • Terapi perilaku, yaitu terapi yang dimaksudkan agar pasien berubah baik sikap maupun perilakunya terhadap obyek atau situasi yang menakutkan. Secara bertahap pasien dibimbing dan dilatih untuk menghadapi berbagai objek atau situasi yang menimbulkan rasa panik dan takut. Sebelum melakukan terapi ini diberikan psikoterapi untuk memperkuat kepercayaan diri.

Pengobatan untuk Masalah Kesehatan Mental

Obat resep dapat digunakan untuk mengobati gangguan kesehatan mental bersamaan dengan terapi perilaku atau terapi kognitif. Antidepresan, penstabil suasana hati, dan antipsikotik adalah jenis obat yang diresepkan untuk mengobati penyakit mental.

Obat untuk masalah kesehatan mental lainnya:

Tergantung pada kelainannya, obat yang berbeda akan diresepkan. Antidepresan seperti Paxil, Zoloft, Prozac, dan berbagai SSRI, SNRI, dan MAOI dapat digunakan untuk mengobati depresi.

Stabilisator suasana hati seperti tablet lithium digunakan untuk mengobati gangguan bipolar, seperti juga antikonvulsan seperti Depakote. Antipsikotik seperti olanzapine atau clozapine digunakan untuk mengobati skizofrenia atau depresi psikotik.

Efek Samping Obat untuk Terapi Gangguan Kesehatan Mental

Beberapa efek samping dari obat untuk kesehatan mental termasuk:

  • Mual
  • Sakit kepala
  • Perubahan nafsu makan
  • Kulut kering
  • Peningkatan buang air kecil
  • Perubahan libido
  • Lekas marah
  • Penglihatan kabur dan rasa kantuk.

Efek samping obat untuk kesehatan mental lainnya lain dapat terjadi; kimia tubuh dan otak setiap orang adalah unik, dan tidak mungkin untuk memperkirakan dengan pasti bagaimana obat yang diberikan akan memengaruhi Anda atau seberapa baik kerjanya. Orang-orang yang diberi resep obat-obatan ini harus secara teratur berkomunikasi dengan dokter dan memberi tahu mereka tentang efek samping apa pun.