Terbit: 27 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Dibandingkan dengan wanita, pria cenderung tidak acuh dengan masalah sanitasi tubuhnya. Seorang pria bahkan bisa tidak mandi seharian kalau sedang libur atau tidak mengganti celana dalam selama beberapa hari karena dianggap masih bersih.

Ini Akibatnya Kalau Pria Malas Ganti Celana Dalam

Sebenarnya, celana dalam harus diganti setiap 6-8 jam sekali. Hal ini perlu dilakukan agar kondisi selangkangan dan area sekitarnya tidak bau, tidak berkeringat, dan tidak dihinggapi kuman penyakit.

Kalau pria tetap malas mengganti celana dalamnya, beberapa hal ini mungkin bisa terjadi.

1. Penis jadi bau

Disadari atau tidak, area selangkangan mudah sekali berkeringat. Suhu di sana kerap tinggi sehingga menyebabkan kulit terus berekskresi. Kalau pria tidak mengganti celana dalamnya dengan rutin, mereka bisa mendapatkan bau pada area penis yang cukup mengganggu.

Untuk mengetahui apakah penis dan area di sekitarnya bau atau tidak, coba cium bau celana dalam. Kalau tidak ada bau apa-apa, artinya bisa dipakai lagi. Namun, kalau ada bau tidak sedap dan pesing, segera ganti.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

2. Penis jadi gatal

Celana dalam yang kotor menyebabkan penis jadi sensitif dan kerap merasakan gatal khususnya pada bagian kantung zakar. Saat penis mengalami gatal, Anda pasti tidak tahan dan ingin menggaruknya.

3. Infeksi pada penis

Rasa gatal yang sangat besar membuat Anda tidak sadar untuk menggaruknya terlalu keras. Dampaknya, kulit jadi mengalami luka dan akhirnya infeksi yang merugikan terjadi.

4. Penis jadi sarang penyakit

Kondisi celana dalam yang bau dan kotor menyebabkan bakteri dan virus mudah berkembang biak. Dampaknya, Anda akan sering mengalami gangguan penyakit penis seperti gatal pada selangkangan, penis jadi kering, dan muncul kutil.

Inilah beberapa alasan yang menyebabkan pria harus ganti celana dalam secara rutin setiap harinya. Jangan malas lagi ya!


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi