Protein Dalam ASI Dapat Mengatasi Resistensi Bakteri

asi-perah-doktersehat
Photo Credit: thebump

DokterSehat.Com– ASI diketahui sebagai zat alami yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak pada usia menyusui. Kelebihan ASI ini menarik perhatian para peneliti bagaimana kandungan ASI bisa memberi perlindungan pada bayi selama beberapa bulan pertama kehidupannya. Baru-baru ini para ahli melakukan penelitian tentang protein pada ASI dan kaitannya dengan bakteri yang resisten pada obat.

Pengaruh ASI dengan resistensi bakteri

Bakteri yang kian resisten pada antibiotik dapat berbahaya bagi dunia pengobatan modern. Para peneliti terus mencari cara untuk menghadapi bakteri yang saat ini semakin mudah mengalami resisten antibiotik. Salah satunya adalah dengan melakukan penelitian pada ASI.

Dikutip dari Science Alert, para peneliti mencoba mengubah protein kunci dalam ASI menjadi ‘virus buatan’ yang bertugas mencari dan melawan bakteri yang resisten terhadap obat.

Virus buatan tersebut mampu membunuh bakteri hampir seketika dengan menghantam lubang di membran sel mereka. Hal ini berarti bakteri tidak akan memiliki kesmepatan untuk membangun pertahanan terhadap serangan ini dan bisa menjadi senjata yang baik untuk melawan resistensi obat.

Menariknya, virus buatan ini juga berpotensi memberikan terapi gen ke sel manusia sekaligus menjaga bakteri agar tetap terkendali.

ASI mengandung protein kunci yang dikenal sebagai laktoferin yang dianggap mampu menghancurkan berbagai bakteri berbahaya seperti jamur dan virus. Menurut penelitian yang dilakukan tim peneliti dari UK National Physical Laboratory and University College London mencoba mengembangkan laktoferin menjadi protein terisolasi dalam sebuah kapsul virus, lalu mereka bekerja dengan membidik bakteri tertentu dan melawannya. Mereka menemukan bahwa laktoferin dapat membunuh bakteri lebih cepat dengan melubangi membran sel pelindung.

Kepala penelitian ini, Hasan Alkassem berharap bahwa di masa depan dokter dan peneliti dapat memberikan protein laktoferin sebagai pembunuh bakteri yang resisten pada antibiotik.