Mengenal Beberapa Macam Posisi Bayi dalam Kandungan

beberapa-posisi-bayi-dalam-kandungan-doktersehat

DokterSehat.Com – Terdapat beberapa posisi bayi dalam kandungan yang penting untuk diketahui oleh para ibu hamil. Posisi bayi dalam kandungan mengalami perubahan seiring perkembangan janin. Saat bayi dalam kandungan, mereka dapat bergerak sedikit di dalam rahim. Anda pasti merasakan pergerakan bayi di dalam rahim Anda.

Penting bagi Anda untuk mengontrol posisi bayi dalam kandungan selama masa kehamilan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah bayi dalam kandungan Anda dalam posisi yang baik atau malah sebaliknya.

Apabila posisi bayi dalam kandungan Anda tidak dalam posisi yang baik atau bahkan membahayakan Anda, dokter bisa segera mengetahuinya dan memberikan solusi kepada Anda.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa informasi terkait posisi-posisi bayi dalam kandungan. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut beberapa macam posisi bayi dalam kandungan, yaitu anterior, posterior, melintang, dan sungsang. Simak penjelasan lebih lanjut untuk mengetahui informasi penting tentang bayi sungsang.

Beberapa macam posisi bayi dalam kandungan

1. Posisi anterior

Posisi ini adalah posisi bayi dalam kandungan yang ideal saat Anda melahirkan. Bayi dalam kandungan pada posisi ini sering disebut dengan posisi kepala di bawah. Apabila perkembangan janin Anda baik maka dia akan memiliki posisi anterior.

Proses perkembangan janin membuat bayi bergerak ke panggul dengan kepala menghadap ke bawah dan menghadap punggung ibu dengan dagu terselip di dada. Kepalanya mengarah ke jalan melahirkan.

Seharusnya, perkembangan janin yang baik akan mencapai posisi anterior pada usia kehamilan 32 dan 36 minggu. Apabila bayi dalam kandungan sudah mencapai posisi ini maka dia akan terus memiliki posisi anterior sampai saat melahirkan tiba.

2. Posisi posterior

Posisi bayi dalam kandungan selanjutnya adalah posisi posterior. Sekilas, posisi posterior memiliki persamaan dengan posisi anterior, yaitu bagian kepala bayi ada di bawah. Perbedaan antara posisi anterior dan posterior ini terletak pada arah wajah bayi menghadap ke arah mana.

Wajah bayi pada posisi anterior menghadap ke arah punggung ibu. Sedangkan pada posisi posterior, wajah bayi akan menghadap ke arah perut ibu. Namun, pada beberapa kasus sebagian besar bayi ini akan secara spontan memutar diri untuk menghadap ke arah yang benar sebelum lahir.

Akan tetapi terdapat sejumlah kasus, bayi yang tidak berputar dengan posisi posterior. Bayi dalam kandungan dengan posisi ini meningkatkan kemungkinan Anda melahirkan dalam waktu lama dengan nyeri punggung yang parah. Kemungkinan besar Anda akan memerlukan Epidural untuk mengurangi rasa sakit selama persalinan.

3. Posisi melintang

Posisi melintang adalah posisi bayi dalam kandungan yang berbaring secara horizontal di dalam rahim. Posisi bayi dalam kandungan seperti ini sangat jarang terjadi. Bayi dalam posisi ini akan memerlukan kelahiran secara operasi sesar. Hal ini dikarenakan posisi bayi dalam keadaan melintang di dalam kandungan adalah posisi yang tidak ideal.

4. Posisi sungsang

Posisi bayi dalam kandungan ini juga merupakan posisi yang tidak ideal. Bayi sungsang memiliki posisi dengan bokong atau kaki mereka terlebih dahulu. Posisi bayi sungsang memiliki tiga variasi:

Sungsang Lengkap

Bayi sungsang lengkap memiliki posisi bokong ke arah jalan lahir dengan kedua kaki terlipat di lutut dan kaki diposisikan dekat bokong.

Sungsang Murni

Bayi sungsang murni adalah bayi dalam kandungan dengan posisi bokong menuju jalan lahir dengan kedua kaki meregang lurus ke atas dan kaki mencapai kepala.

Sungsang Sebagian

Bayi sungsang sebagian memiliki posisi bokong dan salah satu kaki menghadap ke jalan lahir.

Apabila Anda rutin memeriksakan kandungan ke dokter kandungan maka posisi bayi sungsang bisa dicegah sebelum waktunya melahirkan. Apabila pada usia kandungan 6 bulan, posisi bayi masih sungsang, dokter Anda akan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa gerakan untuk membuat posisi bayi dalam kandungan menjadi ideal.

Baca juga: Mengenal Metode External Cephcalic Version (ECV), Cara Mengubah Posisi Bayi Sungsang

Penyebab posisi bayi tidak ideal

Posisi bayi yang tidak ideal bukanlah tanpa sebab. Terdapat beberapa sebab yang membuat posisi bayi dalam kandungan menjadi tidak ideal.

Faktor ibu

  • Plasenta previa: di mana plasenta menghalangi pembukaan serviks
  • Placenta contracture: ketika jaringan yang melar digantikan oleh jaringan yang tidak melar
  • Tumor pelvis: seperti kista indung telur atau tumor di rahim.
  • Malformasi uterus: seperti uterus cordiformis, subseptus, atau septus dan uterus unicornis, bicornis, dan didelphys dapat menyebabkan pembatasan ruang di dalam uterus.

Faktor bayi dalam kandungan

  • Oligohydramnios: kelebihan air ketuban yakni di atas 2000 cc
  • Abnormalitas janin: seperti hidrosefalus