Terbit: 22 Oktober 2020
Ditulis oleh: dr. Monica Djaja Saputera | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Premature Ovarian Insufficiency (POI) adalah salah satu masalah kesehatan pada wanita. Salah satu gejalanya yaitu mengalami gangguan menstruasi pada usia di bawah 40 tahun. Ketahui lebih lanjut risiko dan pengobatannya!

Premature Ovarian Insufficiency (POI): Gejala, Penyebab, Obat, dll

Apa Itu Premature Ovarian Insufficiency?

Premature Ovarian Insufficiency (POI) adalah kumpulan gejala klinis yang ditandai dengan adanya gangguan aktivitas dari indung telur untuk menghasilkan sel telur secara teratur pada wanta berusia kurang dari 40 tahun. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab dari kemandulan atau infertilitas pada wanita.

Gejala Premature Ovarian Insufficiency

Tanda dan gejala utama dari POI adalah adanya gangguan siklus menstruasi, berupa siklus menstruasi yang tidak teratur pada wanita usia kurang dari 40 tahun. Meskipun mengalami menstruasi yang tidak teratur, namun wanita dengan POI masih memiliki peluang untuk hamil dan mempunyai anak.

Beberapa tanda dan gejala lain yang dapat timbul pada POI adalah:

  1. Hot flush
  2. Keringat malam
  3. Perubahan mood dan pola tidur
  4. Gangguan konsentrasi
  5. Vagina terasa kering dan nyeri
  6. Libido menurun
  7. Sulit untuk merencanakan kehamilan

Penyebab Premature Ovarian Insufficiency

Berdasarkan penyebabnya, POI dibagi menjadi:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

  1. POI yang tidak diketahui penyebabnya atau idiopatik.
  2. POI Primer, disebabkan oleh faktor keturunan (berhubungan dengan kromosom X), defisiensi enzim, dan penyakit auto-imun (seperti penyakit tiroid atau adrenal).
  3. POI Sekunder, disebabkan oleh tindakan bedah (seperti histerektomi, ooforektomi, dll), kemoterapi atau radioterapi, dan infeksi (seperti mumps atau gondongan, dll).

Faktor Risiko Premature Ovarian Insufficiency

Beberapa faktor risiko yang berpengaruh pada POI adalah:

1. Usia

Risiko POI umumnya semakin meningkat pada wanta dalam rentang usia 35-40 tahun. Namun, tidak dapat disangkal bahwa wanita yang lebih muda pun dapat mengalami POI.

2. Riwayat Keluarga

Resiko terjadinya POI meningkat apabila terdapat riwayat POI dalam keluarga. Ada baiknya cari tahu apakah ada anggota keluarga yang mengalami kondisi serupa atau tidak guna melakukan penanganan lebih awal.

3. Tindakan Operasi pada Indung Telur

Risiko POI meningkat pada wanita dengan riwayat operasi indung telur, seperti ooforektomi. 

Bahaya Pemature Ovarian Insufficiency

Beberapa kondisi yang dapat terjadi akibat POI adalah:

  • Infertilitas atau mandul. Terjadi akibat produksi sel telur yang kurang sehingga mengakibatkan seorang wanita usia kurang dari 40 tahun mengalami kesulitan untuk merencanakan kehamilan.
  • Osteoporosis. Osteoporosis atau pengeroposan tulang pada POI terjadi akibat rendahnya kadar hormon estrogen.
  • Cemas atau depresi. Terjadi secara tidak langsung terjadi akibat POI yaitu infertilitas.

Diagnosis Premature Ovarian Insufficiency

Diagnosis POI dilakukan berdasarkan adanya gangguan siklus menstruasi pada wanita usia kurang dari 40 tahun dalam rentang waktu 4-6 bulan disertai dengan adanya peningkatan kadar FSH >25 IU/l pada dua kali pemeriksaan dengan jarak pemeriksaan 4 minggu. Pemeriksaaan lain yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan kariotipe untuk menilai adanya abnormalitas pada kromosom.

Cara Mengobati Premature Ovarian Insufficiency

Pengobatan POI yaitu dengan memberikan terapi hormon pengganti (seperti estrogen, progesteron, dan testosterone) dan suplemen multivitamin (seperti vitamin D dan kalsium).

Selain terapi dengan obat-obatan, hal lain yang dapat dilakukan adalah mengatur pola makan sehat, olahraga yang teratur, serta menjaga keseimbangan emosional.

 

  1. Mayo Clinic. (2019) Primary Ovarian Insufficiency. [Online] Available at: http://mayoclinic.org [Updated October 2020].
  2. Panay, N., Anderson, R. A., Nappy, R. E., Vincent, A. J., Vujovic, S., Webber, L., et al. (2020) Premature Ovarian Insufficiency: an International Menopause Society White Paper. The Journal of Adult Women’s Health and Medicine, 23(5): 426-46.
  3. The European Society of Human Reproduction and Embryology. (2015) Management of Women with Premature Ovarian Insufficiency: Guideline of the European Society of Human Reproduction and Embryology. POI Guideline Development Group, 1-161.
  4. Vujovic, S., Ivovic, M., Tancic-Gajic, M., Barac, M., Arizanovic, Z., et al. (2012) Premature Ovarian Failure. Srpski Archiv za Celokupno Lekarstvo, 140(11-12): 806-11.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi