Terbit: 4 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Seorang pria bernama You Pan dari Provinsi Guangdong, Tiongkok, memutuskan untuk membuat pacarnya, Yan Tai lebih gemuk dibandingkan dengan saat pertama kali mereka bertemu. Hal ini disebabkan oleh ketakutan You bahwa pacarnya akan ditaksir oleh pria lain.

Tak Ingin Ditaksir Orang Lain, Pria Ini Gemukkan Pacarnya

Dilansir dari en.goodtimes.my, saat pertama kali berpacaran, berat badan gadis berusia 22 tahun ini hanyalah sekitar 45 kg saja, namun, setelah berpacaran dengan You, Yan pun mulai terbiasa untuk mengonsumsi dua porsi besar sarapan, satu porsi besar makan siang, dan makan malam berkalori tinggi setiap hari. Bahkan, di larut malam, Yan bisa mengonsumsi camilan.

You selalu memastikan bahwa pacarnya mengonsumsi semua makanan dan camilan yang Ia sediakan. Tujuannya pun jelas. Jika pacarnya memiliki bentuk tubuh yang lebih gemuk, tidak ada lagi pria yang akan mau mendekatinya.

Hanya dalam dua tahun, berat badan Yan naik dua kali lipat dibandingkan dengan saat pertama kali mereka bertemu. Kini, Yan Tai memiliki berat 90 kg!

Belakangan ini pria berusia 25 tahun ini sudah meminta Yan untuk mau menikah dengannya. Beruntung, sang gadis mau menerima pinangannya meskipun kini berat badannya tak lagi ideal seperti dulu.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Meskipun tujuan dari menggemukkan berat badan ini bisa dimengerti, apa yang dilakukan oleh You Pan pada pacarnya sebenarnya sangat tidak baik dari sisi kesehatan. Tak hanya bisa membuat penampilan seseorang menjadi tak lagi sedap dipandang, kelebihan berat badan juga bisa berimbas pada berbagai penyakit berbahaya.

Tak tanggung-tanggung, masalah obesitas bisa berlanjut menjadi penyakit mematikan seperti penyakit jantung, stroke, atau bahkan diabetes. Melihat adanya fakta ini, pastikan untuk selalu menjaga berat badan tetap ideal dan menerapkan gaya hidup sehat, khususnya dalam menjaga pola makan yang baik.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi