Probiotik Penting Selama Kehamilan dan Menyusui

DokterSehat.com – Probiotik Penting Selama Kehamilan dan Menyusui

  • Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikrobiota usus berperan dalam pengaturan berat badan dan metabolisme energi.
  • Probiotik telah diketahui berperan dalam normalisasi peningkatan permeabilitas usus, menyeimbangkan populasi bakteri-baik dalam usus, meningkatkan fungsi imun usus, dan meredakan respon inflamasi usus.
  • Nutrisi selama kehamilan berperan saat pembentukan janin, juga berperan dalam komposisi air susu ibu (ASI). ASI juga mengandung bakteri-baik Probiotik.

Jakarta, 13 Maret 2012 – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikrobiota usus berperan dalam pengaturan berat badan dan metabolisme energi, sehingga mempengaruhi dua faktor penting penyebab obesitas yaitu akuisisi energi dan penyimpanan energi.

Lebih jauh lagi, telah terbukti bahwa asupan Probiotik mampu mencegah kenaikan berat badan yang berlebihan hingga usia 4 tahun. Ini berarti, Probiotik menyehatkan keseimbangan mikrobiota usus sejak dini, sehingga dapat dijadikan cara untuk mengontrol kenaikan berat badan yang berlebihan, demikian Erika Isolauri, MD, D. Med. Sci, seorang dokter anak yang ahli dalam bidang pencernaan dan alergi dari Universitas Turku, Finlandia, mengatakan pada acara jumpa pers setelah simposium ke-13 PIT (Pertemuan Ilmiah Tahunan) Fetomaternal di Palembang, Selasa (13/3).

Probiotik adalah mikrobiota-baik yang memiliki peranan penting bagi sistem kekebalan tubuh. Kolonisasi bakteri pada awal kehidupan bayi berdampak pada daya tahan tubuhnya kelak. Sayangnya perubahan lingkungan yang serba higienis saat ini mengurangi kontak dengan mikrobiota sekitar.

Populasi mikrobiota di dalam usus bayi dipengaruhi oleh faktor genetik, cara persalinan, lingkungan saat kelahiran, dan pola atau kebiasaan pemberian makanan.

“Intervensi probiotik yang terdokumentasi dengan jelas mampu mencegah dan mengobati infeksi diare akut,” tambah Dr. Isolauri.

Probiotik telah diketahui berperan dalam normalisasi peningkatan permeabilitas usus, menyeimbangkan populasi bakteri-baik dalam usus, meningkatkan fungsi imun usus, dan meredakan respon inflamasi usus.

Lebih jauh Dr.Isolauri mengatakan, nutrisi saat kehamilan menjadi faktor yang menentukan pada saat pembentukan janin dan juga mempengaruhi komposisi air susu ibu (ASI). ASI kaya akan kandungan bioaktif, memberikan tidak hanya perlindungan pasif, namun juga secara aktif menstimulasi perkembangan sistem imun bayi.

“Bayi yang dilahirkan dengan metode Caesar dan tidak mendapatkan ASI eksklusif akan lebih sedikit menerima stimulasi pada imun mukosa ususnya. Karena itulah risiko alergi, penyakit auto-imun, obesitas dan resistensi insulin cenderung meningkat pada mereka,” katanya.

ASI mengandung Probiotik dan Prebiotik (oligosakarida) yang merupakan faktor pertumbuhan untuk Probiotik, sehingga bayi yang diberi ASI memiliki kolonisasi Probiotik dan mikroekologi normal.

Probiotik juga dapat melawan alergi, tidak hanya dengan mematangkan jaringan usus dan menyeimbangkan sitokin pro dan anti inflamasi tetapi juga mengurangi kapasitas antigen, tambahnya lagi.

 

Ditulis oleh:
Nestlé Nutrition Institute
Nestlé Nutrition Institute (NNI), penyelenggara simposium ilmiah ini, adalah sebuah organisasi nirlaba yang berpusat di Swiss.

Dengan moto “Science for Better Nutrition” (Ilmu untuk Nutrisi yang Lebih Baik), NNI bertujuan berbagi informasi dan edukasi berbasis ilmu pengetahuan sebagai kontribusi dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di seluruh dunia.