Terbit: 15 Juni 2020 | Diperbarui: 26 Agustus 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Prolaktinoma adalah tumor nonkanker yang berada di kelenjar hipofisis (pituitary). Kondisi ini menyebabkan kelenjar memproduksi banyak hormon prolaktin. Meningkatnya hormon ini membuat penurunan hormon seks pada wanita dan pada pria. Simak gejala, penyebab, hingga cara mengobatinya di bawah ini.

Prolaktinoma: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa itu Prolaktinoma?

Prolaktinoma adalah munculnya tumor jinak di kelenjar hipofisis—kelenjar seukuran kacang—di otak yang menghasilkan hormon prolaktin. Hormon ini memberi sinyal pada payudara wanita untuk menghasilkan ASI selama kehamilan dan menyusui.

Memiliki terlalu banyak prolaktin dalam darah, suatu kondisi yang disebut hiperprolaktinemia, dapat menyebabkan infertilitas dan masalah kesehatan lainnya. Dalam banyak kasus, penyakit prolaktinoma adalah kondisi yang dapat diobati dengan bantuan obat-obatan.

Gejala Prolaktinoma

Pada beberapa kasus, prolaktinoma tidak memiliki tanda atau gejala. Namun, prolaktin yang berlebihan dalam darah atau tekanan pada jaringan yang disebabkan akibat pembesaran tumor dapat menimbulkan beberapa gejala.

Karena peningkatan prolaktin dapat mengganggu sistem reproduksi, terdapat beberapa tanda dan gejala prolaktinoma spesifik untuk wanita atau pria.

Pada wanita, kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Periode menstruasi tidak teratur atau tidak ada periode menstruasi
  • Keluarnya cairan putih dari payudara meski tidak hamil atau menyusui
  • Hubungan seksual yang menyakitkan karena vagina kering
  • Muncul jerawat dan pertumbuhan rambut di tubuh dan wajah yang berlebihan

Pada pria, kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Disfungsi ereksi
  • Pertumbuhan rambut di tubuh dan wajah berkurang
  • Pembesaran jaringan kelenjar payudara (jarang terjadi)

Pada kedua jenis kelamin, prolaktinoma dapat menyebabkan:

  • Kepadatan tulang rendah
  • Pengurangan produksi hormon lain oleh kelenjar hipofisis sebagai akibat dari tekanan tumor
  • Hilangnya minat dalam aktivitas seksual
  • Sakit kepala
  • Gangguan visual
  • Infertilitas

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Dibanding pria, seorang wanita biasanya memiliki gejala lebih awal. Hal itu mungkin karena periode menstruasi yang terlewat atau tidak teratur. Sementara pada pria, gejala mungkin baru terlihat ketika tumor membesar sehingga menyebabkan sakit kepala atau masalah penglihatan.

Jika Anda mengalami tanda dan gejala yang terkait dengan prolaktinoma, segera temui dokter untuk menentukan penyebabnya.

Penyebab Prolaktinoma

Hingga kini penyebab yang mendasarinya penyakit ini belum diketahui dengan pasti. Namun, kemungkinan yang menyebabkan produksi hormon prolaktin berlebih termasuk obat-obatan, jenis lain dari tumor hipofisis, kelenjar tiroid yang kurang aktif, iritasi berkelanjutan di dada, kehamilan, dan sedang menyusui.

Faktor Risiko

Seorang wanita lebih cenderung mengembangkan prolaktinoma dibandingkan pria. Tumor ini jarang terjadi pada anak-anak dan remaja. Jika terjadi pada anak-anak, penyakit ini dapat menghambat perkembangan pubertas.

Diagnosis Prolaktinoma

Jika Anda memiliki tanda dan gejala yang menunjukkan penyakit ini, dokter dapat merekomendasikan:

  • Tes darah. Tes darah dapat mendeteksi kelebihan produksi prolaktin dan apakah kadar hormon lain yang dikendalikan oleh hipofisis berada dalam kisaran normal. Tes kehamilan juga mungkin dijalani pada wanita yang memasuki usia subur.
  • Pencitraan otak. Dokter dapat mendeteksi tumor di otak pada gambar yang dihasilkan oleh magnetic resonance imaging scan.
  • Tes penglihatan. Tes ini dapat menentukan apakah tumor telah mengganggu penglihatan.

Selain itu, pengujian yang lebih luas dengan dokter Spesialis Endokrinologi juga mungkin dilakukan.

Pengobatan Prolaktinoma

Dokter biasanya mengobati prolaktinoma dengan obat-obatan. Tujuan pengobatan sendiri adalah untuk:

  • Mengembalikan kadar prolaktin kembali normal
  • Mengecilkan tumor
  • Memastikan kelenjar hipofisis bekerja dengan baik
  • Memperbaiki masalah yang disebabkan oleh tumor seperti masalah menstruasi, keputihan dari payudara, kadar testosteron rendah, sakit kepala, atau masalah penglihatan

Perlu diketahui, perawatan prolaktinoma terdiri dari dua terapi utama: obat-obatan dan pembedahan. Berikut penjelasan lengkap mengenai kedua terapi tersebut.

Obatan-obatan

Obat oral sering kali dapat mengurangi produksi prolaktin dan menghilangkan gejala. Selain itu, obat-obatan juga dapat mengecilkan tumor. Pengobatan jangka panjang dengan cara ini umumnya diperlukan.

Dokter menggunakan obat yang dikenal sebagai dopamine agonists untuk mengobati prolaktinoma. Obat-obatan ini meniru efek dopamin, senyawa kimia otak yang biasanya mengendalikan produksi prolaktin.

Obat-obatan yang umum diresepkan termasuk bromocriptine dan cabergoline. Obat-obatan ini menurunkan produksi prolaktin dan dapat mengecilkan tumor.

Efek samping yang umum terjadi adalah mual, muntah, hidung tersumbat, sakit kepala, dan kantuk. Jangan berhenti minum obat tanpa persetujuan dokter.

Obat Selama Kehamilan

Pada wanita yang ingin mengembalikan kesuburannya, bromocriptine sering kali diresepkan. Namun, saat Anda hamil dokter bisa menyarankan untuk berhenti minum obat ini.

Meskipun kedua obat tersebut dianggap aman pada awal kehamilan, keamanannya selama kehamilan tidak diketahui. Namun, jika Anda memiliki tumor besar atau mengalami gejala seperti sakit kepala atau perubahan penglihatan, dokter dapat merekomendasikan untuk memulai kembali pengobatan untuk mencegah komplikasi dari prolaktinoma.

Oleh karena itu, diskusikan kondisi kesehatan dengan dokter jika Anda ingin memulai sebuah keluarga.

Operasi

Tindakan pembedahan untuk mengangkat tumor umumnya merupakan pilihan jika terapi obat tidak bekerja atau Anda tidak dapat mentolerir obat. Pembedahan mungkin diperlukan untuk mengurangi tekanan pada saraf yang mengontrol penglihatan.

Jenis operasi yang dilakukan tergantung pada ukuran dan luas tumor:

  • Nasal surgery. Kebanyakan orang yang membutuhkan pembedahan memiliki prosedur pengangkatan tumor melalui rongga hidung. Prosedur ini disebut transsphenoidal surgery. Prosedur ini memiliki tingkat komplikasi yang rendah karena tidak ada area otak lainnya yang disentuh selama operasi dan tidak meninggalkan bekas luka.
  • Transcranial surgery. Jika tumor besar atau telah menyebar ke jaringan otak terdekat, Anda mungkin memerlukan prosedur ini atau yang juga dikenal sebagai craniotomy. Dokter bedah dapat mengangkat tumor melalui bagian atas tengkorak.

Hasil operasi tergantung pada ukuran, lokasi tumor, dan kadar prolaktin Anda sebelum operasi. Semakin tinggi tingkat prolaktin, semakin kecil kemungkinan bahwa produksi prolaktin akan kembali normal setelah operasi.

Radiasi

Bagi penderita yang tidak merespons positif pengobatan dan bukan kandidat untuk pembedahan, terapi radiasi bisa menjadi pilihan.

Jenis perawatan ini menggunakan sinar-X energi tinggi atau gelombang partikel untuk membunuh sel-sel tumor. Perawatan tergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Dosis radiasi total diberikan dalam satu sesi atau dalam dosis yang lebih rendah selama 4 hingga 6 minggu.

Komplikasi Prolaktinoma

Perlu diketahui, hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis berguna untuk mengatur fungsi-fungsi penting seperti pertumbuhan, metabolisme, tekanan darah, dan reproduksi. Melihat pentingnya fungsi tersebut, berikut ini adalah beberapa komplikasi yang bisa terjadi apabila penyakit tersebut tidak ditangani, di antaranya:

  • Keropos tulang (osteoporosis). Terlalu banyak prolaktin dapat mengurangi produksi hormon estrogen dan testosteron, yang mengakibatkan penurunan kepadatan tulang dan peningkatan risiko osteoporosis.
  • Komplikasi kehamilan. Selama kehamilan normal, produksi estrogen meningkat. Jika Anda hamil dan memiliki prolaktinoma yang besar, kadar estrogen yang tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan tumor, sakit kepala, dan perubahan penglihatan.
  • Hilangnya penglihatan. Jika tidak diobati, prolaktinoma dapat tumbuh cukup besar untuk menekan saraf optik. Kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan tepi.
  • Kadar hormon lain menjadi rendah. Dengan prolaktinoma yang lebih besar, tekanan pada kelenjar hipofisis dapat menyebabkan kadar hormon lain yang dikendalikan oleh hipofisis lebih rendah, termasuk hormon tiroid dan kortisol.

Jika Anda memiliki prolaktinoma dan memiliki keinginan (atau sedang) hamil. Penyesuaian dalam perawatan dan pemantauan khusus diperlukan.

Pencegahan Prolaktinoma

Pada dasarnya, risiko berbagai jenis kanker dapat dikurangi dengan perubahan gaya hidup seperti menjaga berat badan ideal atau berhenti merokok. Namun, tumor di kelenjar hipofisis belum dikaitkan dengan faktor tersebut. Hal itulah yang menyebabkan belum ada cara pasti yang diketahui mampu mencegah tumor ini.

 

  1. Anonim. Prolactinoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prolactinoma/symptoms-causes/syc-20376958. (Diakses pada 15 Juni 2020).
  2. Anonim. What Is a Prolactinoma?. https://www.webmd.com/cancer/prolactinoma-tumor#1. . (Diakses pada 15 Juni 2020).
  3. Anonim. Prolactinoma. https://www.niddk.nih.gov/health-information/endocrine-diseases/prolactinoma . (Diakses pada 15 Juni 2020).
  4. Anonim. Can Pituitary Tumors Be Prevented?. https://www.cancer.org/cancer/pituitary-tumors/causes-risks-prevention/prevention.html. (Diakses pada 15 Juni 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi