Terbit: 3 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Tinggi atau pendeknya pria biasanya dipengaruhi oleh nutrisi yang diterima saat masih kecil dan juga remaja. Kalau nutrisi yang diterima banyak dan berkualitas, kemungkinan tinggi badan meningkat cukup tinggi. Selanjutnya, gen juga memengaruhi tinggi badan pria. Gen etnis di Asia tentu beda dengan gen etnis dari kawasan Eropa seperti Belanda.

Pria Bertubuh Pendek Rentan Alami Kerontokan dan Serangan Jantung

Gen pada pria yang berkaitan dengan tinggi badan ternyata memiliki korelasi dengan kerontokan rambut dan serangan. Penelitian ini cukup membuat ilmuan kaget meski risiko-risiko penyakit ini bisa diturunkan dengan pola hidup sehat.

Penelitian tentang tinggi badan

Penelitian tentang tinggi badan dan risikonya pada gangguan atau penyakit tertentu pada tubuh dilakukan di University of Bonn, Jerman. Pria yang memiliki tubuh pendek lebih rentan mengalami kerontokan dini. Artinya meski usia pria masih 20-30 tahun, rambut bisa rontok dengan cepat dan jumlahnya banyak.

Berbarengan dengan rambut rrontok, pria dengan ukuran tubuh lebih pendek juga memiliki keterkaitan dengan penyakit seperti penyakit jantung dan kanker prostat. Meski peluangnya cukup kecil pria harus tetap waspada dan selalu menjaga kesehatan tubuhnya.

Rontok tidak perlu khawatir

Meski memiliki kerontokan rambut, pria tidak perlu langsung khawatir. Pasalnya rontok adalah karakteristik yang bebas dan tidak terikat. Bisa saja Anda mengalami rontok rambut karena memakai sampo yang salah. Selain itu, rontok juga bisa karena masalah ketombe yang mengganggu.

Ketimbang mengkhawatirkan kerontokan, lebih baik menjaga kesehatan rambut dengan maksimal. Selain itu, menjaga kondisi tubuh secara menyeluruh seperti dengan melakukan diet yang sehat dan berolahraga akan menurunkan berbagai risiko terkena penyakit baik itu disebabkan oleh bakteri, virus, atau kelainan organ.

Semoga ulasan di atas bisa Anda gunakan sebagai rujukan untuk bisa selalu hidup sehat.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi