Kanker prostat adalah kanker yang terjadi pada prostat, kelenjar kecil dengan bentuk seperti kacang kenari yang menghasilkan cairan mani. Prostat sendiri memiliki berbagai fungsi, antara lain: memproduksi cairan yang memberi makan dan mengangkut sperma, mensekresi prostate specific antigen (PSA)—protein yang membantu semen mempertahankan cairannya, dan membantu mengontrol urine. Lantas, bagaimana mengenali gejala kanker prostat? Simak penjelasannya di bawah ini.

gejala-kanker-prostat-doktersehat

Gejala Kanker Prostat Stadium Awal

Pada dasarnya, kanker prostat tidak menyebabkan tanda atau gejala pada tahap awal. Gejala kanker prostat juga tidak bisa dirasakan meski tumor sedang bertumbuh. Karena kanker prostat tidak menimbulkan rasa sakit, Anda bisa mengalami kondisi ini selama bertahun-tahun.

Meski begitu, jika tumor menyebabkan kelenjar prostat membengkak atau kanker menyebar di luar prostat, berikut adalah gejala kanker prostat yang mungkin terjadi, di antaranya:

  1. Sering buang air kecil di malam hari.
  2. Sulit memulai atau menghentikan aliran urine.
  3. Aliran urine yang lemah.
  4. Urine bisa keluar saat tertawa atau batuk.
  5. Tidak bisa mengeluarkan urine sambil berdiri.
  6. Rasa nyeri saat buang air kecil.
  7. Rasa nyeri saat ejakulasi dan cairan yang keluar saat ejakulasi lebih sedikit.
  8. Terdapat darah di air mani atau urine.
  9. Rasa sakit di rektum.
  10. Rasa nyeri atau kaku di punggung bagian bawah, pinggul, panggul, atau paha
  11. Sulit untuk ereksi.

Beberapa gejala di atas bukan hanya semata-mata dikarenakan kanker prostat. Penyebab lainnya termasuk pembesaran, prostat non-kanker atau infeksi saluran kemih.

Gejala Kanker Prostat Lanjutan

Kanker prostat dapat menyebar (bermetastasis) dan membentuk tumor di organ atau tulang terdekat. Jika kanker bermetastasis di luar prostat, kemungkinan besar berkembang di kelenjar getah bening terdekat terlebih dahulu. Kanker prostat metastatik paling sering menyebar ke hati, tulang dan paru-paru.

Jika kanker menyebar ke tulang belakang, kondisi tersebut bisa menekan saraf tulang belakang. Tanda-tanda kanker prostat metastasis dapat meliputi:

  1. Pembengkakan di kaki atau panggul
  2. Mati rasa atau rasa sakit di pinggul atau kaki.
  3. Rasa sakit pada tulang yang tak kunjung hilang, atau menyebabkan patah tulang.

Gejala yang Berulang

Gejala kanker prostat berbeda dari pasien ke pasien. Tanda pertama yang paling umum dari kanker prostat berulang adalah peningkatan kadar PSA dalam darah. Penting untuk melaporkan tanda atau gejala baru pada dokter.

Gejala lain kanker berulang mungkin tergantung di mana kanker telah menyebar. Gejalanya meliputi: kelelahan, sulit bernafas, dan muncul penyakit kuning.

Bicaralah dengan dokter tentang gejala kanker prostat yang Anda alami dan menjadwalkan tes Prostat Specific Antigen (PSA) rutin setelah Anda mendapatkan perawatan.

Baca Juga: 10 Cara Mencegah Kanker Prostat pada Pria (Mudah & Alami)

Gejala Kanker Prostat pada Wanita

Meski kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi pada pria, faktanya kondisi ini juga bisa terjadi pada wanita. Meski wanita tidak memiliki prostat, ia memiliki serangkaian kelenjar dan saluran di bagian depan vagina yang disebut kelenjar Skene, dan sering kali disebut sebagai prostat wanita.

Kelenjar Skene sendiri memiliki beberapa sifat yang sama dengan prostat pria. Sebagai contoh, baik prostat dan kelenjar Skene mengandung prostate-specific antigen (PSA) dan PSA phosphatase (PSAP), enzim yang dapat menunjukkan kesehatan prostat pada pria. Atas dasar kemiripan inilah penggunaan istilah ‘prostat wanita’ digunakan.

Meski kejadian prostat pada wanita secara teknis memungkinkan, namun kondisi ini adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi. Lantas, bagaimana mengenali gejala kanker prostat pada wanita? Tanda-tanda umum adalah nyeri, gatal, menurunnya berat badan atau nafsu makan, dan anemia.

Gejala kanker prostat pada wanita lainnya adalah:

  1. Tekanan di belakang tulang kemaluan.
  2. Rasa sakit saat buang air kecil.
  3. Rasa sakit saat berhubungan seks.
  4. Siklus menstruasi tidak teratur.
  5. Sering dan sulit buang air kecil.

Namun, gejala-gejala di atas juga bisa menandakan kondisi non-kanker lainnya yang terkait dengan prostat wanita. Kondisi-kondisi tersebut meliputi:

  • Kista

Kista dapat terbentuk di kelenjar Skene pada usia berapa pun. Ketika kista bersifat langsung dan tidak memiliki komplikasi lebih lanjut, dokter dapat mengeringkan kista. Kista biasanya akan hilang dengan sendirinya.

  • Infeksi

Sebagian besar dokter mengidentifikasi prostatitis wanita sebagai infeksi uretra. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa itu mungkin infeksi kelenjar Skene. Infeksi pada kelenjar Skene membutuhkan perawatan berbeda terhadap infeksi di bagian lain saluran kemih atau alat kelamin. Penyakit menular seksual seperti gonore dapat menyebar dari bagian alat kelamin ke kelenjar Skene

  • Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah pertumbuhan yang biasanya terjadi pada jaringan kelenjar atau berserat dalam tubuh. Salah satu gejala dari fibroadenoma pada kelenjar Skene adalah rasa sakit saat berhubungan seks. Pertumbuhan non-kanker ini dapat dihilangkan dengan operasi.

  • Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Kondisi ini terjadi ketika hormon wanita yang bertanggung jawab untuk reproduksi tidak seimbang. Seseorang dengan PCOS mungkin juga memiliki jumlah hormon pria yang lebih besar dari normal.

Penelitian menunjukkan kelenjar Skene yang lebih besar dari normal ketika seseorang memiliki PCOS. Seseorang dengan PCOS juga memiliki tingkat PSA yang lebih tinggi. Level yang tinggi dapat membantu dokter mengidentifikasi PCOS karena hormon ini berasal dari kelenjar Skene.

 

 

Sumber:

  1. Prostate Cancer Symptoms. https://www.webmd.com/prostate-cancer/guide/understanding-prostate-cancer-symptoms. (Diakses pada 14 Januari 2020).
  2. Brazier, Yvette. 2019. What to know about prostate cancer. https://www.medicalnewstoday.com/articles/150086.php. (Diakses pada 14 Januari 2020).
  3. Prostate cancer symptoms. https://www.cancercenter.com/cancer-types/prostate-cancer/symptoms. (Diakses pada 14 Januari 2020).
  4. Johnson, Jon. 2018. Can women get prostate cancer. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321801.php#symptoms. (Diakses pada 14 Januari 2020).