Terbit: 7 Januari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Masyarakat Indonesia digegerkan oleh kasus WNI Reynhard Sinaga yang divonis hukuman penjara seumur hidup di Manchester, Inggris. Yang mengejutkan adalah, Reynhard dihukum akibat memperkosa puluhan pria! Seperti apa sih kasus selengkapnya?

Viral Kasus Predator Seks Reynhard Sinaga, Begini Tanda Kecanduan Seks

Kasus Predator Seks Reynhard Sinaga

Reynhard dinyatakan bersalah dengan 159 dakwaan karena memperkosa 48 pria. Persidangannya dilakukan dalam empat tahap dari Juni 2018 hingga akhir Desember 2019. Hanya saja, Reynhard bersikukuh bahwa yang dilakukannya bukannya pemerkosaan, melainkan tindakan yang sudah disetujui oleh korban.

Reynhard datang ke Inggris pada Agustus 2007 dengan visa pelajar. Saat dimintai keterangan tentang orientasi seksualnya di pengadilan, ia mengaku sebagai gay yang menikmati penetrasi seks dengan pria. Pria yang kini berusia 36 tahun ini juga senang merekam aktivitas seksualnya lewat ponselnya.

Polisi menyebut video rekaman aktivitas seksual Reynhard sebagai salah satu cara untuk melacak puluhan korban dari aksi predatornya. Reynhard sendiri ditangkap pada Juni 2017 silam. Meski di persidangan korban yang disebutkan adalah 48 orang, Kepolisian di Manchester menyebut korbannya bisa saja mencapai 190 orang!

Reynhard melakukan aksinya dengan memberikan obat bius berjenis gamma hydroxybutyrate (HGB). Para korban yang semuanya adalah pria berkulit putih dengan usia rata-rata 21 tahun terlihat tidak sadarkan diri dan mendengkur dalam rekaman video yang ditemukan polisi. Kebanyakan aksi ini dilakukan di apartemen pribadi Reynhard.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Reynhard ditangkap polisi pada Juni 2017 setelah seorang pria melaporkannya karena terbangun saat sedang diperkosa. Sang pria sempat memukul Reynhard hingga tak sadarkan diri dan kemudian menelepon polisi. Dari ponsel Reynhard kemudian ditemukan puluhan video pemerkosaan yang mengungkap aksi tak terpujinya selama ini.

Tanda atau Ciri Kecanduan Seks

Memang, tidak semua orang yang menderita kecanduan seks berakhir menjadi predator seks atau pelaku kriminal sebagaimana Reynhard Sinaga. Hanya saja, kecanduan seks juga bis menyebabkan dampak yang sangat buruk bagi kehidupan sehari-hari.

Berikut ini berbagai tanda kecanduan seks yang sebaiknya kita waspadai:

  1. Cemas Saat Tidak Melakukan Aktivitas Seks

Mereka yang mengalami kecanduan seks cenderung cemas dan tidak nyaman jika tidak sedang dalam kondisi berhubungan intim atau melakukan masturbasi. Mereka seperti ingin terus melakukannya meskipun baru saja melakukannya belum lama ini.

Jika mereka memiliki pasangan namun menolak untuk melakukannya, pilihannya bisa berupa melakukan masturbasi atau bahkan menyewa orang untuk melakukannya.

  1. Menerapkan Seks Bebas

Banyak orang yang kecanduan seks namun tidak memiliki pasangan. Mereka justru menerapkan seks bebas dan bisa melakukannya dengan berbagai orang, baik itu teman, rekan kerja, hingga anggota keluarganya sendiri. Mereka selalu merasa tidak puas jika hanya berhubungan intim dengan satu orang saja karena memiliki fantasi seksual yang lebih besar.

  1. Berkhayal Tentang Hal-Hal yang Berbau Seksualitas

Berfantasi tentang hal-hal yang berbau seksualitas sebenarnya termasuk dalam hal yang normal, namun jika kita terlalu sering melakukannya hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, maka menandakan bahwa kita sudah mengalami kecanduan seksual yang sulit untuk dikendalikan.

  1. Kecanduan Pornografi

Tak hanya berkhayal, banyak orang yang kecanduan seks yang terus mencari material pornografi di internet, khususnya dengan ponselnya. Tak hanya demi memuaskan fantasi seksualnya, hal ini juga dilakukan sebagai bahan masturbasi.

  1. Melakukan Kejahatan Seksual

Banyak orang yang kecanduan seks yang akhirnya melakukan kejahatan seksual dengan memperkosa orang lain. Hal ini tentu bisa berujung pada hukuman pidana.

 

Sumber:

  1. Anonim. 2020. Reynhard Sinaga: ‘Evil sexual predator’ jailed for life for 136 rapes. https://www.bbc.com/news/uk-50987823. (Diakses pada 7 Januari 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi